FILOSOFI SILATURAHMI

- Reporter

Senin, 14 April 2025 - 22:05 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oleh: Syamsul Yakin (Penulis Buku “Tafsir Surah Ar-Rahman”)

Secara etimologis, silaturahmi dan silaturahim adalah dua kata yang semakna. Kedunya berasal dari bahasa Arab yang berarti jalinan kasih sayang, hubungan kasih sayang, dan yang semakna dengan keduanya. Silaturahim lebih sering diucapkan dalam kegiatan keagamaan dan karena itu terasa lebih sakral. Sedangkan silaturahmi adalah kata serapan yang keluar dari lidah orang Indonesia yang bermakna persaudaraan dan persahabatan.

Secara ontologis, silaturahim adalah bahasa agama untuk menunjukkan jalinan kasih sayang di antara sanak saudara yang masih ada hubungan darah. Seperti anak kepada orangtua, adik kepada kakak, keponakan kepada paman, cucu kepada kakek-nenek. Sedangkan silaturahmi adalah bahasa pergaulan yang sudah menjadi bahasa Indonesia dan diserap dari bahasa Arab. Kata ini menujukkan makna persaudaraan dan persahabatan yang dibangun melintasi batas hubungan darah.

Bentuk-bentuk silaturahmi adalah halal bi halal warga pada suatu kampung. Reunian sekolah atau pesantren. Buka puasa barsama teman sekantor. Bahkan komunikasi melalui grup media sosial dapat dikatakan sebagai sebuah jalinan silaturahmi.

Sejatinya, makna tertinggi silaturahmi adalah untuk memenuhi kebutuhan batin manusia yang tidak ingin merasa sepi, terasing, dan jauh dari sanak keluarga. Jalinan kasih sayang merupakan nutrisi hati yang mampu memotivasi hidup dan bekerja secara lebih produktif. Mudik ke kampung halaman dimotivasi oleh semangat silaturahmi ini. Manusia yang resah dan kering-kerontang jiwanya dapat melakukan terapi silaturahmi.

Secara epistemologis, dalil tentang silaturahmi dapat ditemui dalam al-Qur’an dan hadits. Artinya, sumber pengetahuan yang dapat dirujuk untuk melaksanakan silaturahmi dapat menggunakan metode bayani. Metode bayani menjelaskan persoalan silaturahmi dari ayat-ayat al-Qur’an yang diperjelas oleh ayat lain, atau ayat al-Qur’an yang diperjelas oleh hadits Nabi SAW, atau hadits Nabi SAW yang diperjelas oleh hadits Nabi SAW yang lain.

Misalnya, Nabi SAW bersabda, “Barangsiapa yang ingin dilapangkan rezekinya dan dipanjangkan umurnya, hendaklah dia menjalin silaturahmi” (HR. Bukhari). Tentang makna silaturahmi dalam hadits ini, diperjelas oleh Nabi SAW dalam hadits yang lain. Umpamanya, “Orang yang menjalin silaturahmi bukanlah orang yang membalas kebaikan orang lain dengan kebaikan yang sama, namun orang yang menjalin silaturahmi adalah orang yang menjalin kembali silaturahmi yang sempat terputus” (HR. Bukhari).

Dalam hadits Nabi SAW yang lain, diungkapkan juga mengenai balasan bagi pemutus silaturahmi, “Tidak akan masuk surga orang yang memutus silaturahmi” (HR. Bukhari).

Secara aksiologis, terdapat banyak manfaat silaturahmi. Kalau diperhatikan dari hadits-hadits di atas, manfaat silaturahmi terbagi dua. Pertama, manfaat dalam kehidupan dunia seperti dilapangkan rezeki. Ini terjadi karena adanya komunikasi dan interaksi sehingga ada tukar-menukar pikiran (gagasan), barang, dan jasa. Begitu pula manfaat dipanjangkan umur, baik secara harfiah yang berarti umurnya memang benar-benar panjang, maupun secara maknawi yang berarti hidupnya berkah kendati umurnya tidak panjang.

Kedua, manfaat dalam kehidupan akhirat berupa dimasukkan ke dalam surga oleh Allah SWT. Pemahaman seperti ini didasarkan atas sabda Nabi SAW, “Wahai manusia, tebarkanlah salam, berikanlah makan, jalinlah silaturahmi, shalatlah pada malam hari ketika orang-orang sedang tidur, kalian akan masuk surga dengan selamat” (HR. Ibnu Majah). Jadi, tunggu apalagi mari kita silaturahmi.*

Berita Terkait

Kemarau Melanda Sungai Ciliwung Depok Jadi Wisata Air
Depok Seru Semua Diharapkan Jadi Wadah Hiburan dan Edukasi bagi Warga
Cing Ikah: Al-Qur’an Harus Menjadi Kompas Keluarga Hadapi Tantangan Era Digital
Pelatihan AI GP Ansor Depok Disambut Antusias, Yuni Indriany: Anak Muda Harus Jadi Pencipta Teknologi
Pengajian Al-Hikam Jadi Ruang Refleksi Pembangunan, Rohmat Rospari: Mari Menilai Secara Utuh
Di Pengajian Al-Hikam, Wali Kota Depok Supian Suri Pastikan Tak Ada Anak Putus Sekolah
BNN Kota Depok Libatkan MUI dalam Peringatan Hari Anti Narkotika Internasional 2026, Rohmat Rospari: Pencegahan Dimulai dari Keluarga
Meneguhkan Tauhid atas Rezeki: Ketika Ikhtiar Bertemu dengan Keyakinan

Berita Terkait

Senin, 27 Juli 2026 - 20:22 WIB

Urai Kemacetan Jalan Raya Sawangan, Jalur Depan Gang Duren Menerapkan Sistem Satu Arah

Senin, 27 Juli 2026 - 20:14 WIB

Kebut Akses Tol Cipayung, Wali Kota Depok Supian Suri Targetkan Daya Tarik Investor Meningkat

Senin, 27 Juli 2026 - 16:24 WIB

Selesaikan Masalah Warga dari Hulu, Pemkot Depok Resmikan Posyandu 6 SPM di Meruyung

Senin, 27 Juli 2026 - 16:13 WIB

Pemkot Depok Gelar Job Fair 2026 di Detos, Buka Lebih dari 1.000 Lowongan Kerja

Senin, 27 Juli 2026 - 16:06 WIB

Wawalkot Depok Minta Operasi Bersih Libatkan Warga, Bukan Cuma ASN

Senin, 27 Juli 2026 - 16:01 WIB

Urai Kemacetan Pasar Cisalak, Pemkot Depok Tata Lapak Pedagang di Bahu Jalan Raya Bogor

Senin, 27 Juli 2026 - 08:05 WIB

Cing Ikah: Al-Qur’an Harus Menjadi Kompas Keluarga Hadapi Tantangan Era Digital

Minggu, 26 Juli 2026 - 21:29 WIB

Pelatihan AI GP Ansor Depok Disambut Antusias, Yuni Indriany: Anak Muda Harus Jadi Pencipta Teknologi

Berita Terbaru

Headline

Kemarau Melanda Sungai Ciliwung Depok Jadi Wisata Air

Senin, 27 Jul 2026 - 22:12 WIB