
Siarandepok.com – DEPOK – Seorang mahasiswa Universitas Indonesia (UI) berinisial NJB (21) ditemukan meninggal dunia di kamar kosnya di kawasan Kukusan, Kecamatan Beji, Kota Depok.
NJB diketahui merupakan mahasiswa Program Studi Ilmu Komputer. Korban tinggal di Pondok Muaz, Jalan H. Kodja, Kelurahan Kukusan.
Kasus tersebut terungkap setelah pihak keluarga kesulitan menghubungi korban selama dua hari. Kakak korban kemudian meminta pemilik kos untuk mengecek kondisi kamar adiknya.
Pemilik kos sempat mengetuk pintu kamar korban, namun tidak mendapat respons. Setelah itu, pintu kamar dibuka dan korban ditemukan dalam kondisi telungkup.
“Korban sudah ditemukan dalam posisi telungkup,” kata Kasi Humas Polres Metro Depok, AKP Hendra, Rabu (2/9/2026).
Pemilik kos kemudian menghubungi Ketua RT setempat dan kejadian tersebut diteruskan kepada pihak kepolisian. Bersama warga, kondisi korban kembali diperiksa sebelum laporan diteruskan ke Polsek Beji.
Mendapat laporan tersebut, polisi mendatangi lokasi sekitar pukul 20.31 WIB. Petugas kemudian melakukan pemeriksaan di tempat kejadian perkara (TKP), mencari keterangan saksi, serta memanggil tim identifikasi Polres Metro Depok.
Petugas juga mengumpulkan sejumlah barang bukti dan mencari rekaman kamera pengawas atau CCTV di sekitar lokasi.
Jenazah korban selanjutnya dibawa ke Rumah Sakit Universitas Indonesia (RS UI).
Tidak Ditemukan Tanda Kekerasan
Berdasarkan pemeriksaan awal tim identifikasi Polres Metro Depok, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban.
“Dari hasil pemeriksaan identifikasi, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan,” ujar Hendra.
Polisi juga menemukan sejumlah kondisi pada tubuh korban yang masih menjadi bagian dari hasil pemeriksaan di lokasi, termasuk lidah tergigit dan adanya tali rafia yang melilit bagian leher.
Selain itu, petugas menemukan adanya sperma yang keluar dari alat kelamin korban.
Hendra tidak menyebutkan adanya kesimpulan mengenai penyebab kematian korban berdasarkan temuan tersebut.
Setelah kejadian, pihak kepolisian berkomunikasi dengan keluarga korban. Pihak keluarga menyatakan menolak dilakukan autopsi luar maupun dalam terhadap jenazah.
Keluarga juga telah mengikhlaskan kejadian tersebut sebagai musibah.
Hingga saat ini, kepolisian masih mendalami rangkaian kejadian berdasarkan pemeriksaan di lokasi, keterangan saksi, serta barang bukti yang ditemukan.















