Intensitas Curah Hujan Tinggi hingga Kerusakan Lingkungan Jadi Penyebab Banjir Bandang di NTT

- Reporter

Senin, 5 April 2021 - 20:43 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

siarandepok.com – Banjir bandang dan longsor yang melanda sejumlah daerah di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) pukul 01.00 WITA kemarin, Minggu (4/4/2021). Diduga akibat intensitas curah hujan tinggi disebabkan Siklon Tropis Seroja dan kerusakan lingkungan.

Badan Meteorolgi Klimatologi dan Geofisika sebelumnya telah mengimbau akan bahaya kemungkinan badai yang disebabkan Siklon Tropis Seroja terjadi di Provinsi NTT.

Siklon Tropis Seroja merupakan fenomena cuaca ekstrem yang berkembang dari bibit siklon tropis dan berpotensi menimbulkan bencana hidrometeorologi berupa angin puting beliung, banjir bandang, longsor, hujan es, badai salju, hujan lebat hingga kekeringan ekstrem.

Badan Nasional Penangulanggan Bencana (BNPB) melaporkan per Senin (5/4/2021) pukul 14.00 WIB data korban meninggal dunia akibat banjir bandang dan tanah longsor di NTT mencapai 68 orang dan 70 orang lainnya dinyatakan hilang.

Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Raditya Jati Menuturkan, banjir bandang dan longsor tersebut juga mengakibatkan 15 orang luka-luka, 2.655 jiwa terpaksa mengungsi, 25 rumah rusak berat, 17 rumah hanyut, 114 rusak sedang, 60 rumah terendam, dan 743 rumah terdampak. BNPB juga mencatat sebanyak 5 jembatan putus, 40 titik akses jalan tertutup pohon tumbang, 1 fasilitas umum rusak dan 1 kapal tenggelam. (dalam konferensi pers yang digelar siang tadi (5/4/2021).

Direktur Eksekutif Wahana Lingkungan Hidup (Walhi) NTT, Umbu Wulang T Paranggi mengatakan, banjir bandang dan longsor yang melanda 10 kabupaten/kota di NTT tersebut juga diakibatkan oleh kerusakan lingkungan.

Ia melanjutkan, kerusakan lingkungan disebabkan oleh alih fungsi lahan, pertambangan hingga pembalakan liar.

“Sebagai contoh yang terjadi di kawasan Hulu, Sumba Timur untuk kepentingan investasi gula, lahan hutan ditebang dan diganti menjadi perkebunan tebu dan terdapat beberapa kawasan pertambangan di wilayah Hulu” jelas Wulang.

Wulang menambahkan, terdapat aktivitas pembalakan liar di wilayah Gunung Boleng dan berpotensi sebagai salah satu penyebab banjir dan longsor yang terjadi di NTT.

“Banjir bandang yang baru kali ini melanda wilayah Adonara yang mana sebelumnya pulau tersebut tidak masuk dalam peta rawan bencana.” imbuhnya.

Wulang mengaku, bahwa bencana yang terjadi di NTT akibat faktor alam seperti intensitas curah hujan yang tinggi. Namun, curah hujan yang tinggi juga bergantung pada daya tampung lingkungan.

“jika daya tampung suatu wilayah masih terbilang baik, maka akan sanggup menampung curah hujan, jika sebaliknya dan tidak memadai karena kerusakan lingkungan.” tutupnya.

 

Penulis (RS)

Editor (RR)

Berita Terkait

Wamen LH Targetkan Seluruh Sampah Dikelola pada 2029, Pemkot Depok Diminta Perkuat Pemilahan
Lahan Sudah Diserahkan, Pembangunan Gedung SMKN 5 Depok Belum Juga Dimulai
PERSADA 212 Depok Kecam Promosi Miras Nemport Dengan Chalenge Hafal Ayat Al-Quran
Tembus Level Proaktif Bintang 3, Depok Jadi Kota Pertama di Indonesia Raih Predikat PKP-BJ dari LKPP
Masjid At-Thohir Mewakili Jabar di IMTI 2026, Pemkot Depok Siap Dorong Wisata Ramah Muslim
Normalisasi Kali Pesanggrahan, Banjir Cipayung-Pasir Putih Mulai Surut
Dorong Generasi Muda Aktif di Masjid, DKM Masjid Baitul Kamal Balaikota Depok Bentuk Remaja Masjid
Diduga Ditemukan Indikasi Bahan Radioaktif, Pemkot Depok Tinjau Bekas TPS Liar di Limo

Berita Terkait

Rabu, 12 Agustus 2026 - 22:00 WIB

Wamen LH Targetkan Seluruh Sampah Dikelola pada 2029, Pemkot Depok Diminta Perkuat Pemilahan

Rabu, 12 Agustus 2026 - 21:57 WIB

Lahan Sudah Diserahkan, Pembangunan Gedung SMKN 5 Depok Belum Juga Dimulai

Rabu, 12 Agustus 2026 - 18:17 WIB

PERSADA 212 Depok Kecam Promosi Miras Nemport Dengan Chalenge Hafal Ayat Al-Quran

Rabu, 12 Agustus 2026 - 18:13 WIB

Tembus Level Proaktif Bintang 3, Depok Jadi Kota Pertama di Indonesia Raih Predikat PKP-BJ dari LKPP

Rabu, 12 Agustus 2026 - 17:40 WIB

Normalisasi Kali Pesanggrahan, Banjir Cipayung-Pasir Putih Mulai Surut

Selasa, 11 Agustus 2026 - 21:38 WIB

Dorong Generasi Muda Aktif di Masjid, DKM Masjid Baitul Kamal Balaikota Depok Bentuk Remaja Masjid

Selasa, 11 Agustus 2026 - 20:51 WIB

Diduga Ditemukan Indikasi Bahan Radioaktif, Pemkot Depok Tinjau Bekas TPS Liar di Limo

Selasa, 11 Agustus 2026 - 20:44 WIB

Wamen LH Sidak TPA Cipayung, Pemkot Depok Diminta Perkuat Pemilahan Sampah Menuju Target 2029

Berita Terbaru