
Siarandepok.com – Badan Gizi Nasional (BGN) menghentikan sementara operasional dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Karangturi, Semarang, menyusul laporan insiden keamanan pangan yang diduga berkaitan dengan pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Sanksi berupa suspend atau penghentian sementara diberlakukan hingga proses investigasi dan pemeriksaan selesai dilakukan.
Saat ini, Dinas Kesehatan setempat tengah melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah sampel bahan makanan yang diduga menjadi penyebab ratusan siswa SMK Negeri 6 Semarang mengalami keracunan.
Berdasarkan laporan yang diterima BGN, sebanyak 707 orang terdampak, terdiri dari 693 siswa dan 14 guru. Mayoritas korban mengalami gejala seperti pusing, mual, muntah, dan diare.
Hasil investigasi awal menunjukkan insiden diduga berkaitan dengan bahan makanan yang disediakan oleh SPPG Karangturi. Namun, penyebab pastinya masih menunggu hasil uji laboratorium.
Kepala BGN, Sudaryono, mengatakan salah satu dugaan penyebab insiden adalah makanan dimasak terlalu awal sebelum didistribusikan kepada para penerima manfaat.
Ia menegaskan BGN menerapkan kebijakan zero tolerance terhadap setiap insiden keamanan pangan maupun praktik penyimpangan dalam pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis.
Karena itu, seluruh dapur SPPG diminta mematuhi standar operasional prosedur (SOP) yang telah ditetapkan guna memastikan keamanan pangan dan mencegah kejadian serupa terulang kembali.
BGN memastikan akan terus mengawal proses investigasi bersama pihak terkait sebelum memutuskan langkah lanjutan terhadap operasional dapur SPPG Karangturi.














