Inilah Keutamaan Makan Dalam Satu Nampan Seperti yang Diajarkan Rasulullah SAW

- Reporter

Selasa, 22 November 2022 - 11:15 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SiaranDepok.com – Makan bersama merupakan salah satu ajaran Rasulullah SAW yang penuh keberkahan. Bahkan ada keutamaan dari makan bersama dalam satu nampan.

Makan bersama dalam satu nampan sudah menjadi tradisi dalam budaya Arab. Namun, hal tersebut tidak hanya populer di Arab saja, melainkan di Indonesia juga.

Biasanya makan bersama dalam satu nampan ini kerap dilakukan oleh para santri dan santriwati di pesantren. Kebiasaan makan tersebut dikenal dengan istilah mayoran.

Makan bersama itu jika disamakan dengan tradisi Indonesia, tidak jauh berbeda dengan ngeliwet yang berasal dari Jawa Barat. Ketika ngeliwet, para masyarakat akan duduk lesehan mengitari makanan dan makan bersama.

Rupanya makan bersama dalam satu wadah ini pernah diajarkan oleh Nabi Muhammad SAW. Bahkan tercatat dalam sebuah hadits yang datang dari sahabat Wahsyi bin Harb dan diriwayatkan oleh Abu Dawud:

“Bahwasannya para sahabat bertanya kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, ‘(Mengapa) kita makan tetapi tidak kenyang?” Rasulullah balik bertanya, ‘Apakah kalian makan sendiri-sendiri?’

Mereka menjawab, ‘Ya (kami makan sendiri-sendiri)’. Rasulullah pun menjawab, ‘Makanlah kalian bersama-sama dan bacalah basmalah, maka Allah akan memberikan berkah kepada kalian semua’,” (HR. Abu Dawud)

Keutamaan makan bersama dalam satu nampan juga pernah dijelaskan oleh Buya Yahya.

“Kalau kalian makan berempat misalnya di naman, kamu jangan jadi orang yang pertama keluar dari nampan tersebut. Biasanya takut nyuci piring,” ujar Buya Yahya.

Lanjutnya, Buya Yahya juga menjelaskan bahwa kita harus niatkan hati kita untuk membantu saudara dengan mencuci piring selepas makan bersama.

“Harusnya berniat aku akan khidmah untuk sahabatku. Dimulai dari sifat menolong saudaranya, tapi ada sifat jelek belum apa-apa udah kabur,” ujarnya.

Ada banyak keberkahan yang diperoleh dari makan bersama dalam satu nampan. Nabi Muhammad SAW mengatakan bahwa semakin banyak tangan maka akan semakin berkah.

Berita Terkait

Bahasa Ibu: Tersisih di Rumah Sendiri
BBM dan Bahasa Kekuasaan: Ketika Pernyataan Menteri Menguji Psikologi Publik
Logat Jawa: Kesalahan Berbahasa atau Identitas Linguistik?
Stres di Tengah Santai: Saat Bahasa Feed dan Notifications Memaksa Otak Kita Multitasking
EYD di Tengah Tren Mengetik Gaul: Menemukan Kembali Standar Berbahasa
MENGAPA PIKIRAN DAN UCAPAN TIDAK SEJALAN? PERSPEKTIF PSIKOLIGUISTIK
Kenapa Setan Sekarang Bicara Bahasa Jawa Kromo? Rahasia di Balik Teror Linguistik Film Horor Kita
Anatomi Racun Diksi: Mengapa Kita Lebih Suka Membedah Fisik daripada Kebijakan?

Berita Terkait

Rabu, 15 April 2026 - 13:01 WIB

Harga Avtur Meroket, Presiden Prabowo Pasang Badan: Tambahan Biaya Haji Tak Boleh Bebani Jemaah!

Rabu, 15 April 2026 - 12:47 WIB

Pahit! Drama Metropolitano: Barcelona Menang di Kandang Atletico, Namun Gagal ke Semifinal

Rabu, 15 April 2026 - 09:32 WIB

Iran Ejek Trump Gagal Blokade Laut: Selat Hormuz Bukan Media Sosial

Rabu, 15 April 2026 - 09:29 WIB

Apa yang Disepakati dari Pertemuan Sjafrie dan Menteri Perang AS di Pentagon?

Rabu, 15 April 2026 - 09:26 WIB

Menlu Iran-Utusan AS Diklaim Hampir Baku Hantam saat Nego, Gegara Apa?

Rabu, 15 April 2026 - 08:04 WIB

2.423 Jemaah Haji Depok Siap Berangkat, Enam Kloter Diberangkatkan Mulai 22 April 2026

Rabu, 15 April 2026 - 08:01 WIB

Diskarpus Depok Genjot Digitalisasi Buku Letter C di 17 Kelurahan Tahun 2026

Rabu, 15 April 2026 - 07:59 WIB

Jelang HUT ke-27, PUPR Depok Masifkan Penataan Kabel Udara di Berbagai Titik Strategis

Berita Terbaru

Berita Pilihan

Iran Ejek Trump Gagal Blokade Laut: Selat Hormuz Bukan Media Sosial

Rabu, 15 Apr 2026 - 09:32 WIB