
Siarandepok.com – Jakarta – Program pembekalan Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) bagi calon manajer Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) resmi rampung. Sebanyak 28.629 peserta dinyatakan lulus dan bersiap diterjunkan ke 1.021 titik koperasi yang telah beroperasi di berbagai daerah.
Penutupan program ditandai dengan upacara di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Jumat (31/7/2026), yang dipimpin langsung oleh Sekretaris Jenderal Kementerian Pertahanan (Kemenhan) Letnan Jenderal TNI Tri Budi Utomo.
Direktur Utama Agrinas Pangan Nusantara, Joao Angelo De Sousa Mota, menyampaikan bahwa para lulusan yang telah menyelesaikan pelatihan akan segera diterjunkan ke lokasi-lokasi koperasi yang sudah siap beroperasi. Ia menjelaskan, hingga Jumat lalu, sebanyak 18.672 unit Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih telah selesai dibangun, sementara 3.558 unit lainnya masih dalam tahap pembangunan. Dari jumlah koperasi yang sudah berdiri itu, baru 1.021 unit yang benar-benar mulai beroperasi dan akan menjadi lokasi penempatan awal para manajer.
Secara keseluruhan, program SPPI yang berlangsung sejak 17 Juni hingga 31 Juli 2026 diikuti oleh 33.785 peserta, mencakup calon manajer KDKMP dan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP). Sebanyak 1.691 peserta tidak menyelesaikan seluruh rangkaian diklat, sehingga jumlah yang dinyatakan lulus adalah 28.626 calon manajer KDKMP dan 5.159 calon manajer KNMP.
Selama pembekalan, para peserta dibekali materi bela negara sekaligus kemampuan manajerial, mulai dari kepemimpinan, tata kelola kelembagaan, penguatan kapasitas sumber daya manusia, hingga manajemen pengelolaan koperasi. Tri Budi menegaskan bahwa pendidikan ini tidak hanya bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan teknis, tetapi juga membentuk karakter, disiplin, dan semangat bela negara para calon manajer.
Setelah dinyatakan lulus, para peserta akan lebih dulu kembali ke daerah masing-masing sambil menunggu pemanggilan dari panitia pusat di bawah koordinasi PT Agrinas Pangan Nusantara. Penempatan selanjutnya akan diatur melalui proses pemanggilan bertahap, dengan status penugasan berupa Perjanjian Kerja Waktu Tertentu (PKWT) selama kurang lebih dua tahun.
Kemenhan juga memastikan akan terus memantau para lulusan setelah mereka bertugas di lapangan sebagai bagian dari pembinaan berkelanjutan, termasuk bagi mereka yang berstatus komponen cadangan maupun komponen pendukung pertahanan negara.
Di sisi lain, program Kopdes Merah Putih ini masih menjadi sorotan di parlemen. Sejumlah anggota DPR RI meminta pemerintah mengevaluasi konsep program tersebut, karena dinilai telah mengalami perubahan fungsi dan arah dibandingkan saat pertama kali diperkenalkan kepada publik.
Dengan rampungnya pembekalan ini, pemerintah berharap ribuan manajer baru tersebut dapat segera mempercepat operasional Kopdes Merah Putih di seluruh Indonesia, sekaligus mendorong program tersebut berjalan sesuai target sebagai penggerak ekonomi di tingkat desa dan kelurahan.















