Kenapa Setan Sekarang Bicara Bahasa Jawa Kromo? Rahasia di Balik Teror Linguistik Film Horor Kita

- Reporter

Minggu, 21 Desember 2025 - 15:37 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oleh : Jumiyati Puspita sari

Pernahkah Kamu menonton film horor Indonesia terbaru seperti __Sewu Dino, Siksa Kubur, atau Janur Ireng_, dan merasa bulu kuduk berdiri justru saat si hantu mulai bicara? Anehnya, mereka tidak berteriak “Aaaaargh”, melainkan bersbisik dalam bahasa daerah yang sangat halus, sangat _kromo_.
Dulu, setan difilm kita mungkin Cuma modal geraman. Tapi sekarang, ada tren baru; *Teror* *Linguistik*. Kenapa penggunaan dialek daerah dan bahasa klasik justru bikin film horor kita naik kelas dan makin seram? Mari kita bedah rahasianya.

1. “Uncanny Valley’’: Saat yang Akrab Terasa Asing
Dalam linguistik dan psikologi, ada istilah Uncanny Valley. Ini adalah perasaan tidak nyaman saat kita melihat sesuatu yang sangat mirip manusia, tapi ada yang “salah”.

Bahasa Jawa halus atau dialek lokal yang medok adalah sesuatu yang akrab di telinga kita. Namun, Ketika bahasa yang seharusnya digunakan untuk kesantunan itu keluar dari mulut entitas gaib ditengah hutan, otak kita mengalami eror. Kesantunan itu berubah menjadi ancaman yang dingin. Rasanya jauh lebih mencekam mendengar hantu berkata, “Monggo pinarak….” (Silakan mampir) daripada sekedar teriakan kasar.

2. Kekuatan “Language of the past” (Bahasa masa lalu)
Film horor Indonesia sering kali mengangkat tema klenik, santet, dan perjanjian kuno. Secara linguistik, penggunaan bahasa daerah kuno (seperti Jawa Kuno atau Sunda Buhun) memberikan efek Otoritas.

Bahasa tersebut terdengar seperti mantra. Bagi penonton modern yang sehari-hari bicara “Gue-Elo” atau bahasa Jaksel, mendengar dialek lokal yang kental menciptakan jarak waktu. Seolah-olah kita sedang berhadapan dengan kekuatan purba yang tidak bisa dilawan oleh logika masa kini. Bahasa disini bukan sekedar alat komunikasi, tapi sebagai “jembatan” menuju dunia lain.

3. Dialektologi: Biar Nggak “Cringe” Lagi
Ingat zaman dulu saat semua karakter difilm horor bicara pakai bahasa Indonesia yang baku dan kaku seperti membaca buku teks? Cringe, kan?

Sekarang, para sutradara mulai sadar akan Dialektologi (ilmu tentang dialek). Dengan menggunakan logat spesifik misalnya logat Jawa Timur yang lugas atau logat pesisiran, film terasa lebih “nyata” atau grounded. Saat penonton percaya bahwa latar tempat dan bahasanya nyata, maka rasa takut yang muncul pun akan terasa lebih nyata. Kita merasa teror itu benar-benar terjadi disebuah desa di Jawa, bukan di set film Jakarta.

4. Identitas Lokal sebagai “Jualan” Utama
Secara sosiolinguistik, tren ini menunjukan bahwa kita mulai bangga dengan keragaman identitas. Bahasa daerah bukan lagi dianggap “ndeso”, melainkan dianggap “eksotis” dan punya nilai estetika tinggi di layar lebar, Film horor menjadi panggung utama dimana kekayaan kosa kata daerah dipamerkan secara epik (meskipun dalam konteks yang bikin merinding)

Kesimpulan
Jadi, lain kali kamu menonton film horor dan mendengarkan karakter setannya bicara pakai bahasa daerah yang kental, sadarilah bahwa kamu sedang “diserang” secara linguistik. Para sineas kita sudah paham bahwa cara tercepat menuju rasa takut bukan Cuma melalui mata, tapi lewat telinga dan pemahaman budaya kita sendiri.

