
SIARANDEPOK.COM– Program Dana RW sebesar Rp300 juta per tahun di Kota Depok mulai memperlihatkan bagaimana masyarakat menentukan prioritas pembangunan berdasarkan kebutuhan nyata di lingkungannya.
Salah satu contohnya adalah RW 10 Kelurahan Rangkapan Jaya Baru (RJB), Kecamatan Pancoran Mas, yang memilih mengalokasikan anggaran untuk pengadaan mobil siaga bagi warga sakit dan ibu yang hendak melahirkan.
Ketua RW 10 RJB, Sopyan Sukri, mengatakan keputusan tersebut diambil melalui rembuk warga. Artinya, pengadaan kendaraan bukan semata-mata keputusan pengurus lingkungan, melainkan hasil pembahasan bersama mengenai kebutuhan yang dianggap paling mendesak.
Dalam keterangannya di lingkungan RW 10, Senin (12/10/2026), Sopyan menegaskan bahwa warga telah memahami konsekuensi pilihan tersebut. Ketika anggaran diprioritaskan untuk kendaraan siaga, sejumlah kebutuhan lain, termasuk perbaikan jalan dan penanganan banjir, mungkin harus menunggu.
“Yang terpenting, keputusan ini dibicarakan bersama warga. Kami menentukan prioritas berdasarkan kebutuhan lingkungan dan memahami bahwa ada kebutuhan lain yang mungkin harus dikerjakan kemudian,” ujar Sopyan Sukri.
Dana RW Rp300 juta merupakan program Pemerintah Kota Depok dibawah kepemimpinan Wali Kota Depok Supian Suri yang memberikan ruang bagi lingkungan untuk menyusun kegiatan sesuai ketentuan anggaran.
Pelaksanaannya mencakup kegiatan wajib, seperti program wisata keberagaman dan operasional Posyandu, serta pilihan kegiatan berdasarkan kebutuhan masyarakat.
Wali Kota Depok Supian Suri sebelumnya menegaskan bahwa anggaran Rp300 juta per RW mulai berjalan pada 2026. Radar Depok memberitakan pada 19 Januari 2026 bahwa program tersebut menyasar 928 RW di Kota Depok.
Pengalaman RJB juga menunjukkan bahwa pengelolaan anggaran memerlukan transparansi dan pengawasan. Mobil siaga direncanakan beroperasi 24 jam dengan sopir dari warga setempat serta SOP penggunaan yang dikoordinasikan melalui RT dan RW.
Dengan demikian, keberhasilan program tidak cukup dilihat dari besarnya anggaran atau barang yang dibeli. Ukuran penting lainnya adalah keterlibatan warga dalam mengambil keputusan, keterbukaan penggunaan dana, serta manfaat yang benar-benar dirasakan masyarakat.
Jika dijalankan secara tertib dan akuntabel, Dana RW dapat menjadi sarana memperkuat partisipasi warga sekaligus mendekatkan pelayanan publik hingga ke tingkat lingkungan.















