

Pemerintah Kota Depok menunjukkan komitmennya dalam memperkuat literasi media di kalangan masyarakat. Melalui sinergi dengan Lembaga Sensor Film (LSF), Pemkot Depok secara aktif mendukung Gerakan Nasional Budaya Sensor Mandiri (GNBSM) sebagai upaya mengedukasi publik agar lebih selektif dalam memilih tontonan.
Dukungan tersebut ditegaskan langsung oleh Wakil Wali Kota Depok, Chandra Rahmansyah, dalam acara pemutaran film dan sosialisasi literasi yang digelar di CGV Depok Mall. Menurutnya, inisiatif ini menjadi momentum penting untuk membiasakan masyarakat memilah tayangan yang sesuai dengan batasan usia, bukan sekadar mengikuti tren tontonan semata.
Lebih dari sekadar media hiburan, film dinilai memiliki peran strategis dalam membentuk pola pikir dan karakter generasi muda. Cerita-cerita yang diangkat dalam sinema sering kali mencerminkan dinamika sosial kehidupan sehari-hari, sehingga berpotensi menjadi sarana edukasi yang efektif jika dikonsumsi dengan tepat.
Chandra juga menyoroti bagaimana tontonan yang edukatif dapat membantu memberikan sudut pandang baru terkait persoalan remaja, seperti meminimalkan risiko kenakalan akibat buntunya komunikasi. Dengan hadirnya film yang relevan dan ramah usia, pesan moral yang ingin disampaikan dapat diserap masyarakat secara lebih alami.
Kota Depok sendiri dinilai memiliki ekosistem yang sangat mendukung tumbuh kembang industri perfilman nasional. Didukung fasilitas bioskop yang memadai serta antusiasme warga yang tinggi, wilayah ini memiliki potensi besar untuk menjadi basis penguatan literasi tontonan berbasis komunitas.
Melalui kolaborasi antara pemerintah daerah, LSF, dan para pelaku industri, diharapkan budaya sensor mandiri ini tak berhenti sebagai imbauan formal semata. Kesadaran kolektif dari setiap keluarga untuk menyaring tontonan diharapkan mampu menjadi fondasi dalam melahirkan generasi yang lebih kritis dan berkarakter.
Sumber Berita: Berita Depok















