
SIARANDEPOK.COM- Sapa 1500 Kader Tim Pendamping Keluarga (TPK) di Bandung Barat, Rabu (30/9), Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/ Kepala BKKBN, Wihaji perkuat komitmen negara untuk hadir dampingi keluarga.
Isu Stunting menjadi bahasan utama. Angka stunting di Kabupaten Bandung Barat yang kembali melonjak di tahun 2024 menjadi alasan mengapa pendampingan keluarga harus terus diperkuat.
Di hadapan ribuan kader itu Wihaji kembali ingatkan akan pendampingan yang dilakukan, meliputi seluruh siklus hidup, mulai dari Calon Pengantin, Ibu Hamil, Ibu Menyusui, Baduta, Balita, Remaja hingga Lansia. Ini juga sejalan dengan transformasi Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/ BKKBN dalam membangun keluarga melalui pendampingan yang berkelanjutan.
“Saat ini tugas TPK di lapangan ditambah, untuk menyukseskan program proritas Makan Bergizi Gratis (MBG) khususnya untuk menyalurkan MBG pada sasaran spesifik 3B: Bumil, Busui dan Balita nonpaud,” ungkapnya.
Dalam kesempatan ini, Bupati Bandung Barat, mengakui peer yang perlu diselesaikan wilayahnya terkait masalah stunting.
Dalam sambutannya Jeje menekankan tiga hal utama yang perlu jadi perhatian. Mulai dari bekerja berdasarkan data, memperkuat koordinasi dengan semua pemangku kepentingan di berbagai tingkatan, juga hadir langsung mendengarkan permasalahan hingga tingkatan terkecil, yaitu keluarga.
“Jka seluruh proses pendampingannya sudah benar, maka kelak kerja TPK akan berdampak,” harap Jeje.
Temu kader yang dilangsungkan di Sekolah Polisi Negara (SPN) Cisarua ini menjadi bagian dari upaya perkuat komitmen untuk menyelesaikan persoalan stunting. Di akhir pertemuan, Wihaji optimistis bahwa masalah stunting bisa diselesaikan. Antusiasme yang ditunjukkan para kader untuk tetap menjalankan tugasnya di lapangan jadi modal berharga penurunan angka stunting ke depannya.















