Akun BTN Jakim 2026 Banjir Kritikan Warganet, Desak Evaluasi soal Tim Medis saat Event Lari

- Reporter

Senin, 15 Juni 2026 - 11:50 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Siarandepok.com – Gelaran BTN Jakarta International Marathon (Jakim) 2026 hari kedua tengah menjadi sorotan.

Event lari yang digelar selama dua hari pada 13-14 Juni 2026 diselimuti duka dengan meninggalnya satu pelari asal Lombok, Agus Putranadi yang jatuh pingsan di KM 14.

Keberadaan tim medis dalam acara tersebut kini ramai jadi pembahasan di platform media sosial.

Sejumlah utas viral dari pengguna Threads menyebut bahwa salah satu kendala yang dihadapi peserta adalah kekurangan tim medis di lapangan.

Bahkan, dokter yang sedang menjadi pelari pun harus turun tangan membantu peserta yang pingsan di tengah race.

Tim Medis Susah Ditemukan

Dalam utas yang diunggah oleh akun @tarisymlm menyebut bahwa bagian marshall di lokasi kesulitan untuk menghubungi dokter saat peserta membutuhkan bantuan medis.

“Udah setengah jam medis ditelepon sama marshall enggak diangkat dan enggak dateng-dateng. Dari masnya lemes, bangun lagi, lemes lagi, sampe enggak responsif,” tulisnya dalam utas yang diunggah pada Minggu, 14 Juni 2026.

“Tanya ke marshall lainnya medis mana, katanya ‘Enggak ada kak.’ Masa di kilometer kritis tapi medis susah banget ditemuin?” imbuhnya sambil menandai akun penyelenggara Jakim 2026.

Pelari Berprofesi Dokter jadi Tim Medis Dadakan

Kemudian di utas lain milik @ameliasantoso, ia mengunggah foto dua orang pelari yang ikut membantu tim medis untuk menangani pelari lainnya.

“Tadi pas cheering di 1 KM terakhir ada kakak-kakak yang pingsan, kedua kakak ini bener-bener ngurusin sampai pasiennya dibawa ambulance. Padahal kalau nurutin ego mah bisa aja tetep lari karena udah mepet waktu CoT juga, tapi kedua kakak ini enggak dong, mereka milih ngurusin peserta yang pingsan,” tulisnya dalam unggahan, dikutip pada Senin, 15 Juni 2026.

“Bahkan mereka juga yang neriakin peserta buka jalan buat ambulance dan neriakin medisnya pas gak sigap kasih oksigen,” sambungnya.

Utas lain juga menyebut bahwa sosok dokter yang diketahui bernama Dhiya Ihsan tersebut mengurus dua pasien sekaligus.

“Special and most respect shout out ke dokter @dhiyaihsanr sudah support sesama peserta, beliau handle 2 peserta yang collapse di tempat yang bersebrangan dan sangat kebetulan saya ada di kedua peserta tersebut,” tulis akun @hasbifz.

Akun BTN Jakim 2026 Dibanjiri Desakan Evaluasi Medis

Sementara itu, menilik akun Instagram milik BTN Jakim 2026 telah banyak komentar dari warganet yang meminta untuk mengevaluasi keberadaan medis dan marshal saat event berlangsung.

Beberapa komentar seperti, “Evaluasi tim medis dan marshall, walaupun ini sudah takdir, cuma untuk marshall dan medis tidak seperti itu penanganan di event internasional,” tulis akun @rf.*******_

“Tim medis memang nggak banyak atau gimana? Banyak yang kram di KM 30-33 jalur full marathon daerah Kemang kayaknya sama sekali nggak ada medis. Di Blok M juga ada yang dibawa pakai tandu pas ditanya ‘Siapa tim medisnya?’ marshall pada jawab ‘Enggak tahu,’” tulis akun @riza******_

“Improvement ke depan untuk panitia semoga di kilometer kritis, baik half marathon (HM) atau full marathon (FM) ada tim medis yang standby lebih banyak,” tulis akun @ang******d
***

Berita Terkait

Viral Ramai-ramai Curhatan Supplier, Mengaku Ogah jadi Pemasok MBG karena Permintaan Turunkan Harga dari SPPG
Kontroversi Pengelolaan Dana BOS di Sulsel: 326 Kepsek Diduga Kompak Ingin Mundur, namun Ditahan DPRD
DPR Mengapresiasi Langkah Baru Bank Indonesia Perkuat Rupiah
Kelas Persiapan Masuk Gontor Bersama Pesantren Leadership Daarut Tarqiyah Primago Depok Tahun 2026
SMP Sumbangsih Pasar Minggu Jakarta Selatan Gelar Pelepasan Siswa Di Yogyakarta Tahun 2026
Program Assesment Primago 2026, Kunci Mengetahui Kemauan dan Kemampuan Sang Buah Hati Sebelum Masuk Pesantren
Studi PKJS-UI: Konsumsi Rokok Rumah Tangga Berisiko Mencederai Manfaat Program Makan Bergizi Gratis
Aqiqah di Pesantren Pilihan Terbaik Untuk Buah Hati: Pilihan Cerdas Orang tua Penuh Cinta dan Harapan

Berita Terkait

Senin, 15 Juni 2026 - 11:50 WIB

Akun BTN Jakim 2026 Banjir Kritikan Warganet, Desak Evaluasi soal Tim Medis saat Event Lari

Senin, 15 Juni 2026 - 11:47 WIB

Viral Ramai-ramai Curhatan Supplier, Mengaku Ogah jadi Pemasok MBG karena Permintaan Turunkan Harga dari SPPG

Minggu, 14 Juni 2026 - 19:00 WIB

Kontroversi Pengelolaan Dana BOS di Sulsel: 326 Kepsek Diduga Kompak Ingin Mundur, namun Ditahan DPRD

Minggu, 14 Juni 2026 - 18:58 WIB

DPR Mengapresiasi Langkah Baru Bank Indonesia Perkuat Rupiah

Sabtu, 13 Juni 2026 - 12:00 WIB

Kelas Persiapan Masuk Gontor Bersama Pesantren Leadership Daarut Tarqiyah Primago Depok Tahun 2026

Kamis, 11 Juni 2026 - 11:44 WIB

Program Assesment Primago 2026, Kunci Mengetahui Kemauan dan Kemampuan Sang Buah Hati Sebelum Masuk Pesantren

Rabu, 10 Juni 2026 - 09:14 WIB

Studi PKJS-UI: Konsumsi Rokok Rumah Tangga Berisiko Mencederai Manfaat Program Makan Bergizi Gratis

Rabu, 10 Juni 2026 - 08:54 WIB

Aqiqah di Pesantren Pilihan Terbaik Untuk Buah Hati: Pilihan Cerdas Orang tua Penuh Cinta dan Harapan

Berita Terbaru

Berita

DPR Mengapresiasi Langkah Baru Bank Indonesia Perkuat Rupiah

Minggu, 14 Jun 2026 - 18:58 WIB