Stres di Tengah Santai: Saat Bahasa Feed dan Notifications Memaksa Otak Kita Multitasking

- Reporter

Selasa, 23 Desember 2025 - 10:37 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oleh : Shafira Rakhma Amalia

Apakah Anda pernah menghabiskan akhir pekan dengan bersantai sambil berganti-ganti antara laptop dan ponsel, lalu merasa lebih lelah saat hari Senin tiba? Itu adalah situasi yang aneh, kita tidak mengangkat beban berat, tidak berlari jauh, bahkan tidak berintaksi dengan orang lain, tetapi kita merasa kelelahan. Kita mengalami stres meskipun sedang beristirahat! Pikiran kita terkuras hanya dengan melihat layar dan feed di ponsel.

Kelelahan yang kita alami bukanlah kelelahan fisik biasa. Ini adalah keletihan mental dan kognitif yang disebabkan oleh paparan terus-menerus terhadap informasi di dunia digital. Layar berfungsi sebagai pintu masuk ke dunia yang bergerak dengan sangat cepat, dan otak kita dipaksa untuk menyesuaikan diri dengan kecepatan melebihi batas kemampuannya. Esai ini akan menjelaskan mengapa kegiatan pasif seperti mengecek notifikasi dan melihat feed dapat menyebabkan otak kita terbebani dan mentransfer energi mental kita hingga habis.

Salah satu penyebab utama kelebihan beban otak adalah beban kognitif yang besar. Setiap kali kita menggulir media sosial, kita dihadapkan pada ratusan-bahkan ribuan-potongan informasi, mulai dari berita berat, meme lucu, hingga iklan yang menyasar kita. Otak kita harus melakukan pekerjaan berat dalam waktu singkat: menyaring, menilai relevansi, dan membuang sebagian besar informasi tesebut.

Proses ini dalam psikologi disebut Penyaring Informasi. Kita seringkali tidak menyadari betapa banyak energi yang terbuang hanya untuk memutuskan, “Apakah notifikasi ini penting? Haruskah saya melihat feed ini?” Bahkan, proses scrolling itu sendiri adalah kelelahan keputusan yang berkelanjutan. Setiap pilihan kecil yang kita buat saat berada di depan layar-apakah itu mengabaikan notifikasi, memilih video, atau menjawab obrolan-menguras tenaga mental kita.Ketika proses ini berlangsung terus menerus selama berjam-jam, hasilnya adalah otak yang terbebani, meskipun tubuh kita sedang beristirahat.

Multitasking Semu yang Terpicu Notifikasi Walaupun kita hanya duduk sambil menatap layar, otak kita sebenarnya sedang melakukan banyak tugas secara bersamaan. Kita mungkin berpikir hanya menonton siaran langsung atau membaca feed, tetapi pada saat yang sama, kita mendengarkan notifikasi yang masuk, memikirkan balasan obrolan, dan secara tidak sadar memproses pop-up di layar.

Otak manusia tidak dirancang untuk melakukan banyak tugas sekaligus. Ketika kita berusaha untuk memproses berbagai sumber informasi pada saat yang sama terutama karena gangguan dari notifikasi kita sebenarnya melakukan Peralihan Tugas yang sangat cepat. Kita mengalihkan perhatian dari satu hal ke hal lain berulang kali dalam waktu singkat. Setiap kali peralihan ini terjadi, otak menghabiskan enrgi untuk memproses konteks baru. Kita merasa kelelahan dan dan cemas karena penggunaan energi yang berlebihan akibat perpindahan fokus yang terlalu cepat dan sering, meskipun secara fisika kita tidak melakukan aktivitas apa pun.

Faktor biologis juga berkontribusi besar terhadap kelelahan mental ini, terutama yang berhubungan dengan ritme biologis kita dan sistem penghargaan. Menggulung dan memeriksa notifikasi memicu pelepasan Dopamin, zat kimia yang membuat kita merasa termotivasi dan waspada. Ketika kadar Dopamin, meningkat menjelang tidur, tubuh kita dalam keadaan siaga, bukan relaks.

Selain itu, layar memancarkan cahaya biru yang secara efektif mengurangi produksi melatonin, hormon yang memberi tahu tubuh bahwa saatnya untuk tidur.Akibatnya, kita mengalami kesulitan untuk tidur atau kualitas tidur kita menjadi rendah.Meskipun kita tidur selama delapan jam, kualitasnya tetap buruk karena otak tidak sempat masuk ke fase pemulihan dan istirahat yang mendalam. Kita terbangun dengan rasa lelah yang menetap, dan siklus ini terus berulang, menyebabkan kelelahan kronis yang dipicu oleh pemberitahuan dan umpan informasi.

Kelelahan akibat penggunaan layar juga memiliki aspek emosional yang sering kali diabaikan. Umpan adalah tampilan kehidupan sempurna orang lain-reka ulang momen terbaik yang tanpa filter. Tanpa sadar, kita mulai membandingkan diri kita dengan kehidupan orang lain yang sepertinya lebih baik.
Proses ini sangat menguras energi emosial.Kita merasakan rasa iri, tidak mampu, atau tekanan untuk memenuhi standar yang tidak realistis. Kelelahan emosional ini adalah harga yang kita bayar untuk menggunakan media sosial. Kita merasa lelah bukan karena pekerjaan yang berat, melainkan karena merasa tidak cukup hanya dengan melihat apa yang ditunjukkan orang lain. Ini adalah bentuk keletihan mental yang disebabkan oleh rasa tidak aman yang terus-menerus diaktifkan oleh layar.

