
SIARANDEPOK.COM – Upaya pencegahan tawuran, balap liar, hingga keterlibatan pelajar dalam aksi demonstrasi anarkistis di Kota Depok diperkuat melalui pendekatan yang lebih dekat dengan dunia pendidikan. Polres Metro Depok bersama Pemerintah Kota Depok mendorong pola pendampingan dengan menjadikan polisi sebagai bapak asuh sekaligus sahabat bagi para pelajar. Kegiatan sosialisasi ini dihadiri oleh 223 kepala sekolah, yang terdiri atas 113 kepala SMA, 73 kepala SMK, serta 37 kepala MA dan sekolah umum.
Kapolres Metro Depok, Kombes Pol. Dr. Christian Rony Putra, menyampaikan apresiasi kepada seluruh kepala sekolah yang hadir. Menurut beliau, kegiatan ini merupakan bentuk sinergi kepolisian dengan pemerintah daerah untuk menciptakan suasana yang aman dan nyaman bagi masyarakat, khususnya pelajar dalam menjalankan aktivitas pendidikan. Beliau menegaskan bahwa penyampaian pendapat atau unjuk rasa memang dilindungi oleh undang-undang, tetapi kalangan pelajar belum waktunya melakukan kegiatan tersebut, terlebih jika berujung pada tindakan anarkistis.
Kapolres menekankan bahwa persoalan kenakalan remaja, tawuran, dan berbagai gangguan keamanan yang melibatkan pelajar tidak dapat ditangani oleh kepolisian sendirian. Dibutuhkan dukungan dari seluruh pemangku kepentingan, mulai dari pihak sekolah, orang tua, pemerintah daerah, hingga masyarakat luas.
Sementara itu, Wali Kota Depok, Supian Suri, menegaskan bahwa tawuran pelajar maupun keterlibatan siswa dalam unjuk rasa anarkistis seharusnya tidak terjadi. Pemkot Depok terus menyiapkan berbagai program positif untuk membuka peluang masa depan bagi para pelajar, salah satunya melalui kerja sama dengan 25 perguruan tinggi nasional untuk memfasilitasi program beasiswa bagi 200 pelajar SMA, SMK, dan MA berprestasi. Selain itu, Pemkot Depok menjalin kerja sama dengan LPK Koba untuk memberikan kesempatan kepada siswa SMK berprestasi agar dapat bekerja di Jepang.
Langkah-langkah tersebut diharapkan menjadi alternatif positif bagi pelajar agar mereka fokus mengembangkan prestasi, keterampilan, dan masa depan, ketimbang terlibat dalam tawuran atau kenakalan remaja. Dalam kegiatan ini, ditekankan pula beberapa target bersama, seperti memastikan tidak ada perundungan (bullying) di sekolah-sekolah wilayah hukum Kota Depok, menciptakan situasi yang kondusif, serta membangun program Bapak Asuh Pelajar yang berjalan berdampingan dengan Guru Asuh di setiap sekolah.
Program ini diharapkan mampu meningkatkan perhatian dan pendampingan terhadap siswa sekaligus memperkuat komunikasi antara kepolisian, sekolah, pemerintah, dan pelajar. Melalui sosialisasi ini, Polres Metro Depok bersama Pemkot Depok dan seluruh pemangku kepentingan berkomitmen meningkatkan kesadaran pelajar agar menjauhi kenakalan remaja. Sinergi lintas sektor ini diharapkan mampu mewujudkan lingkungan pendidikan yang aman dan nyaman, sekaligus menjaga Kota Depok tetap kondusif bagi seluruh masyarakat.















