
SIARANDEPOK.COM — Dewan Pengurus Cabang Himpunan Pengusaha Pribumi Indonesia (DPC HIPPI) Kota Depok periode 2026-2031 telah resmi mengemban tugas baru usai prosesi pelantikan yang berlangsung di The Castle Event and Wedding Hall, Jalan Raya Sawangan, Kecamatan Pancoran Mas, pada Rabu (21/10/26).
Pelantikan kepengurusan baru ini dipimpin langsung oleh Dewan Pimpinan Daerah (DPD) HIPPI Provinsi Jawa Barat. Menariknya, dari total 27 kabupaten dan kota di wilayah Jawa Barat, Kota Depok tercatat sebagai daerah pertama yang merampungkan dan melantik susunan pengurus cabangnya untuk periode tersebut, sebagaimana dilansir dari berita.depok.go.id.
Pada struktur kepengurusan anyar tersebut, Eka Kurniawan secara resmi dipercaya menduduki kursi Ketua Umum DPC HIPPI Kota Depok. Kehadiran kepengurusan ini membawa misi strategis untuk mendongkrak kemajuan daerah melalui penguatan sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) agar semakin berdaya saing tinggi.
Eka Kurniawan menegaskan bahwa pihaknya sangat terbuka untuk merangkul berbagai pihak demi memajukan perekonomian lokal. “Kota Depok kota yang sangat maju dan banyak potensi bisa kita kolaborasikan, kami siap membuka peluang kerja sama dengan stakeholder dan komunitas lain,” ujar Eka saat memberikan keterangannya.
Sebagai langkah konkret ke depan, DPC HIPPI Depok telah menyiapkan program jangka panjang dengan memperluas struktur organisasi hingga tingkat kecamatan. “Dengan adanya pengurus di Kecamatan maka program UMKM Berdaya akan kita integrasikan antar stakeholder,” tambah Eka mempertegas komitmen organisasinya.
Sementara itu, Ketua Umum DPD HIPPI Jabar, Rescky Noereal Roma, turut menyampaikan apresiasi atas tingginya antusiasme wirausaha di Depok, di mana lebih dari 300 anggota telah bergabung dalam kurun waktu satu tahun terakhir. Mengutip dari berita.depok.go.id, Rescky berpesan agar para pengurus baru memegang teguh amanah tersebut, seraya menegaskan, “Himpunan Pribumi bukan rasis tapi kami pengusaha berjiwa nasionalis, berpihak pada sektor yang membutuhkan perhatian dari pengusaha lokal dan pemerintah.”















