
Siarandepok.com – Ketua Komisi Perempuan, Remaja, dan Keluarga (KPRK) MUI Kota Depok, Siti Barkah Hasanah atau yang akrab disapa Cing Ikah, mengajak masyarakat menjadikan Al-Qur’an sebagai pedoman utama dalam membangun keluarga yang tangguh di tengah derasnya arus digital dan perubahan sosial.
Pesan tersebut disampaikan Cing Ikah saat menjadi narasumber dalam kajian bertajuk “Menguatkan Ketahanan Keluarga Melalui Nilai-Nilai Al-Qur’an” yang digelar di Gedung MUI Kota Depok, Sabtu (25/7/2026).
Dalam paparannya, Cing Ikah mengatakan kemajuan teknologi telah membawa banyak manfaat, tetapi juga menghadirkan tantangan baru bagi keluarga. Menurutnya, orang tua dituntut semakin aktif mendampingi anak agar mampu memanfaatkan teknologi secara sehat tanpa kehilangan nilai-nilai agama dan akhlak.
“Al-Qur’an harus menjadi kompas keluarga. Ketika nilai-nilai Al-Qur’an hidup di dalam rumah, insya Allah keluarga akan memiliki benteng yang kuat menghadapi berbagai tantangan zaman,” ujarnya.

Ia menjelaskan bahwa keluarga merupakan sekolah pertama bagi setiap anak. Karena itu, pendidikan tauhid, akhlak, kejujuran, amanah, kesabaran, tanggung jawab, hingga budaya musyawarah harus ditanamkan sejak dini melalui keteladanan orang tua.
Menurut Cing Ikah, tantangan keluarga saat ini tidak hanya berupa kecanduan gawai, menurunnya komunikasi dalam rumah tangga, paparan konten negatif, pornografi, perjudian daring, maupun perundungan siber (cyberbullying), tetapi juga mulai memudarnya kedekatan emosional antaranggota keluarga akibat kesibukan dan penggunaan teknologi yang berlebihan.
Untuk mengatasinya, ia mengajak setiap keluarga membangun budaya Qur’ani melalui kebiasaan sederhana, seperti shalat berjamaah, tilawah Al-Qur’an, makan bersama tanpa gawai, berdialog dengan anak, serta membiasakan penggunaan media digital secara bijak.
Budaya Silaturahmi Jadi Modal Sosial Kota Depok
Cing Ikah mengapresiasi budaya silaturahmi yang hingga kini masih tumbuh kuat di tengah masyarakat Kota Depok. Menurutnya, berbagai kegiatan keagamaan maupun sosial telah menjadi ruang yang efektif untuk mempererat hubungan antarwarga sekaligus memperkuat ketahanan keluarga.
Ia mencontohkan maraknya pengajian ibu-ibu di masjid, musala, dan majelis taklim, kegiatan arisan keluarga maupun arisan lingkungan, hingga berbagai aktivitas kemasyarakatan yang terus berkembang di tengah warga.
Selain itu, Pemerintah Kota Depok juga terus mendorong penguatan kebersamaan masyarakat melalui berbagai program, termasuk kegiatan keagamaan, pemberdayaan masyarakat, serta program Keberagaman Wisata yang menjadi ruang interaksi positif antarwarga.
“Silaturahmi adalah kekuatan masyarakat kita. Ketika komunikasi antarkeluarga dan antarwarga terjalin dengan baik, maka persoalan-persoalan sosial akan lebih mudah dicegah dan diselesaikan bersama,” kata Cing Ikah.
Masih Ada Tantangan Keluarga
Meski demikian, Cing Ikah mengingatkan bahwa masih terdapat berbagai persoalan keluarga yang memerlukan perhatian bersama, termasuk kasus kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) dan konflik keluarga yang masih terjadi di masyarakat.
Menurutnya, persoalan tersebut tidak dapat diselesaikan hanya melalui pendekatan hukum, tetapi juga membutuhkan penguatan pendidikan agama, komunikasi keluarga, dan pendampingan sosial secara berkelanjutan.
Karena itu, ia mengapresiasi langkah Pemerintah Kota Depok yang menghadirkan layanan pendampingan keluarga melalui Pusat Pembelajaran Keluarga (PUSPAGA) Harmoni dan Lembaga Konsultasi Kesejahteraan Keluarga (LK3) Harmoni.
Kehadiran kedua lembaga tersebut diharapkan dapat menjadi ruang konsultasi, edukasi, dan pendampingan bagi keluarga yang menghadapi persoalan rumah tangga, sehingga penyelesaiannya dapat dilakukan secara lebih komprehensif.
“Semua pihak memiliki tanggung jawab yang sama dalam menjaga ketahanan keluarga. Ulama memberikan penguatan nilai-nilai agama, pemerintah menghadirkan layanan pendampingan, sementara masyarakat membangun budaya saling peduli. Ketika ketiganya berjalan bersama, insya Allah keluarga-keluarga di Kota Depok akan semakin kuat,” tutur Cing Ikah.
Ia berharap nilai-nilai Al-Qur’an tidak berhenti sebagai materi kajian, tetapi benar-benar menjadi pedoman dalam kehidupan sehari-hari sehingga mampu melahirkan generasi yang beriman, berakhlak mulia, dan siap menghadapi tantangan era digital.















