Alasan Rasulullah Tidak Perbolehkan Makan dan Minum Sambil Bersandar

- Reporter

Selasa, 22 November 2022 - 11:20 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SiaranDepok.com – Makan dan minum sambil duduk bersandar memang sering dilakukan. Namun sayang, makan dan minum dalam keadaan bersandar justru dilarang Rasulullah SAW.

Islam mempunyai aturan dalam adab ketika saat makan dan minum. Selama ini kita sudah paham betul, bahwa makan dan minum sebaiknya dilakukan menggunakan tangan kanan, duduk, tidak tergesa-gesa dan lainnya.

Tidak hanya itu, ternyata ada posisi makan dan minum yang dilarang oleh Nabi Muhammad SAW. Posisi tersebut adalah sambil bersandar. Nabi Muhammad SAW bersabda :

“Aku tidak makan dalam keadaan bersandar,” (HR. Bukhari: 5339).

Hal ini juga dijelaskan oleh Ustaz Dzulqarnain M. Sunusi.

“Bersandar itu sifat orang yang bermegah-megahan dengan nikmat,” ujarnya.

Selain itu, hadis dari Anas ra berkata, “Aku pernah melihat Nabi Muhammad SAW duduk dalam keadaan iq’a (duduk di atas tumit dengan menegakkan betisnya) sambil memakan kurma,” (HR. Muslim: 2044 dan Abu Dawud: 3771).

Nabi Muhammad SAW melarang umatnya makan dan minum sambil bersandar bukan tanpa alasan. Adab makan ini ternyata mempunyai manfaat. Sebab makan dan minum sambil bersandar bisa membahayakan.

Posisi itu bisa menghalangi proses masuknya makanan secara alami dalam kondisi yang wajar. Dengan begitu, makanan akan sulit menuju lambung sehingga akan menekan lambung dan lambung pun tidak siap menerima makanan.

Jadi, hukum makan dan minum dalam posisi bersandar adalah makruh. Makan dan minum sambil bersandar diperbolehkan bagi seseorang yang tidak memungkinkan makan dengan posisi tegak, misalnya orang yang sakit.

Berita Terkait

SPMB 2026–2027 RESMI DIBUKA! Pesantren Leadership Daarut Tarqiyah Primago (Akreditasi B)
Bahasa Ibu: Tersisih di Rumah Sendiri
BBM dan Bahasa Kekuasaan: Ketika Pernyataan Menteri Menguji Psikologi Publik
Logat Jawa: Kesalahan Berbahasa atau Identitas Linguistik?
Stres di Tengah Santai: Saat Bahasa Feed dan Notifications Memaksa Otak Kita Multitasking
EYD di Tengah Tren Mengetik Gaul: Menemukan Kembali Standar Berbahasa
MENGAPA PIKIRAN DAN UCAPAN TIDAK SEJALAN? PERSPEKTIF PSIKOLIGUISTIK
Kenapa Setan Sekarang Bicara Bahasa Jawa Kromo? Rahasia di Balik Teror Linguistik Film Horor Kita

Berita Terkait

Rabu, 29 April 2026 - 15:15 WIB

Buku Panduan Cara Unik Promosi Sekolah Karya Dr Awaluddin Faj, M.Pd

Rabu, 29 April 2026 - 15:12 WIB

Best Seller Buku Panduan Masuk Pondok Modern Darussalam Gontor

Rabu, 29 April 2026 - 09:45 WIB

Kecamatan Pancoran Mas bersama FKUB dan Kemenag Kota Depok Gelar Harmonisasi Tokoh Agama dan Tokoh Masyarakat 

Rabu, 29 April 2026 - 09:43 WIB

Warga Sampaikan Keluhan Air, Lurah Pondok Cina Jembatani dengan PT Tirta Asasta Depok (Perseroda)

Rabu, 29 April 2026 - 09:41 WIB

Wawalkot Depok Hadiri Pelantikan PGPI, Dorong Penguatan Pelayanan Umat

Rabu, 29 April 2026 - 09:19 WIB

Pesantren Leadership Daarut Tarqiyah Primago Depok Bangun Ekosistem Transaksi Cashless dan Digitalisasi Program Pesantren

Selasa, 28 April 2026 - 15:23 WIB

SMK Keluarga Widuri Gelar Tour Wisata Edukasi Bromo, Malang Jogja Tahun 2026 Bersama Dirgantara IAI Tour Travel Depok

Selasa, 28 April 2026 - 15:20 WIB

Jabar Perkuat Kolaborasi Lintas Lembaga untuk Perlindungan Perempuan dan Anak

Berita Terbaru

Berita Pilihan

Buku Panduan Cara Unik Promosi Sekolah Karya Dr Awaluddin Faj, M.Pd

Rabu, 29 Apr 2026 - 15:15 WIB

Berita Pilihan

Best Seller Buku Panduan Masuk Pondok Modern Darussalam Gontor

Rabu, 29 Apr 2026 - 15:12 WIB