
Siarandepok.com – DEPOK — Prinsip kesetaraan dalam pelayanan publik menjadi salah satu pesan utama yang disampaikan Rohmat Rospari dalam kegiatan pembangunan karakter ASN di Dinas Tenaga Kerja Kota Depok, Kamis, 13 Agustus 2026
Rohmat menilai birokrasi yang sehat harus mampu memastikan seluruh masyarakat memperoleh perlakuan yang sama di hadapan pelayanan pemerintah. Tidak boleh ada perbedaan perlakuan hanya karena seseorang memiliki jabatan, kekayaan, hubungan, maupun latar belakang tertentu.
Ia mengangkat prinsip keteladanan Rasulullah SAW tentang penegakan hukum dan keadilan sebagai inspirasi bagi ASN dalam menjalankan amanah pelayanan publik.
Menurut Rohmat, pesan tersebut memiliki relevansi kuat dengan kehidupan pemerintahan modern. ASN dituntut untuk menempatkan aturan dan kepentingan masyarakat di atas kepentingan pribadi maupun kelompok.
“Setara berarti tidak pandang bulu. Tidak boleh ada pelayanan yang cepat karena seseorang dikenal atau memiliki kedudukan, sementara warga biasa harus menunggu,” kata Rohmat dalam pemaparannya.
Prinsip kesetaraan tersebut dapat diterapkan secara konkret dalam pelayanan masyarakat. Misalnya, warga miskin maupun warga mampu yang mengurus dokumen administrasi harus memperoleh standar pelayanan, kepastian waktu, dan perlakuan yang sama.
Rohmat juga menyoroti pentingnya keadilan dalam pengelolaan pembangunan hingga tingkat paling dekat dengan masyarakat.
Ia menilai kebijakan pemerintah harus mampu memastikan manfaat pembangunan dirasakan secara proporsional oleh masyarakat, termasuk melalui penguatan pembangunan berbasis wilayah dan komunitas.
Selain persoalan pelayanan dan anggaran, kesetaraan juga harus diwujudkan dalam bentuk non-diskriminasi.
Menurut Rohmat, penyandang disabilitas, kelompok rentan, masyarakat dengan kondisi sosial-ekonomi berbeda, maupun warga yang memiliki keyakinan berbeda tetap memiliki hak yang sama sebagai warga negara.
“Pemerintah harus hadir untuk semua. Jangan sampai ada warga yang merasa bukan bagian dari pembangunan hanya karena latar belakangnya,” tuturnya.
Rohmat berpandangan bahwa integritas ASN tidak cukup diukur dari kepatuhan terhadap prosedur administrasi. Integritas juga tercermin dari keberanian memberikan pelayanan secara adil ketika berhadapan dengan berbagai kepentingan masyarakat.
Karena itu, ia mendorong ASN Kota Depok menjadikan SETARA sebagai salah satu karakter utama dalam menjalankan tugas: tidak pilih kasih, tidak diskriminatif, dan tidak menyalahgunakan kewenangan.
Pesan tersebut menjadi bagian dari gagasan Rohmat mengenai pembangunan karakter ASN yang berorientasi pada kepercayaan publik. Menurutnya, ketika masyarakat mendapatkan pelayanan yang adil, profesional, dan konsisten, kepercayaan terhadap pemerintah akan tumbuh secara alami.
“ASN bukan hanya bekerja dengan aturan, tetapi juga bekerja dengan amanah. Ketika masyarakat diperlakukan setara, di situlah pemerintah menunjukkan kehadirannya,” pungkas Rohmat