Sebelum adanya smartphone, banyak “waktu kosong” yang tidak terstruktur-saat kita menunggu, mengantri, atau hanya menatap langit. Momen tenang ini sangat penting bagi kesehatan mental karena memberi waktu bagi otak untuk beralih ke Jaringan Mode Default (DMN). DMN adalah keadaan di mana otak mengolah ingatan, merenungkan gagasan, dan mengatur perasaan. Ini adalah waktu yang dibutuhkan otak untuk beristirahat dan mengisi kembali energi.

Saat ini, hampir setiap jeda dalam kehidupan kita diisi dengan notifikasi dan umpan informasi. Momen tenang ini hilang. Kita tidak pernah memberikan peluang bagi DMN untuk berfungsi. Akibatnya, kita kehilangan kapasitas untuk mengolah perasaan dengan mendalam dan berpikir kreatif mengenai masalah. Kita selalu berada dalam mode unput dan bukan output. Kelelahan terjadi karena otak kita terus-menerus siaga dan tak pernah beristirahat, membuat kita tertekan bahkan dalam waktu santai.

Kelelahan mental dan stres yang disebabkan oleh penggunaan layar adalah masalah modern yang meluas. Kita perlu menyadari bahwa energi kita itu terbatas, dan setiap kali kita memandang notifikasi dan umpan informasi, energi tersebut terpakai, meskipun kita hanya diam saja.

Untuk merebut kembali energi kita, kita harus berani menetapkan batas yang tegas. Lakukan Digital Detox secara berkala. Dengan sengaja, masukkan waktu kebosanan ke dalam rutinitas harian anda. Izinkan diri Anda untuk tidak menggunakan ponsel saat menunggu atau saat makan. Latih otak Anda untuk fokus pada satu tugas selama minimal 30 menit tanpa gangguan.

Stres saat waktu santai adalah sinyal darurat dari otak kita. Meskipun kita tidak dapat menghentikan aliran informasi, kita dapat mengatur filter yang kita terapkan. Mematikan layar sesekali bukanlah kerugian; itu adalah investasi yang sangat berharga untuk kesehatan mental dan energi kita.

(Penulis : Shafira Rakhma Amalia, Mahasiswa UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Jurusan Bahasa Arab)

Berita Terkait

Masjid Ummahatul Mu’minin, RW 03 Depok Pancoran Mas Kota DepokTebarkan Semangat Keikhlasan dan Kepedulian Melalui Penyembelihan 6 Sapi Kurban
DKM Mushola Al-Mu’min, Sukatani Tapos Depok Tebar Semangat Keikhlasan dan Kepedulian Melalui Pemotongan Hewan Kurban
Dapat Sapi Kurban Presiden, KH Abubakar Madris Mengaku Sempat Tak Percaya
Yuk Mengaji Gratis! Yayasan Insan Gemar Mengaji Nusantara Siapkan Generasi Qur’ani dari Depok untuk Indonesia
Ini Makna Hari Kebangkitan Nasional Dimata Wali Kota Depok, Supian Suri
Kepala DP3AKB Provinsi Jawa Barat, Siska Gerfianti: Keluarga Kuat Kunci Jabar Istimewa
Tiga Jabatan Kepala Dinas di Depok Tak Lagi Dilelang, Pemkot Terapkan Sistem Manajemen Talenta
Komunitas GASS D1 Gelar Family Gathering Sekaligus Tasyakuran Berdirinya Yayasan Baru

Berita Terkait

Sabtu, 30 Mei 2026 - 09:48 WIB

DKM Mushola Al-Mu’min, Sukatani Tapos Depok Tebar Semangat Keikhlasan dan Kepedulian Melalui Pemotongan Hewan Kurban

Jumat, 29 Mei 2026 - 16:25 WIB

SMK BUDHI Warman 2 Gelar Kegiatan Goes To Yogyakarta Tahun 2026 Bersama Dirgantara AIA Tour Travel

Kamis, 28 Mei 2026 - 22:49 WIB

Pesantren Leadership Daarut Tarqiyah Primago Depok Terima 1 Ekor Sapi Hewan Qurban di Hari Raya Idul Adha 1447 H dari UPZ Bazma Pertamina

Kamis, 28 Mei 2026 - 22:30 WIB

Kementrian Agraria dan Tata Ruang Republik Indonesia Salurkan Hewan Kurban ke Pesantren Leadership Daarut Tarqiyah Primago 2026: Keberkahan dan Manfaat Untuk Para Penghafal Qur’an

Kamis, 28 Mei 2026 - 19:46 WIB

Dapat Sapi Kurban Presiden, KH Abubakar Madris Mengaku Sempat Tak Percaya

Rabu, 27 Mei 2026 - 23:03 WIB

Final Project MI Mumtaza Islamic School Tanggerang Selatan ke Yogyakarta Tahun 2026 bersama Dirgantara AIA Tour Travel

Rabu, 27 Mei 2026 - 22:44 WIB

Serunya Magang/PKL Bagi Siswa SMK di CV Dirgantara Sejahtera Bersama (DSB) Depok

Selasa, 26 Mei 2026 - 11:14 WIB

Rihlah MI Tarbiyatusshibyan ke Bandung Tahun 2026 bersama Dirgantara AIA Tour Travel

Berita Terbaru