Mengenal Syekh Muhammad Yusuf Ulama penyebar Islam di Kota Depok

- Reporter

Kamis, 15 September 2022 - 12:05

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SiaranDepok.com – Bagi warga Depok, makam KH. Muhammad Yusuf atau dikenal dengan Syekh Muhammad Yusuf sudah tidak asing lagi. Makam pahlawan Nasional yang namanya tidak terabadikan ini merupakan pejuang Kemerdekaan sekaligus Ulama penyebar dakwah Islam di Kota Depok.

Atas tindakan dan perjuangannya, makam Syekh Muhammad Yusuf siap untuk dijadikan Situs Cagar Budaya. Hal ini diperkenankan Ki Santang Salaka Domas atau Ustadz Fachruddin Soleh, cicit dari Syech Muhammad Yusuf.

“Kita menerima dan setuju ketika tim cagar budaya dari Dinas pariwisata Kota Depok akan menjadikan makam Syekh Muhammad Yusuf ini menjadi situs cagar budaya. Saya rasa itu sebagai penguat bahwa kita ini wajib mengingat perjuangan para pahlawan dan pejuang kemerdekaan,”ujarnya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menurutnya, beliau adalah pahlawan Nasional memimpin pasukan Hizbullah dalam mengusir penjajah Belanda. Ia menambahkan, salah satu perannya untuk memusnahkan batas lapangan Banteng Batavia Jakarta. Selain itu juga, memimpin pasukan membebaskan Karasidenan Depok. “Setelah sukses memusnahkan batalion 10 di lapangan Banteng markas Belanda di Batavia. Selanjutnya, beliau menuju ke Depok untuk membumihanguskan Karesidenan Depok tapi tidak menghancurkan orangnya.

karena, menyebarkan Islam Rahmatan Lil Alamin,”ujarnya.

Dikatakannya, Syekh Muhammad Yusuf merupakan generasi ke-12 dari Prabu Siliwangi. Ia menambahkan, beliau lahir pada 1857 wafat 1971 (usia 114 tahun). “Biasanya, ramai berdatangan pengunjung pada malam Jum’at. Jejak peninggalan selain Masjid dan lembaga pendidikan, juga benda pusaka masih tersimpan rapih,” ujarnya.

Sementara itu, Ary Sulistyo dari tim Ahli Cagar Budaya Kota Depok mengungkapkan saat ini proses menjadikan makam sebagai situs cagar budaya. Menurutnya, selain ada nilai sejarahnya juga kriterianya sudah memenuhi persyaratan. “Kita akan usulkan untuk tingkat Nasional. Sebab, kriterianya sudah memenuhi syarat,”tandasnya.

<

Berita Terkait

Apakah Kita Masih Fitri?
Strategi Dakwah : Wajah Islam Tergantung Pada Dakwah
ZONA MADINA BERSAMA ISLAMIC RELIEF INDONESIA GELAR DAKWAH KEMANUSIAAN UNTUK PALESTINA
Akhirnya Setelah 3 Tahun lamanya, Ganda Campuran Rinov/Pita berhasil harumkan Indonesia di Spain Master 2024
Tips agar rumah tetap aman saat di tinggal mudik
Ingin Menghindari Lemak Saat Lebaran? Berikut Beberapa Resep Menu Lebaran Tanpa Santan
Ketupat Makanan Khas Di Indonesia saat Lebaran, berikut Makna ketupat Lebaran dan cara membuatnya
Dai-Daiyah Muda NU Trenggalek Antusias Ikuti Literasi Digital LD PBNU

Berita Terkait

Senin, 15 April 2024 - 10:57

LPM Aktif dan Non Aktif Dukung Supian Suri Jadi Walikota Depok 2024

Senin, 15 April 2024 - 10:22

3 Periode Berkuasa, Mazhab HM Ungkap Mohammad Idris Faktor Kemenangan PKS Depok

Jumat, 12 April 2024 - 06:00

Apakah Kita Masih Fitri?

Senin, 8 April 2024 - 09:21

Strategi Dakwah : Wajah Islam Tergantung Pada Dakwah

Jumat, 5 April 2024 - 10:45

Gelar Puncak Acara Ramadhan, Zona Madina Ajak Masyarakat Mensyukuri Segala Hal

Senin, 1 April 2024 - 16:00

Akhirnya Setelah 3 Tahun lamanya, Ganda Campuran Rinov/Pita berhasil harumkan Indonesia di Spain Master 2024

Senin, 1 April 2024 - 12:34

Tips agar rumah tetap aman saat di tinggal mudik

Senin, 1 April 2024 - 11:10

Ingin Menghindari Lemak Saat Lebaran? Berikut Beberapa Resep Menu Lebaran Tanpa Santan

Berita Terbaru

Artikel

Apakah Kita Masih Fitri?

Jumat, 12 Apr 2024 - 06:00

Artikel

Strategi Dakwah : Wajah Islam Tergantung Pada Dakwah

Senin, 8 Apr 2024 - 09:21