
SIARANDEPOK.COM – DEPOK – Pemerintah Kota (Pemkot) Depok mengusulkan lahan seluas 9 hektare untuk ditetapkan sebagai lahan pertanian pangan berkelanjutan. Lahan tersebut tersebar di Kecamatan Cipayung, Bojongsari, dan Tapos.
Hal itu disampaikan Kepala Bidang Pengelolaan Aset Badan Keuangan Daerah (BKD) Kota Depok, Kharisma Eka Putra, usai mengikuti Rapat Kerja (Raker) dan Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Komisi II DPR RI secara virtual melalui Zoom Meeting di Ruang DeCor Lantai 5 Balai Kota Depok, Selasa (15/9/2026).
Kharisma menjelaskan, usulan tersebut merupakan bagian dari target lahan baku sawah (LBS) untuk mendukung Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B) Provinsi Jawa Barat, sesuai arahan Kementerian Agraria dan Tata Ruang (ATR).
“Depok targetnya 13 hektare dari Jabar, tapi yang diusulkan untuk ditetapkan hanya 9 hektare, dan yang sudah terverifikasi sekitar 7 hektare,” kata Kharisma.
Menurutnya, proses penetapan lahan masih berlangsung dan ditargetkan selesai pada akhir September 2026 melalui Surat Keputusan (SK) Wali Kota Depok.
Langkah tersebut dilakukan untuk mendukung pemenuhan target lahan pertanian sawah di Jawa Barat sekaligus memastikan pemanfaatan lahan sesuai peruntukannya.
“Depok sudah on progress. Tinggal penetapan sesuai target Provinsi Jawa Barat pada akhir September,” pungkasnya.














