

SIARANDEPOK.COM – Kota Depok berhasil menyabet penghargaan Bronze Awardees dalam ajang ASEAN Smoke-free Awards (ASA) 2026 sebagai wujud pengakuan regional atas komitmennya menerapkan kebijakan Kawasan Tanpa Rokok (KTR) secara efektif. Pencapaian berprestasi ini diserahterimakan langsung kepada Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin di JW Marriott, Kuala Lumpur, Malaysia, pada Kamis (10/09/2026), berdampingan dengan empat kota besar Asia Tenggara lainnya yakni Kuala Lumpur (Malaysia), Thanbyuzayat (Myanmar), Pasig City (Filipina), serta Maha Sarakham (Thailand).
Dilansir dari laman berita.depok.go.id, Kepala Dinas Kesehatan Kota Depok Devi Maryori menjelaskan bahwa perlindungan masyarakat dari paparan asap rokok dirancang melalui ekosistem yang utuh dan berkelanjutan. Pelaksanaan aturan ini tidak cuma mengandalkan regulasi tertulis, melainkan dibarengi pengawasan dan pembinan ketat di tujuh tatanan KTR.
Adapun tujuh tatanan sasaran penegakan KTR tersebut mencakup fasilitas pelayanan kesehatan, tempat belajar mengajar, area bermain anak, tempat ibadah, angkutan umum, tempat kerja, hingga tempat umum. Penegakan hukum dilandasi kerja sama lintas sektor, pengendalian penayangan iklan rokok, pembatasan promosi, serta edukasi publik.
Pemerintah Kota Depok juga meluncurkan beragam inovasi untuk mengendalikan tingkat konsumsi tembakau, seperti gerakan edukasi remaja De Genstar (Generasi Sehat Tanpa Asap Rokok) berbasis peer educator dan kampanye media digital. Di tingkat tapak, masyarakat dilibatkan secara aktif melalui pembentukan Program Kampung KTR agar warga menjadi agen perubahan di lingkungannya.
Keberhasilan ini dicapai berkat sinergi kolektif antarlembaga, salah satunya peran aktif Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) yang konsisten menertibkan iklan serta promosi rokok di ruang publik. Di samping itu, Dinkes turut memberikan KTR Award sebagai bentuk apresiasi bagi institusi maupun pegiat lokal yang konsisten mengawal kawasan bebas asap rokok.
Implementasi aturan turut diperkuat oleh puskesmas melalui pengawasan terpadu serta pihak kelurahan yang mengawal penegakan aturan hingga tingkat komunitas. Devi berharap raihan penghargaan internasional ini bukan sebatas seremoni belaka, melainkan memicu kompetisi positif dan melahirkan beragam praktik baik yang dapat direplikasi di wilayah lain.