*Ternyata, bahasa daerah tidak hanya membuat kita merasa pulang kerumah, tapi kadanag….. membuat kita ingin cepat-cepat lari dari sana.*

(Penulis : Jumiyati Puspita Sari, Mahasiswa Aktif semester 3 UJN Syarif Hidayatullah Jakarta Prodi Pendidikan Bahasa Arab)

Berita Terkait

Gelar Sekolah Ayah Bunda Spesial, Ini bentuk Apresiasi Warga pada Wali Kota Depok Supian Suri
Selain Infrastruktur dan Pendidikan, Ini Prioritas Wali Kota Depok Supian Suri tahun 2027
Ribuan Pelajar SD Ramaikan Depok Kids Run Festival 2026 di Depok Open Space
Gandeng Primago Consulting, Pesantren Al-Bahjah Rumuskan Blueprint Strategis Penguatan & Pengembangan Lembaga
Tetap Optimis Walau Minim Antusias Warga, Aksi Korve Kebersihan Di RT 004/RW 009 Sukatani.
Pesantren Anak Sholeh (PAS) Baitul Qur’an Ponorogo Gelar Seminar Nasional Character Building Membangun Daya Juang dan Spirit Ruh Mudarris Bersama Primago Consulting Depok
Perkuat Branding & Promosi Kampus, Universitas Darussalam (UNIDA) Gontor Gandeng Primago Consulting Depok
PT AMBPI Perkuat Kedekatan dengan Pelanggan melalui Amazing Build Fest 2 di MARGOCITY

Berita Terkait

Rabu, 4 November 2026 - 13:43 WIB

WORKSHOP EXCLUSIVE CARA UNIK PROMOSI SEKOLAH BERSAMA PRIMAGO CONSULTING TAHUN 2026

Selasa, 3 November 2026 - 18:52 WIB

Gelar Sekolah Ayah Bunda Spesial, Ini bentuk Apresiasi Warga pada Wali Kota Depok Supian Suri

Selasa, 3 November 2026 - 09:16 WIB

Selain Infrastruktur dan Pendidikan, Ini Prioritas Wali Kota Depok Supian Suri tahun 2027

Senin, 2 November 2026 - 14:00 WIB

Ribuan Pelajar SD Ramaikan Depok Kids Run Festival 2026 di Depok Open Space

Senin, 2 November 2026 - 13:33 WIB

Gandeng Primago Consulting, Pesantren Al-Bahjah Rumuskan Blueprint Strategis Penguatan & Pengembangan Lembaga

Jumat, 30 Oktober 2026 - 15:02 WIB

Ini dia 3 Kampus Islam Terbaik dan Terbesar di Kabupaten Ponorogo, Ada Kampus yang berbasis Pesantren

Jumat, 30 Oktober 2026 - 15:00 WIB

Pesantren Anak Sholeh (PAS) Baitul Qur’an Ponorogo Gelar Seminar Nasional Character Building Membangun Daya Juang dan Spirit Ruh Mudarris Bersama Primago Consulting Depok

Jumat, 30 Oktober 2026 - 08:21 WIB

Perkuat Branding & Promosi Kampus, Universitas Darussalam (UNIDA) Gontor Gandeng Primago Consulting Depok

Berita Terbaru

Penanaman pohon Tabebuya di separator Jalan Margonda Raya, Kamis (16/04/26). (Foto: Diskominfo Depok)

Berita Depok

Hijaukan Kota, Depok Tanam Ratusan Pohon Sepanjang Oktober

Rabu, 4 Nov 2026 - 14:03 WIB

Kapolres Metro Depok didampingi oleh Pejabat Utama (PJU) Polres Metro Depok serta personel Polisi Wanita (Polwan) saat foto bersama Siti Fatimah Azzahra. (Foto : Dokumentasi Humas Polres Metro Depok)

Berita Depok

Mahasiswi UI Dijambret, Kapolres Metro Depok Minta Warga Waspada

Rabu, 4 Nov 2026 - 13:59 WIB

DPUPR Kota Depok telah merampungkan rekonstruksi Jalan Sawangan Permai. (Foto: Diskominfo)

Berita Depok

Rampung 100%! Jalan Sawangan Permai Kini Lebih Mulus dan Nyaman

Rabu, 4 Nov 2026 - 13:53 WIB