SIARAN DEPOK – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Depok, Abdul Khoir, melakukan sidak ke lokasi tumpukan sampah liar yang berada di lingkungan RT 03 RW 07, Kelurahan Jatijajar, Kecamatan Tapos. Keberadaan sampah tersebut dinilai sangat merugikan warga, terutama anak-anak di Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD).
Abdul Khoir mengutarakan keprihatinannya karena lokasi tumpukan sampah berdekatan langsung dengan fasilitas umum seperti PAUD dan Posyandu. Ia pun mendapatkan laporan warga adanya hama seperti belatung dan tikus mulai masuk ke dalam area sekolah.
”Harapan saya dalam waktu satu atau dua hari ini urusan sampah di sini sudah selesai, karena masalah ini selalu berulang,” ujar Abdul Khoir saat di lokasi, Rabu (14/01/26).
Dirinya menekankan bahwa kondisi ini sekarang sangat buruk bagi kesehatan lingkungan dan tumbuh kembang anak-anak. Menurutnya, mustahil menciptakan generasi masa depan yang sehat jika lingkungan belajarnya masih banyak sampah dan hama.
”Bagaimana anak-anak kita mau sehat kalau di sebelahnya ada sampah, belatung, bahkan tikus yang sudah masuk ke sekolah-sekolah,” tegasnya.
Lebih lanjut, legislator tersebut menjelaskan bahwa lahan saat ini dipenuhi oleh sampah bukanlah Tempat Pembuangan Sementara (TPS), tetapi merupakan lahan wakaf untuk area parkir makam.
”Ini sebetulnya lahan parkir makam keluarga dan bisa digunakan oleh masyarakat umum yang hendak ke makam umum di depannya. Statusnya tanah wakaf untuk makam, bukan untuk peruntukan TPS,” jelasnya.
Khoir pun sudah menjalin komunikasi intensif dengan Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kota Depok. Ia mendesak agar segera dilakukan pengangkutan sampah secara masif dalam waktu singkat.
”Saya sudah berkomunikasi dengan Pak Kadis dan Bu Sekdis DLHK agar segera diselesaikan dalam waktu cepat,” imbuhnya.
Ia juga mengimbau kepada masyarakat untuk lebih bijak dalam mengelola sampah rumah tangga dan tidak membuang sampah sembarangan di lokasi tersebut.
”Masyarakat harus pintar memilah sampah, jangan asal tumpuk. Saya juga berharap DLHK rutin mengangkut, jangan tunggu menumpuk. Kasihan warga dan anak-anak PAUD di sini kalau lingkungannya tidak sehat,” tutup Abdul Khoir.










