Ganda Putri Indonesia Ana/Tiwi Gagal Melaju ke Perempat Final Australian Open 2022

- Reporter

Jumat, 18 November 2022 - 11:10 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SiaranDepok.com – Ganda Putri Indonesia Febriana Dwipuji Kusuma/Amalia Cahaya Pratiwi, kalah di babak 16 besar Australian Open 2022. Ganda putri Indonesia dikalahkan oleh Rena Miyaura/Ayako Sakuramoto wakil Jepang.

Bermain di Quay Centre, Sydney Olympic Park, Sydney. Ana/Tiwi sempat menunjukan permainan cepat lebih dulu di awal gim pertama. Itu membuat mereka bisa memimpin.

Keunggulan wakil Indonesia ini semakin menjauh menjelang akhir interval pertama. Mereka mencetak tiga angka beruntun beberapa kali hingga bisa unggul 10-5.

Sayangnya setelah memulai interval kedua, Ana/Tiwi kehilangan fokus dan justru menjadi tertekan. Mereka sampai kecolongan sembilan angka beruntun sehingga lawan berbalik unggul menjadi 14-10.

Perlahan Ana/Tiwi mencoba menyusul yang diawali dari kesalahan lawannya. Namun, mereka sudah tertinggal terlalu jauh sampai akhirnya kalah di gim pertama dengan skor 16-21.

Ana/Tiwi terlihat berambisi memperbaiki kesalahan gim pertama di gim kedua. Mereka menciptakan keunggulan lebih dulu dalam 6 poin pertama.

Sayangnya, mereka kembali kena comeback saat Miyaura/Sakuramoto mencetak enam angka beruntun. Imbasnya, dari unggul 6-3, Ana/Tiwi balik tertinggal menjadi 6-9.

Ana/Tiwi tampak kesulitan membangun kesempatan untuk mengatasi keadaan. Mereka semakin tertinggal di interval kedua dari 10-12 menjadi 10-16.

Tidak butuh waktu lama bagi Miyaura/Sakuramoto untuk mengakhiri permainan. Mereka mencetak angka beruntun berikutnya untuk menutup gim kedua 21-13.

Berita Terkait

Bahasa Ibu: Tersisih di Rumah Sendiri
BBM dan Bahasa Kekuasaan: Ketika Pernyataan Menteri Menguji Psikologi Publik
Logat Jawa: Kesalahan Berbahasa atau Identitas Linguistik?
Stres di Tengah Santai: Saat Bahasa Feed dan Notifications Memaksa Otak Kita Multitasking
EYD di Tengah Tren Mengetik Gaul: Menemukan Kembali Standar Berbahasa
MENGAPA PIKIRAN DAN UCAPAN TIDAK SEJALAN? PERSPEKTIF PSIKOLIGUISTIK
Kenapa Setan Sekarang Bicara Bahasa Jawa Kromo? Rahasia di Balik Teror Linguistik Film Horor Kita
Anatomi Racun Diksi: Mengapa Kita Lebih Suka Membedah Fisik daripada Kebijakan?

Berita Terkait

Jumat, 23 Januari 2026 - 14:42 WIB

Mebeler SMPN 3 Segera Terpenuhi, Pemkot Depok Gandeng BJB

Jumat, 23 Januari 2026 - 13:31 WIB

Hujan Lebat Guyur Depok, DPUPR Ingatkan Warga Waspadai Banjir dan Longsor

Jumat, 23 Januari 2026 - 13:11 WIB

Dekopinwil Jabar Dorong Keterlibatan Generasi Muda dalam Koperasi di Kota Depok

Jumat, 23 Januari 2026 - 13:06 WIB

SDN Kalibaru 1 Depok Dibobol Maling: 8 Laptop dan 5 Proyektor Raib, Pintu Teralis Dirusak!

Jumat, 23 Januari 2026 - 13:02 WIB

Tegaskan Kontinuitas, Presiden Prabowo: Rezim Baru Akan Selalu Bayar Utang Rezim Sebelumnya

Jumat, 23 Januari 2026 - 12:53 WIB

Gedung Posyandu Dahlia RW 06 Diresmikan, Perkuat Layanan Kesehatan Warga Cinere

Jumat, 23 Januari 2026 - 12:32 WIB

SIAGA! Kota Depok Masuk Level Awas Hujan Ekstrem, Warga Diminta Waspada Angin Kencang

Jumat, 23 Januari 2026 - 12:28 WIB

Musrenbang Pondok Cina Sepakati Pemerataan Pembangunan RW Tahun 2027

Berita Terbaru

Berita

Mebeler SMPN 3 Segera Terpenuhi, Pemkot Depok Gandeng BJB

Jumat, 23 Jan 2026 - 14:42 WIB