Desserts: Mango Sticky Rice

- Reporter

Rabu, 20 Januari 2021 - 10:38 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

sumber: google.com

sumber: google.com

Siarandepok.com – Mango Sticky Rice adalah hidangan penutup Thailand yang terbuat dari beras ketan, mangga, dan santan. Meskipun berasal dari Thailand, makanan ini dikonsumsi di wilayah geografis Indocina di Asia Tenggara, seperti Laos, Kamboja, dan Vietnam. Ketan mangga lazim menjadi sajian dalam puncak musim mangga pada musim panas bulan April dan Mei di Thailand.

Mango Sticky Rice dalam Bahasa Thailand disebut Khao Neeo Mamuang. Makanan ini adalah makanan pencuci mulut dengan bahan-bahan yang khas yakni ketan putih, mangga dan santan.

Ketan putih atau Khao Neow dalam Bahasa Thai, bentuknya seperti beras atau nasi dengan rasa yang lebih manis dan teksturnya lebih lengket jika dibandingkan dengan nasi.

Nasi Ketan Wujud Mangga ini berupa ketan putih yang ditambah dengan irisan mangga matang yang manis dan kemudian disiram dengan sedikit santan yang kental. Diatasnya lantas ditaburi dengan kacang kedelai yang diolah hingga renyah. Kombinasi ini terdengar agak aneh di telinga orang Indonesia yang belum pernah mencicipinya. Namun ternyata sangat lezat dan membuat ketagihan.

Sumber: google.com

 

Bahan utama yang dibutuhkan adalah beras ketan, santan segar atau yang sudah dikalengkan, garam, gula aren, dan mangga. Mula-mula, beras ketan direndam dalam air dan kemudian dimasak dengan cara dikukus atau menggunakan penanak nasi. Sementara itu, santan kelapa dicampur dengan garam dan gula, lalu dipanaskan tanpa mendidih. Setelah ketan yang dimasak telah tanak, masukkan ketan dalam campuran santan, lalu aduk dan tunggu hingga santan meresap ke dalam ketan. Untuk menyiapkan hidangan ini, kupas dan iris mangga. Lalu, taruh mangga di wadah beserta campuran ketan yang ditaruh di sampingnya. Sisa santan yang belum terpakai dapat ditambahkan ke dalam ketan untuk menambah cita rasa gurih. Kadang-kadang ketan dapat ditambahkan taburan kacang kuning renyah.

 

(mw)

Berita Terkait

Bakesbangpol Kabupaten Bogor Perkuat Nilai Kebangsaan melalui Rangkaian Pengambilan dan Pengembalian Bendera Pusaka di Pendopo Malasari
Cinta Nabi dan Tanah Air, Pengajian ini Nyanyikan Lagu Indonesia Raya Usai Pembacaan Asrokol Maulid Nabi Muhammad SAW
DKM Baitul Kamal Bentuk Remaja Masjid, Libatkan Remaja dari Berbagai Kecamatan di Depok
Cing Ikah: Al-Qur’an Harus Menjadi Kompas Keluarga Hadapi Tantangan Era Digital
Langkah Nyata Pemkot Depok Dorong Kota Ramah Anak dan Inklusif
Kawal Tata Kelola dan Keberlanjutan Korporasi, Presiden Komisaris PT Mustika Ratu Tbk Perkuat Langkah Menuju Pasar Global
Sambut Final Piala Dunia 2026, Pemkot Depok Ajak Warga Nobar Seru di Alun-Alun GDC
Langkah Nyata Pemkot Depok Ciptakan Lingkungan Belajar yang Aman dan Nyaman Bagi Siswa

Berita Terkait

Selasa, 15 September 2026 - 20:37 WIB

DLHK Pastikan Kualitas Udara Depok Aman Sepekan Pascapaparan Abu Vulkanik

Selasa, 15 September 2026 - 20:35 WIB

Penduduk Depok Tembus 2,05 Juta Jiwa, Perekaman KTP-el Capai 99,60 Persen

Selasa, 15 September 2026 - 20:32 WIB

Chandra Rahmansyah Hadiri Hari Tenun Nasional 2026 di UI, Dorong Pelestarian Budaya

Selasa, 15 September 2026 - 20:30 WIB

Satpol PP Depok Amankan 1.972 Botol Miras Ilegal

Selasa, 15 September 2026 - 19:39 WIB

Pemkot Depok Gerak Cepat Tangani Ibu Rita, Ojol Janda Lima Anak yang Motornya Rusak Akibat Kecelakaan

Selasa, 15 September 2026 - 18:16 WIB

Pemkot Depok Serahkan Uang Ganti Rugi Sebesar Rp58 Miliar untuk 93 Bidang Tanah untuk Pelebaran Jalan Parung Bingung

Selasa, 15 September 2026 - 18:11 WIB

Bawa Inovasi Sakeling dan Prosesa, PIK-R Sacerba Sawangan Tembus Tiga Besar Nasional

Selasa, 15 September 2026 - 16:50 WIB

Seminggu Usai Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau, DLHK Pastikan Udara Depok Aman

Berita Terbaru

Berita

Satpol PP Depok Amankan 1.972 Botol Miras Ilegal

Selasa, 15 Sep 2026 - 20:30 WIB