Bolehkah Kita Makan Makanan yang Sudah Dicium Oleh Kucing?

- Reporter

Selasa, 22 November 2022 - 11:10 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SiaranDepok.com – Kucing sering sekali mengendus-endus makanan manusia. Apakah makanan tersebut akan halal jika dikonsumsi? Ini penjelasan Buya Yahya.

Kucing hidup di sekeliling kehidupan manusia. Maka tidak heran jika kucing sering mendatangi kita ketika melakukan hal apapun, termasuk saat sedang makan. Sering juga kucing mengendus makanan kita.

Hal tersebut membuat hidung atau mulut kucing bersentuhan dengan makanan. Sementara itu kita tidak tahu, apakah kucing tersebut bersih atau tidak. Bisa jadi kucing itu habis makan bangkai yang najis.

Apakah makanan yang sudah dicium atau diendus oleh kucing itu tetap boleh dimakan? Atau justru berubah statusnya menjadi najis?

Buya Yahya menerangkan bahwa makanan yang dicium atau diendus oleh kucing boleh dimakan dan tidak akan berubah menjadi najis. Meski kucing itu baru saja makan bangkai yang najis sekalipun.

“Ulama menjelaskan kalau kucing makan bangkai yang najis, kemudian ia hilang sekejap dari mata kita lalu kembali lagi, mereka sudah dianggap suci,” ujar Buya Yahya.

Jangankan diendus atau dicium kucing, makanan yang sudah digigit kucing pun boleh dimakan. Namun, Buya Yahya menyarankan untuk berbagi makanan dengan kucing.

Lagi pula, ada keutamaan tersendiri dari memberi makan kucing. Mengingat kucing adalah hewan kesayangan Rasulullah SAW. Memberi makan kucing bahkan bisa memberikan pahala dan menambah rezeki.

“Pada setiap sedekah kepada makhluk yang memiliki hati (jantung) yang hidup, akan dapatkan pahala kebaikan. Seorang muslim yang menanam tanaman atau tumbuh-tumbuhan yang kemudian dimakan oleh burung-burung, manusia, atau binatang, maka baginya sebagai sedekah,” (HR. Bukhari dan Muslim).

Nabi Muhammad SAW juga pernah ditanya oleh seorang sahabatnya, apakah berbuat baik kepada binatang dapat memberikan pahala, seperti memberi makan kucing misalnya.

Rasulullah SAW menjawab, “Di dalam setiap apa yang bernyawa ada pahalanya,” (HR. Bukhari & Muslim).

Berita Terkait

SPMB 2026–2027 RESMI DIBUKA! Pesantren Leadership Daarut Tarqiyah Primago (Akreditasi B)
Bahasa Ibu: Tersisih di Rumah Sendiri
BBM dan Bahasa Kekuasaan: Ketika Pernyataan Menteri Menguji Psikologi Publik
Logat Jawa: Kesalahan Berbahasa atau Identitas Linguistik?
Stres di Tengah Santai: Saat Bahasa Feed dan Notifications Memaksa Otak Kita Multitasking
EYD di Tengah Tren Mengetik Gaul: Menemukan Kembali Standar Berbahasa
MENGAPA PIKIRAN DAN UCAPAN TIDAK SEJALAN? PERSPEKTIF PSIKOLIGUISTIK
Kenapa Setan Sekarang Bicara Bahasa Jawa Kromo? Rahasia di Balik Teror Linguistik Film Horor Kita

Berita Terkait

Rabu, 29 April 2026 - 09:45 WIB

Kecamatan Pancoran Mas bersama FKUB dan Kemenag Kota Depok Gelar Harmonisasi Tokoh Agama dan Tokoh Masyarakat 

Rabu, 29 April 2026 - 09:43 WIB

Warga Sampaikan Keluhan Air, Lurah Pondok Cina Jembatani dengan PT Tirta Asasta Depok (Perseroda)

Rabu, 29 April 2026 - 09:41 WIB

Wawalkot Depok Hadiri Pelantikan PGPI, Dorong Penguatan Pelayanan Umat

Rabu, 29 April 2026 - 09:39 WIB

787 Usulan RTLH 2026 Diverifikasi, Dinas Perumahan dan Permukiman Kota Depok Pastikan Tepat Sasaran

Rabu, 29 April 2026 - 09:19 WIB

Pesantren Leadership Daarut Tarqiyah Primago Depok Bangun Ekosistem Transaksi Cashless dan Digitalisasi Program Pesantren

Selasa, 28 April 2026 - 15:20 WIB

Jabar Perkuat Kolaborasi Lintas Lembaga untuk Perlindungan Perempuan dan Anak

Selasa, 28 April 2026 - 15:16 WIB

Penyaluran BPNT di Serua Capai 1.114 KPM, Dibagi Bertahap Demi Kelancaran

Selasa, 28 April 2026 - 15:12 WIB

Saba RW Darminduk Hadir di Jatimulya, Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kota Depok Permudah Layanan Adminduk Sehari Jadi

Berita Terbaru