Mengapa Agama Islam Identik Dengan Warna Hijau?

- Reporter

Senin, 17 Oktober 2022 - 13:29 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SiaranDepok.com – Hijau merupakan warna yang identik dengan umat Islam. Cukup banyak ornamen dalam Islam yang memiliki warna hijau.

Seperti yang diketahui hijau merupakan warna kesukaan Nabi Muhammad SAW.

Nabi selalu mengenakan jubah hijau dan sorban, dan tulisan-tulisannya penuh dengan referensi warna.

Salah satu hadits mengenai Nabi Muhammad SAW mengatakan, ketika beliau meninggal, ia ditutupi dengan Hibra Burd, yang merupakan pakaian persegi hijau.

Alasan lainnya mengapa warna hijau sangat identik dengan umat Islam adalah karena dalam Al-Qur’an, surga digambarkan sebagai tempat para penghuni yang mengenakan pakaian hijau terbuat dari sutra halus.

Warna hijau juga banyak terlihat dalam sejarah Islam. Hijau merupakan warna bendera Khilafah Fatimiyah, yang merupakan khilafah terakhir dari empat kekhalifahan Arab.

Selama perang salib, tentara Islam mengenakan pakaian hijau untuk mengidentifikasi diri mereka.

Beberapa orang mengatakan, panji yang digunakan Nabi SAW berperang di Mekkah berwarna hijau dengan hiasan emas.

Selama berabad-abad di Persia, hanya keturunan Nabi Muhammad SAW, yang dikenal sebagai Sayyid, yang diizinkan mengenakan sorban hijau. Sementara orang biasa akan dihukum karena menggunakannya.

Dominannya penggunaan warna hijau dalam sejarah umat Islam, membuat para pengikutnya tetap mempertahankan tradisi penggunaan ini sebagai warna simbolik agama hingga saat ini.

Anda bahkan bisa melihat warna hijau digunakan sebagai sampul depan Al-Qur’an, kubah masjid, hingga warna bendera di negara Islam seperti Arab Saudi dan Pakistan.

Berita Terkait

Bahasa Ibu: Tersisih di Rumah Sendiri
BBM dan Bahasa Kekuasaan: Ketika Pernyataan Menteri Menguji Psikologi Publik
Logat Jawa: Kesalahan Berbahasa atau Identitas Linguistik?
Stres di Tengah Santai: Saat Bahasa Feed dan Notifications Memaksa Otak Kita Multitasking
EYD di Tengah Tren Mengetik Gaul: Menemukan Kembali Standar Berbahasa
MENGAPA PIKIRAN DAN UCAPAN TIDAK SEJALAN? PERSPEKTIF PSIKOLIGUISTIK
Kenapa Setan Sekarang Bicara Bahasa Jawa Kromo? Rahasia di Balik Teror Linguistik Film Horor Kita
Anatomi Racun Diksi: Mengapa Kita Lebih Suka Membedah Fisik daripada Kebijakan?

Berita Terkait

Jumat, 6 Maret 2026 - 13:30 WIB

Ponpes Daarul Mu’minin As’adiyah Doping Sulawesi Selatan Gelar Kegiatan Festival Ramadhan 2026

Jumat, 6 Maret 2026 - 05:08 WIB

Temui Ratusan TPK, Menteri Wihaj Pastikan Distribusi MBG 3B di Cianjur Berjalan

Jumat, 6 Maret 2026 - 05:04 WIB

52 RTLH di Depok Direnovasi Lewat Program Bebenah Kampung Renovasi Rumah Merah Putih

Jumat, 6 Maret 2026 - 05:04 WIB

Maksimalkan Penyaluran SPPT, Petugas RW 04 Pondok Cina Datangi Rumah Warga

Jumat, 6 Maret 2026 - 05:03 WIB

Tiga Unit Kerja Pemkot Depok Raih Penghargaan Ombudsman atas Kualitas Pelayanan Publik

Jumat, 6 Maret 2026 - 04:57 WIB

Ringankan Beban Dapur Jelang Ramadan, Pemkot Depok Hadirkan “Pasar Murah” di Kalibaru Besok

Jumat, 6 Maret 2026 - 04:57 WIB

Damkar Depok Respons Cepat Kebakaran Rumah di Abadijaya, Dua Nyawa Berhasil Diselamatkan

Jumat, 6 Maret 2026 - 04:56 WIB

Perkuat Keamanan Lingkungan, Korbinmas Baharkam Polri Gelar ‘Ngopi Kamtibmas’ di Rangkapan Jaya Depok

Berita Terbaru