Apakah Kita Masih Fitri?

- Reporter

Jumat, 12 April 2024 - 06:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oleh: KH. Syamsul Yakin

(Pengasuh Pondok Pesantren Darul Akhyar Parung Bingung Kota Depok)

Hari ini kita berada pada hari ketiga Idul Fitri. Ketar-ketir kita bertanya, apakah kita masih fitri? Apakah kita sudah terkontaminasi dengan makan lezat, pakaian baru, dan bertamasya?

Menjaga fitri lebih sulit dari mendapatkannya. Kita tahu Idul Fitri tidak identik dengan lebaran. Lebaran dengan semua tradisinya pasti berlalu. Tetapi Idul Fitri dengan makna hakikinya sedianya terus menjadi cermin bagi perbuatan dan perilaku kita kendati Ramadhan hampir sebulan meninggalkan kita.

Motivasi lebaran dipacu untuk memuaskan apsek fisikal yang dangkal. Sedangkan kerinduan akan Idul Fitri dipicu karena manusia sadar akan eksistensinya: dari mana berasal, untuk apa diciptakan, dan akan ke mana kelak. Bila lebaran bersimbolkan pakaian dunia yang serba baru, maka Idul Fitri berbalutkan pakaian ukhrawi yang serba otentik.

Lebaran dinantikan oleh mereka yang menekankan aspek kemeriahan dan kemegahan palsu dan serba menipu. Idul Fitri dinantikan oleh mereka yang selalu melakukan perenungan dan peningkatan iman yang dibuktikan dengan kesepadanan antara porsi spiritual dan material serta antara saleh secara ritual dan sosial.

Tegasnya, bila selepas Ramadhan, kita belum juga sudi menengok dan berpihak kepada keadilan, kebenaran, kedamaian, persatuan, dan kemakmuran untuk semua berarti kita telah kehilangan fitri. Karena itu kita juga gagal menyingkap tabir kemanusiaan dan ketuhanan. Termasuk, kita tidak memiliki kepekaan terhadap seluruh eksistensi diri.

Untuk menjaga fitri, mari kita renungi firman Allah SWT, “Barangsiapa yang menghendaki keuntungan di akhirat akan Kami tambah keuntungan baginya di dunia, dan barangsiapa yang menghendaki keuntungan di dunia Kami berikan kepadanya sebagian dari keuntungan dunia dan tidak ada baginya satu bagian pun di akhirat” (QS. al-Syuura/42: 42).

Maksudnya, untuk menjaga fitri selepas Ramadhan ini kita harus memotivasi diri untuk terus-menerus meningkatkan intensitas hablumminallaah dan hablumminanaas. Puasa Ramadhan yang lalu seharusnya membuat kita memaknainya sebagai momentum keagamaan dan kemanusiaan dengan menyibak makna hakikinya.

Sekali lagi, Idul Fitri adalah hari di mana hati “merayakan” kembali kesuciannya. Fitrah manusia adalah suci-bersih. Kedatangan Idul Fitri yang didahului dengan “hari-hari pembakaran” dan “tapabrata” Ramadhan harus kita jaga. Allah SWT sendiri menetapkan bahwa manusia identik dengan fitri bila kita dapat terus menjaganya.

Allah SWT menegaskan, ”Maka hadapkanlah wajahmu dengan lurus kepada Agama (Allah). (Tetaplah atas) fitrah Allah yang telah menciptkan fitrah manusia menurut fitrah itu. Tidak ada perubahan pada fitrah Allah. (Itulah) agama yang lurus. Tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui” (QS. al-Ruum/30: 30).

Kalimat terakhir dalam ayat di atas membuat kita khawatir. Apakah kita selama ini termasuk orang yang memahami kehendak Allah melalui bimbingan al-Qur’an dan al-Sunah? Ataukah kita beragama sesuai selera kita, sehingga secara tidak sadar sebenarnya kita hanya mengikuti “agama” yang kita ciptakan sendiri?

Setelah sebulan Ramadhan meninggalkan kita, mari kita bertanya: apakah kita masih fitri? Maka layaklah kalau dalam sebelas bulan ke depan kita gugat model keberagamaan kita yang menjadikan ibadah puasa sebagai budaya, pura-pura puasa dan puasa pura-pura. Insya Allah, kita masih punya kesempatan untuk memperbaikinya tahun depan.*

Berita Terkait

PKBM PRIMAGO INDONESIA Mewakili Kota Depok pada Ajang Jambore Gema Tunas V PKBM Se Jawa Barat Tahun 2026
Bagian dari Program Pendidikan, Pesantren Leadership Daarut Tarqiyah Depok Ajak Santri Nobar Film ‘Istimewa’ di Margo City Depok
Pemkot Depok Targetkan UGK 93 Bidang Tanah Parung Bingung Rampung Desember 2026
143 SPPG di Depok Sudah Kantongi Sertifikat Laik Higiene Sanitasi
Pemkot Depok Usulkan 9 Hektare Lahan untuk Pertanian Pangan
DLHK Depok Benahi Fasilitas Alun-alun Barat, Pagar Retak Jadi Perhatian
DLHK Pastikan Kualitas Udara Depok Aman Sepekan Pascapaparan Abu Vulkanik
Penduduk Depok Tembus 2,05 Juta Jiwa, Perekaman KTP-el Capai 99,60 Persen

Berita Terkait

Jumat, 18 September 2026 - 10:48 WIB

Satpol PP Depok Bongkar 170 Bangunan Liar di Kawasan Grand Depok City

Jumat, 18 September 2026 - 10:19 WIB

Gerindra Pastikan Perubahan APBD Depok 2026 Selaras dengan Arah Pembangunan Daerah

Kamis, 17 September 2026 - 13:54 WIB

Pastikan Takaran Pas, Wawalkot Depok Tinjau Pengujian LPG 3 Kg di SPBE Tapos

Kamis, 17 September 2026 - 10:55 WIB

Antisipasi Cuaca Panas, Pemkot Depok Ajak Kecamatan Gelar Salat Istisqa Minta Hujan

Kamis, 17 September 2026 - 10:53 WIB

Siasati Kelangkaan Lahan 1.000 Meter, Pemkot Depok Siapkan Tanah Aset untuk Gerai Kopdes Merah Putih

Rabu, 16 September 2026 - 20:20 WIB

Panja DPR dan Pemerintah Terus Tekan Biaya Haji 2027 Agar Lebih Terjangkau

Rabu, 16 September 2026 - 18:35 WIB

Pemkot Depok Siap Perkuat Sinergi dengan Pusat Kelola Aset dan Reforma Agraria

Rabu, 16 September 2026 - 17:31 WIB

Uji Emisi Gratis di Balai Kota Depok: Jaga Kualitas Udara dan Cek Kondisi Kendaraan

Berita Terbaru