
SIARANDEPOK.COM – Kualitas udara di Kota Depok dipastikan tetap aman seminggu setelah terdampak paparan abu vulkanik Gunung Anak Krakatau. Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kota Depok menyampaikan hal tersebut berdasarkan hasil pengawasan rutin.
Dilansir dari laman berita resmi Pemerintah Kota Depok, pengukuran mutu udara dilakukan menggunakan alat Air Quality Monitoring System (AQMS). Pemantauan tersebut diperbarui secara berkala setiap tiga jam sekali.
Kepala DLHK Kota Depok, Reni Siti Nuraeni, mengonfirmasi bahwa berdasarkan pengecekan hingga pertengahan September 2026, kondisi udara akibat abu vulkanik berada dalam status terkendali dan tidak mengkhawatirkan.
Kendati begitu, pihak DLHK mencatat adanya beberapa parameter yang sempat memperlihatkan angka kurang baik, salah satunya kandungan sulfur dioksida ($SO_2$). Namun, temuan ini lebih disebabkan oleh emisi bahan bakar kendaraan bermotor, bukan imbas erupsi gunung.
Reni mengingatkan agar masyarakat tetap mewaspadai fluktuasi indeks kualitas udara ini. Kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, ibu hamil, serta penderita penyakit pernapasan diimbau untuk lebih ekstra menjaga kesehatan.
Sebagai langkah pencegahan awal, warga terkhusus kelompok berisiko disarankan untuk selalu menggunakan masker saat beraktivitas di luar ruangan.














