MPR Gelar Sosialisasi Empat Pilar

- Reporter

Selasa, 5 Maret 2019 - 23:32 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Siarandepok.com – Hidayat Nur Wahid selaku wakil ketua MPR mengatakan bahwa sosialisasi Empat Pilar penting diadakan untuk mempertebal rasa cinta terhadap bangsa Indonesia.

“Kita tidak mungkin mencintai Indonesia kalau kita tidak mengenalnya dengan baik. Inilah salah satu fungsi kegiatan sosialisasi, mengenalkan sejarah bangsa kepada masyarakat agar timbul perasaan cinta yang makin besar kepada bangsa dan negara,” ujar wakil ketua MPR dalam keterangan tertulis, Selasa (5/3).

Ia mengatakan pernyataan tersebut saat memberikan materi Sosialisasi Empat Pilar di Aula Masjid An Nizhom, Cempaka Putih, Jakarta Pusat pada Senin (4/3). Hadir pula pada acara tersebut Ketua Yayasan Indonesia Cerdas Sejahtera Fernando.

Hidayat mengatakan sejak dulu banyak ulama yang ikut berjuang mempertahankan NKRI. Salah satu peristiwa yang tidak bisa dilupakan terjadi ketika sila pertama Pancasila diprotes oleh perwakilan Indonesia Timur yang mengancam akan keluar dari NKRI jika Piagam Jakarta tidak diubah.

“Mendapat laporan seperti itu, Ki Bagus Hadikusumo, KH. Wahid Hasyim, Mr. Kasman Singodimedjo, dan Tengku Muhammad Hasan segera berembuk. Hasilnya, mereka mau menghapus tujuh kata pada Piagam Jakarta dan menggantinya menjadi bunyi Pancasila seperti yang kita temui sekarang. Semua itu dilakukan demi menjaga keutuhan NKRI yang diproklamirkan pada 17 Agustus 1945,” paparnya.

Hidayat menegaskan kisah-kisah seperti itulah yang harus disampaikan dan dimengerti oleh generasi muda agar menimbulkan nasionalisme dan rasa cinta terhadap bangsa dan negara.

Hingga saat ini, MPR telah bekerja sama dengan kelompok masyarakat untuk melakukan sosialisasi Empat Pilar. Mulai dari lingkungan RT/RW, ormas, organisasi profesi, sekolah dan kelompok masyarakat lain.

Hidayat memaparkan Sosialisasi Empat Pilar pertama kali dilaksanakan pada tahun 2004 dengan istilah Sosialisasi Keputusan MPR. Pada 2009, istilah berubah menjadi Sosialisasi Kehidupan Berbangsa dan Bernegara. Dan pada tahun 2014 istilah yang digunakan adalah Sosialisasi Empat Pilar.

 

Oleh: Rizky Priyandi

Editor: Muhammad Rafi Hanif

 

Berita Terkait

Rayakan Sejarah 3 Abad, Pemkot Gelar Festival Depok Heritage 2026 Akhir Pekan Ini
Gebrakan Kesadaran Lingkungan, Opsih di Tapos Hidupkan Kembali Budaya Kerja Bakti
PLN Lakukan Pemeliharaan Bay Menes di GI Chandra Asri untuk Jaga Keandalan Pasokan Listrik
Pesantren Leadership Daarut Tarqiyah Primago Turut Hadir pada Acara Sarasehan Nasional Pesantren dalam Rangka Memperingati 100 thn Gontor
18 Lembaga Pendidikan Hadiri Kegiatan Workshop Manajemen “Cara Unik Promosi & Branding Sekolah” Di FORBIS National Econimic Summit & Expo 2026
Dirgantara Digital Studio (DDS) Depok Dokumentasi Wisuda Pelepasan Siswa TK B ALFABETA – Bukit Dago
Korban Gempa M 6,7 di Sulawesi Tengah Bertambah Jadi Tiga Orang
Kemenhut Temukan Ratusan Batang Kayu Diduga Ilegal di Humbang Hasundutan

Berita Terkait

Minggu, 21 Juni 2026 - 14:20 WIB

Rayakan Sejarah 3 Abad, Pemkot Gelar Festival Depok Heritage 2026 Akhir Pekan Ini

Minggu, 21 Juni 2026 - 14:16 WIB

Gebrakan Kesadaran Lingkungan, Opsih di Tapos Hidupkan Kembali Budaya Kerja Bakti

Minggu, 21 Juni 2026 - 03:43 WIB

SMP Kemala Bhayangkari 3 Jakarta Selatan Gelar Outing Activities Kelas IX Ke Yogyakarta Tahun 2026

Sabtu, 20 Juni 2026 - 23:15 WIB

PLN Lakukan Pemeliharaan Bay Menes di GI Chandra Asri untuk Jaga Keandalan Pasokan Listrik

Sabtu, 20 Juni 2026 - 10:41 WIB

Pesantren Leadership Daarut Tarqiyah Primago Turut Hadir pada Acara Sarasehan Nasional Pesantren dalam Rangka Memperingati 100 thn Gontor

Sabtu, 20 Juni 2026 - 10:38 WIB

Dirgantara Digital Studio (DDS) Depok Dokumentasi Wisuda Pelepasan Siswa TK B ALFABETA – Bukit Dago

Jumat, 19 Juni 2026 - 22:07 WIB

Korban Gempa M 6,7 di Sulawesi Tengah Bertambah Jadi Tiga Orang

Jumat, 19 Juni 2026 - 21:54 WIB

Kemenhut Temukan Ratusan Batang Kayu Diduga Ilegal di Humbang Hasundutan

Berita Terbaru