
SIARANDEPOK.COM – DEPOK – Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kota Depok memastikan kualitas udara di wilayahnya masih dalam kondisi aman lebih dari sepekan setelah paparan abu vulkanik Gunung Anak Krakatau.
Kepastian tersebut berdasarkan hasil pemantauan menggunakan Air Quality Monitoring System (AQMS) yang dilakukan secara berkala. Data kualitas udara diperbarui setiap tiga jam.
Kepala DLHK Kota Depok, Reni Siti Nuraeni, mengatakan hasil pemantauan terakhir menunjukkan paparan abu vulkanik tidak memberikan dampak yang mengkhawatirkan terhadap kualitas udara.
“Berdasarkan pengecekan yang kami lakukan, per kemarin tanggal 14 September kondisi udara karena paparan abu vulkanik tidak terlalu memprihatinkan dan dalam kondisi aman,” ungkap Reni kepada berita.depok.go.id, Selasa (16/9/2026).
Meski secara umum aman, Reni menyebut masih terdapat sejumlah parameter kualitas udara yang menunjukkan kondisi kurang baik. Salah satunya adalah kadar sulfur dioksida (SO₂).
Menurutnya, kondisi tersebut lebih dipengaruhi oleh pembakaran bahan bakar fosil dari kendaraan bermotor dan bukan akibat paparan abu vulkanik Gunung Anak Krakatau.
Reni tetap mengingatkan masyarakat untuk menjaga kesehatan, terutama kelompok rentan seperti anak-anak, lanjut usia (lansia), ibu hamil, serta masyarakat yang memiliki penyakit atau gangguan saluran pernapasan.
“Salah satu pencegahannya dengan menggunakan masker, terutama bagi masyarakat yang rentan,” tutupnya.














