

Pemerintah Kota Depok terus menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan mutu pendidikan melalui penciptaan lingkungan sekolah yang ramah anak. Langkah ini diwujudkan lewat penyelenggaraan Pelatihan Budaya Sekolah Aman dan Nyaman yang ditujukan bagi para Kepala Sekolah dan Wakil Kepala Sekolah se-Kota Depok. Acara tersebut dibuka langsung oleh Wakil Wali Kota Depok, Chandra Rahmansyah, di Aula Lantai 10 Gedung Dibaleka 2, Balai Kota Depok.
Dalam arahannya, Wakil Wali Kota menegaskan bahwa pelatihan ini bukan sekadar program rutin untuk meningkatkan kapasitas aparatur pendidikan. Kegiatan ini merupakan sebuah ikhtiar bersama demi membangun iklim sekolah yang sehat, aman, dan protektif. Target utamanya adalah memastikan institusi pendidikan mampu menjadi ruang tumbuh yang positif sekaligus menyenangkan bagi seluruh peserta didik.
Peran sekolah dinilai sangat krusial karena berfungsi sebagai rumah kedua bagi anak-anak saat mereka menghabiskan sebagian besar waktunya sehari-hari. Di lingkungan inilah mereka tidak hanya menyerap ilmu pengetahuan, tetapi juga membangun karakter dan nilai-nilai kehidupan. Oleh sebab itu, menjamin sekolah bebas dari segala bentuk perundungan, kekerasan, diskriminasi, serta intoleransi menjadi tanggung jawab besar yang harus dipikul bersama.
Para Kepala Sekolah dan Wakil Kepala Sekolah memegang kendali yang sangat strategis sebagai motor perubahan di lembaga yang mereka pimpin. Pola kepemimpinan yang humanis, adaptif, serta mengutamakan kepentingan anak diyakini mampu menciptakan atmosfer belajar yang jauh lebih berkualitas. Keberhasilan pendidikan kini tidak lagi ditakar dari angka-angka akademik semata, melainkan dari rasa bahagia yang dirasakan siswa selama belajar.
Program ini juga menjadi bagian integral dari visi pembangunan jangka panjang Kota Depok guna mencetak sumber daya manusia yang unggul, berkarakter, dan berdaya saing tinggi. Melalui lingkungan belajar yang kondusif, potensi kreativitas dan kepedulian sosial anak-anak diharapkan dapat terstimulasi secara optimal. Hal ini selaras dengan cita-cita besar kota untuk menghadirkan sistem pendidikan yang inklusif.
Sebagai penutup, seluruh peserta pelatihan diajak untuk segera mempraktikkan materi yang didapat ke dalam ekosistem sekolah masing-masing. Komunikasi yang terbuka dengan guru, orang tua murid, dan masyarakat sekitar harus terus dibangun demi memperkuat sinergi. Diharapkan, momentum ini bisa menjadi pemantik kolaborasi yang solid untuk menjadikan sekolah sebagai tempat lahirnya generasi emas yang berintegritas dan berjiwa gotong royong.
Sumber berita: Protokol dan Komunikasi Pimpinan (Prokopim) Kota Depok















