Viral Ramai-ramai Curhatan Supplier, Mengaku Ogah jadi Pemasok MBG karena Permintaan Turunkan Harga dari SPPG

- Reporter

Senin, 15 Juni 2026 - 11:47 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Siarandepok.com – Tengah beredar di media sosial sejumlah supplier yang menolak untuk menyuplai dapur Makan Bergizi Gratis (MBG).

Dalam utas yang ramai di platform media sosial Threads, salah satu alasannya karena permintaan dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) untuk menurunkan harga.

Namun, diduga bahwa harga yang dicantumkan untuk laporan anggaran justru dinaikkan oleh pihak dapur.

Tawar Turunkan Harga Makanan untuk MBG

Isu SPPG yang meminta untuk menurunkan harga makanan MBG masih sering ditemui di media sosial.

Seperti unggahan viral di akun Threads @itsme_ndhenk pada Minggu, 14 Juni 2026 yang ramai dengan curhatan para supplier menolak SPPG karena permintaan menurunkan harga.

Seperti yang diungkap oleh supplier roti burger mini seharga Rp1.000 tapi ditawar lebih rendah oleh SPPG.

“Roti burger mini sudah harga seribun masih dinego juga. Roti bungkus pabrik aja minimal Rp2.000, masa saya UMKM disuruh jualan di bawah Rp1.000?” tulis akun @__soffit.

Kemudian, ada curhatan @niedasabila yang menyebut bahwa pedagang buah di pasar menolak jadi supplier karena persoalan harga.

“Kemarin ke pasar, tukang tempe dan buah curhat ogah menyuplai dapur MBG, alasannya harga minta murah tapi spek minta grade A+++++,” tulisnya dalam utas.

“Misal dia biasa jual ecer Rp5.000, dia ngasih penawaran Rp4.500 apa Rp4.000 karena partai besar. SPPG maunya harga Rp2.000. Jangankan untung, balik modal aja ngga dihargain segitu. Itu bukan support pedagang dan UMKM lokal, itu namanya nyekek,” tambahnya.

Ungkap Buah Sisa Sortiran untuk MBG

Selain harga yang diturunkan, akun milik @asrikasura yang tak lain kakak ipar artis Dinda Hauw pun turut membongkar praktik di lapangan mengenai MBG.

Ia menuliskan bahwa ada pihak dapur yang meminta buah sisa sortiran untuk digunakan dalam MBG.

“Karena gue pedagang catering sering belanja di Kramat Jati, mereka maunya yang sisa sortiran tapi maunya dalam jumlah banyak dan yang penting murah,” tulisnya pada Senin, 15 Juni 2026.

“Soal rasa belakangan, sampe abangnya nawari aku makan salak yang biasa dibeli sama org MBG sambil bilang, ‘Kakak coba dah itu salak MBG, walau saya bukan orang gimana-gimaa nih tapi salak kayak gini mah dibagikan gratis saya juga nggak nafsu kak makannya apalagi anak-anak itu ya,’” paparnya.

SPPG Sering Minta Nota Kosong

Isu lain yang banyak muncul dibahas oleh para supplier di utas tersebut adalah permintaan nota kosong dari SPPG.

Dalam utas utama, supplier menolak untuk mengirim tomat ke area Jawa Timur.

“(Penolakan) ini terkait pengantaran atau notanya?” tulis pihak SPPG dalam unggahan di akun @itsme_ndhenk.

Pengakuan lain juga datang dari @ulfa_eljheisya, “Saya pribadi menolak orderan dari pemerintahan karena selalu minta nota dobel, satu nota harga dari saya dan yang satu nota kosong. Sudah ada gambaran itu bakal buat apa,” tulisnya.

