
Fluktuasi harga bahan pokok kerap menjadi kendala harian bagi masyarakat perkotaan. Menanggapi situasi tersebut, Pemerintah Kota Depok mendorong warga untuk lebih proaktif menciptakan kemandirian pangan berskala rumah tangga dari lingkungan terdekat.
Wakil Wali Kota Depok, Chandra Rahmansyah, mengimbau masyarakat agar tidak membiarkan lahan-lahan kosong di sekitar kediaman mereka menganggur. Menurutnya, sudut pekarangan yang ada dapat diolah menjadi area produktif penopang kebutuhan sehari-hari.
Pendekatan ini difokuskan pada penanaman tanaman dapur sederhana, seperti cabai, bawang, tomat, dan terong. Komoditas tersebut relatif mudah dibudidayakan serta tidak menuntut ruang tumbuh yang luas maupun perawatan yang rumit.
Penerapan urban farming dianggap sebagai langkah wajar mengingat karakteristik Kota Depok yang kian padat. Laju pertumbuhan penduduk yang pesat berbanding lurus dengan makin menyusutnya lahan pertanian konvensional.
Oleh sebab itu, metode bercocok tanam perkotaan berbasis partisipasi warga menjadi strategi yang tepat untuk diterapkan secara meluas. Efisiensi ruang dan teknik penanaman yang fleksibel memungkinkan tiap keluarga menjaga ketercukupan bahan pangan mandiri.
Inisiatif sederhana yang dimulai dari pekarangan rumah ini diharapkan mampu menekan ketergantungan pada dinamika harga pasar, sekaligus membangun ketahanan pangan lokal yang lebih tangguh dan berkelanjutan.
Sumber Berita: Portal Berita Resmi Pemerintah Kota Depok















