
Siarandepok.com – Pekerjaan pelebaran Jalan Enggram dan Jalan Pemuda yang baru berjalan sekitar satu bulan menunjukkan perkembangan positif. Hingga saat ini, progres proyek telah mencapai sekitar 15 persen dan dinilai sesuai dengan target yang telah ditetapkan.
Konsultan pelaksana proyek, Muhammad Nur, menjelaskan bahwa pekerjaan yang telah diselesaikan meliputi pembangunan turap, saluran drainase di sisi jalan, serta konstruksi jembatan di Jalan Pemuda.
“Saat ini progres pekerjaan berada di kisaran 15 persen. Fokus kami masih pada penyelesaian drainase, turap penahan badan jalan, dan pembangunan jembatan di Jalan Pemuda,” ujarnya.
Menurutnya, capaian tersebut tergolong baik mengingat tahap awal proyek jalan umumnya membutuhkan waktu lebih lama. Pada fase ini, berbagai pekerjaan persiapan harus diselesaikan sebelum memasuki pembangunan badan jalan.
“Proses awal dan tahap akhir merupakan bagian yang paling krusial dalam proyek konstruksi karena memerlukan waktu dan ketelitian lebih dibanding tahapan lainnya,” jelasnya.
Hal senada disampaikan mandor proyek, Haridin. Ia mengatakan, setelah pekerjaan awal selesai, proses konstruksi berikutnya diperkirakan dapat berjalan lebih cepat, meski tahap penyelesaian akhir nantinya juga akan memerlukan waktu yang cukup panjang.
“Jika tahapan awal sudah rampung, pekerjaan selanjutnya akan lebih cepat. Namun, pada proses finishing tetap membutuhkan waktu agar hasilnya maksimal,” katanya.
Haridin optimistis seluruh pekerjaan pelebaran Jalan Enggram dan Jalan Pemuda dapat diselesaikan sesuai jadwal, bahkan ditargetkan rampung sebelum akhir Desember 2026 apabila kondisi cuaca tetap mendukung.
“Insya Allah sebelum akhir Desember seluruh pekerjaan selesai, apalagi jika cuaca terus bersahabat seperti sekarang,” ungkapnya.
Sementara itu, Direktur PT Lagoa Nusantara selaku kontraktor pelaksana, Wismarck Tiller, menjelaskan bahwa pihaknya masih menunggu arahan dari pemerintah daerah terkait empat bangunan yang hingga kini belum dibongkar.
“Kami menunggu instruksi dari pemerintah. Jika sudah ada perintah pembongkaran, kami akan segera melaksanakannya. Selama belum ada arahan resmi, bangunan tersebut tidak akan kami sentuh,” tegas Wismarck.















