Jauhi Hoaks dan Rawat Nalar Di Tengah Pandemi Covid-19

- Reporter

Selasa, 21 April 2020 - 17:08 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oleh: Reski Azwar (Blogger/Mahasiswa Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Diponegoro)

Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) mendeteksi 1.160 akun hoaks virus corona (SARS-CoV-2) atau Covid-19 di lima platform media sosial: Facebook, Instagram, Twitter, dan Youtube dari 23 Januari – 1 April 2020.

Facebook menjadi platform media sosial yang memiliki hoaks terbanyak, disusul oleh Twitter. Ada 804 akun hoaks di Facebook dan ada 340 akun hoaks di Twitter. Facebook telah memblokir 627 akun hoaks dan sedang menindaklanjuti 177 akun hoaks sisanya. Lebih lanjut Twitter telah memblokir 115 akun hoaks dan masih menindaklanjuti 225 akun hoaks. Di sisi lain, Instagram telah memblokir 4 akun hoaks dari 10 akun hoaks, sedangkan Youtube juga telah memblokir 4 akun hoaks dari 6 akun hoaks. Total akun hoaks yang berada di kelima media sosial adalah 1.160 akun hoaks, 750 akun hoaks sudah diblokir, sedangkan 410 akun hoaks lainnya sedang ditindakalanjuti.

Data tersebut menunjukkan betapa marak persebaran hoaks dan provokasi yang ada di media sosial di masa pandemi ini. Bahkan, ada juga seruan provokasi berbuat kerusuhan pada tanggal 18 April. Sebagai bangsa yang bermartabat dan menjunjung tinggi nilai-nilai luhur Pancasila, perilaku penyebaran hoaks dan provokasi serta tindakan-tindakan lain yang mengarah pada perpecahan bangsa seharusnya dijauhi dan ditinggalkan. Mengingat, NKRI yang terdiri atas masyarakat multikultural amat mudah untuk disulut emosi dan dipecah-belah. Apalagi di masa kritis pandemi yang seharusnya saling menguatkan dengan saling memberi uluran tangan, justru saling menjatuhkan lainnya dengan menebar provokasi.

Indonesia sebagai negara multikultur dan tingkat literasi yang rendah tentu menjadi ladang empuk penyebaran hoaks dan provokasi yang dilakukan media daring. Lagipula, dengan penguasaan algoritma teknologi informasi, hoaks media sosial dapat membaca keinginan informasi yang diterima warganet dan seringnya kita sebagai manusia ‘juga’ akan memilih informasi yang ‘hanya’ kita inginkan. Di musim pandemi seperti ini, keyword tentang Corona tentu menjadi hal yang sangat dicari, sehingga banyak yang ingin memanfaatkan trending tersebut untuk memprovokasi massa.

Ayo Rawat Nalar Kita!

Di masa pandemi, dimana digalakkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) atau Social Distancing tentu banyak orang yang tetap di rumah. Hal ini karena kerumunan dan pekerjaan-pekerjaan yang tidak substantif banyak dialihkan melalui online. Di masa ini, tentu banyak waktu bagi kita untuk membaca buku-buku atau informasi yang tersaji di media digital secara selektif. Ini penting untuk penguatan literasi kita yang masih lemah dan berpotensi termakan hoaks.

Namun demikian, peningkatan kuantitas bacaan tidak akan cukup untuk merawat nalar dalam melawan hoaks. Karena, banyak dari kita masih terjebak dalam logika hoaks (mencari informasi yang kita inginkan saja). Oleh karenanya, lebih penting lagi dalam upaya merawat nalar di tengah pandemi bersikap ragu (skeptis) terhadap segala informasi berkaitan dengan Covid-19.

Membaca boleh, tetapi harus di dahului sikap waspada. Waspada adalah sikap yang membuat kita kembali, kepada fitrah, menjadi manusia, yang mengandalkan nalar dari argumen tak berdasar.

Dengan menerapkan prinsip skeptis terhadap segala macam informasi, kita akan terbiasa melakukan klarifikasi terhadap semua informasi yang kita terima. Sehingga tidak asal sebar karena kita telah menyaringnya terlebih dahulu. Namun demikian, langkah ini juga harus diimbangi oleh langkah pemerintah dengan memotong sumber hoaks dan provokasi dengan memblokir akun-akun penebar berita bohong tersebut.

Hanya saja, pemerintah jangan sampai salah tebang dengan mengamputasi akun-akun yang melakukan kritik terhadap negara tentang penanganan pandemi. Itu lumrah untuk perbaikan langkah dalam menangani pandemi Covid-19. Agar kita semua segera bisa keluar dari krisis pelik yang menyengsarakan berbagai lapisan masyarakat ini.

Berita Terkait

Uji Keyakinan, Kuil di India Wajibkan Pengunjung Minum Campuran Urin Sapi
Dilema Trump: Ingin Akhiri Perang Iran, Tapi Teheran Menolak Takluk
Iran Menggila! Tembaki dan Sita Kapal yang Coba Keluar Selat Hormuz
Tok! Trump Perpanjang Gencatan Senjata AS-Iran Tanpa Batas Waktu
Update Konflik: Iran Beri Syarat “All-in” ke Amerika Serikat
Trump Dilaporkan “Tantrum” Akibat Pilot AS Hilang di Iran, Ajudan Sampai Blokir Akses ke Ruang Situasi
Trump Harap Hizbullah Bertindak Sopan saat Gencatan Senjata di Lebanon
Lagi! Senat AS Gagal Batasi Wewenang Perang Donald Trump Terhadap Iran

Berita Terkait

Rabu, 29 April 2026 - 15:15 WIB

Buku Panduan Cara Unik Promosi Sekolah Karya Dr Awaluddin Faj, M.Pd

Rabu, 29 April 2026 - 15:12 WIB

Best Seller Buku Panduan Masuk Pondok Modern Darussalam Gontor

Rabu, 29 April 2026 - 09:45 WIB

Kecamatan Pancoran Mas bersama FKUB dan Kemenag Kota Depok Gelar Harmonisasi Tokoh Agama dan Tokoh Masyarakat 

Rabu, 29 April 2026 - 09:43 WIB

Warga Sampaikan Keluhan Air, Lurah Pondok Cina Jembatani dengan PT Tirta Asasta Depok (Perseroda)

Rabu, 29 April 2026 - 09:41 WIB

Wawalkot Depok Hadiri Pelantikan PGPI, Dorong Penguatan Pelayanan Umat

Rabu, 29 April 2026 - 09:19 WIB

Pesantren Leadership Daarut Tarqiyah Primago Depok Bangun Ekosistem Transaksi Cashless dan Digitalisasi Program Pesantren

Selasa, 28 April 2026 - 15:23 WIB

SMK Keluarga Widuri Gelar Tour Wisata Edukasi Bromo, Malang Jogja Tahun 2026 Bersama Dirgantara IAI Tour Travel Depok

Selasa, 28 April 2026 - 15:20 WIB

Jabar Perkuat Kolaborasi Lintas Lembaga untuk Perlindungan Perempuan dan Anak

Berita Terbaru

Berita Pilihan

Buku Panduan Cara Unik Promosi Sekolah Karya Dr Awaluddin Faj, M.Pd

Rabu, 29 Apr 2026 - 15:15 WIB

Berita Pilihan

Best Seller Buku Panduan Masuk Pondok Modern Darussalam Gontor

Rabu, 29 Apr 2026 - 15:12 WIB