Tunggal Putra Indonesia Tommy Sugiarto Gagal Melaju ke Babak 16 Besar Australian Open 2022

- Reporter

Kamis, 17 November 2022 - 14:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SiaranDepok.com – Tunggal putra Indonesia Tommy Sugiarto, tidak berhasil melaju ke babak 16 besar Australia Open 2022. Ia dihentikan wakil Tiongkok Lu Guang Zu dengan skor 18–21 dan 17–21 dalam duel yang berlangsung di Quay Centre, Sydney, Australia.

Lu Guang Zu langsung tancap gas di awal game pembuka. Wakil Indonesia dibuat tertinggal lima angka saat interval dengan kedudukan 6–11. Dominasi tunggal putra Tiongkok itu terus berlanjut selepas jeda. Tommy masih berada di posisi minor dengan 10–15.

Perlahan tapi pasti, Tommy mencoba menipis ketertinggalan. Ia memperoleh tambahan angka beruntun yang membuatnya hanya berselisih dua poin dengan 14–16 dari Lu Guang Zu. Perolehan skor kedua pemain menjadi kian mepet di poin-poin kritis.

Tommy punya kesempatan untuk menyamakan kedudukan saat papan skor menunjukkan angka 17–18. Sayangnya, pengembaliannya yang tersangkut di net membuatnya gagal membalikkan keadaan. Game pertama pun berakhir dengan 18–21 untuk keunggulan Lu.

Tommy Sugiarto tampil lebih bersaing di game kedua. Ia sanggup memaksa Lu terlibat dalam drama kejar-kejaran skor. Poin imbang terus tercipta hingga kedudukan 8–8. Lalu, wakil Indonesia memegang kendali. Tommy unggul tiga angka di interval set kedua.

Tommy masih memimpin dengan 14–10 setelah interval. Namun, torehan empat angka beruntun membuat Lu Guang Zu kembali menyamakan kedudukan menjadi 14–14.

Tommy tertikung di poin-poin kritis. Wakil Indonesia berbalik tertinggal lima angka di kedudukan 15–20. Game kedua kembali gagal diamankan oleh tunggal putra Tanah Air setelah tunduk 17–21 di tangan penggawa Tiongkok.

Berita Terkait

Bahasa Ibu: Tersisih di Rumah Sendiri
BBM dan Bahasa Kekuasaan: Ketika Pernyataan Menteri Menguji Psikologi Publik
Logat Jawa: Kesalahan Berbahasa atau Identitas Linguistik?
Stres di Tengah Santai: Saat Bahasa Feed dan Notifications Memaksa Otak Kita Multitasking
EYD di Tengah Tren Mengetik Gaul: Menemukan Kembali Standar Berbahasa
MENGAPA PIKIRAN DAN UCAPAN TIDAK SEJALAN? PERSPEKTIF PSIKOLIGUISTIK
Kenapa Setan Sekarang Bicara Bahasa Jawa Kromo? Rahasia di Balik Teror Linguistik Film Horor Kita
Anatomi Racun Diksi: Mengapa Kita Lebih Suka Membedah Fisik daripada Kebijakan?

Berita Terkait

Kamis, 16 April 2026 - 16:07 WIB

Pasanggiri Paduan Suara Puspa Swara Wanoja Sunda Resmi Dibuka, Bogor Jadi Tuan Rumah Babak Penyisihan Wilayah I

Kamis, 16 April 2026 - 12:40 WIB

Lagi! Senat AS Gagal Batasi Wewenang Perang Donald Trump Terhadap Iran

Kamis, 16 April 2026 - 12:33 WIB

Mendiktisaintek Pastikan Perlindungan bagi Korban Pelecehan Seksual di FH UI

Kamis, 16 April 2026 - 12:29 WIB

Eks Kabais Singgung Aturan Pensiun Baru TNI Picu Penyiraman Air Keras

Kamis, 16 April 2026 - 12:27 WIB

Trump Surati China Larang Pasok Iran Senjata, Apa Kata Xi Jinping?

Kamis, 16 April 2026 - 12:22 WIB

Wawalkot Depok Dorong Solusi Fiskal dan Perkuat Dukungan Program Nasional di Forum REBOAN

Kamis, 16 April 2026 - 12:20 WIB

Pemkot Depok Perluas Sekolah Gratis ke PAUD, 33 Lembaga Siap Digratiskan

Kamis, 16 April 2026 - 12:17 WIB

Penataan Kabel Udara di Serua Dipercepat, Target Rampung Jelang HUT ke-27 Kota Depok

Berita Terbaru