“Saya juga didatengin orang purchasing-nya MBG mau beli sabun cuci piring, cling wrap dan nitrile gloves. Keuntungannya yang saya dapet hanya Rp500 perak per item. Ya saya tolak, udah gitu minta nota kosong,” ungkap pemilik akun @suburbdweller.
***

Berita Terkait

Donasi Buku “Sejuta Buku Sejuta Impian”, LKSA Primago melalui Gerakan Ayo Peduli Sesama Dukung Literasi Siswa SDN Cibereum 1 Bogor
Tim Marawis Pesantren Leadership Daarut Tarqiyah Primago Depok Tampil dan Hadiri Kegiatan Maulid Nabi di Majelis Ta’lim Al Muhajirin Depok
Wakil Wali Kota Depok Buka Kejuaraan Voli Muda: Fokus Sportivitas & Bakat
Di Kementerian Ekonomi Kreatif, Denta Berbagi Perspektif Mengenai Harmoni Seni Pertunjukan
SMP Pelita Atsiri Kabupaten Bogor Gelar Kegiatan Family Gathering Bersama Dirgantara AIA Tour Travel Depok Tahun 2026
KKMI KECAMATAN CILANDAK JAKARTA SELATAN ADAKAN KEGIATAN RIHLAH & FAMILY GATHERING BERSAMA DIRGANTARA AIA TOUR TRAVEL TAHUN 2026
Anak Muda Alumni Gontor, Dr Awaluddin Faj, M.Pd dilantik menjadi Pengurus Himpunan Pengusaha Pribumi Indonesia (HIPPI) Kota Depok Periode 2026-2031
LKSA PRIMAGO Depok dapat apresisasi Santunan Yatim Pada Pelantikan Himpunan Pengusaha Pribumi Indonesia (HIPPI) bersama Bapak Wakil Walikota Depok
Tag :

Berita Terkait

Selasa, 27 Oktober 2026 - 14:31 WIB

Bikin Nagih! 30 Kuliner Nusantara Siap Serbu Balai Kota Depok

Selasa, 27 Oktober 2026 - 14:26 WIB

Kabar Baik! Flyover Margonda Jadi Prioritas Pemkot Depok

Selasa, 27 Oktober 2026 - 14:23 WIB

Warga Depok Antusias Manfaatkan Layanan Pemeriksaan Kesehatan Gratis

Senin, 26 Oktober 2026 - 16:59 WIB

Polres Metro Depok Intensifkan Program “Polisi Peduli di Citra Negara

Senin, 26 Oktober 2026 - 13:55 WIB

Rayya dan Fairuz Resmi Dinobatkan Sebagai Juara 1 Duta GenRe Depok 2026

Senin, 26 Oktober 2026 - 13:49 WIB

SDIT Miftahul Ulum Cinere Raih Juara 3 Keamanan Pangan Nasional

Senin, 26 Oktober 2026 - 13:46 WIB

Gowes Bareng Hari Santri 2026, Kompaknya Warga Nahdliyin Tapos

Senin, 26 Oktober 2026 - 13:38 WIB

Tekan Inflasi, Lahan Kosong di Beji Disulap Jadi Kebun Cabai

Berita Terbaru

Bazar Kuliner Festival Masakan Nusantara di Halaman Balai Kota, 27-28 Oktober 2026. (Foto: Diskominfo Depok).

Berita Depok

Bikin Nagih! 30 Kuliner Nusantara Siap Serbu Balai Kota Depok

Selasa, 27 Okt 2026 - 14:31 WIB

Suasana Rapat Koordinasi (Rakor) bidang infrastruktur yang dihadiri Pemkot Depok, perangkat daerah, camat, serta lurah di Aula Edelweis, lantai 5 Gedung Balai Kota pada Senin (26/10/26). (Foto: Diskominfo Depok)

Berita Depok

Kabar Baik! Flyover Margonda Jadi Prioritas Pemkot Depok

Selasa, 27 Okt 2026 - 14:26 WIB

Momen kebersamaan Anggota DPRD Jabar Pradi Supriatna bersama masyarakat Depok saat mengikuti layanan kesehatan gratis, Minggu (25/10/2026). (Foto: Dok. Narasumber)

Berita Depok

Warga Depok Antusias Manfaatkan Layanan Pemeriksaan Kesehatan Gratis

Selasa, 27 Okt 2026 - 14:23 WIB