Mengenal 9 Presiden Depok dan Jejak Sejarah Kaum Depok

- Reporter

Minggu, 16 Agustus 2026 - 21:06 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Siarandepok.com – DEPOK – Sejarah Kota Depok memiliki perjalanan pemerintahan yang cukup unik. Jauh sebelum menjadi kota administratif seperti sekarang, Depok pernah memiliki pemerintahan sendiri yang dipimpin oleh sejumlah tokoh yang dikenal dengan sebutan Presiden Depok.

Presiden Depok terakhir adalah J.M. Jonathans yang dilantik pada 1946, setahun setelah Indonesia memproklamasikan kemerdekaannya pada 1945.

Namun, masa kepemimpinan J.M. Jonathans tidak berlangsung lama. Pada masa pemerintahannya, organisasi Gementee Bestuur Depok akhirnya berakhir seiring dengan proses pengalihan tanah partikelir Depok kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Boy mengatakan, setelah Indonesia merdeka, pemerintah melihat masih terdapat sejumlah tanah partikelir di Depok yang keberadaannya ketika itu masih dilindungi oleh aturan peninggalan pemerintahan Hindia Belanda.

Pemerintah kemudian mengutus Kementerian Dalam Negeri untuk melakukan negosiasi dengan J.M. Jonathans agar tanah partikelir tersebut dapat menjadi bagian dari wilayah Indonesia.

Proses negosiasi tersebut berlangsung di Istana Presiden J.M. Jonathans. Setelah melalui pembahasan yang cukup panjang, Gementee Bestuur Depok akhirnya sepakat menyerahkan tanah peninggalan Cornelis Chastelein kepada Indonesia.

“Pak Presiden J.M. Jonathans saat itu menyadari bahwa sekarang kita tidak berada di pemerintahan Hindia Belanda tapi sudah NKRI,” tuturnya.

Menurut Boy, kesepakatan tersebut kemudian dituangkan dalam berita acara dan dilanjutkan dengan pembuatan akta pengalihan tanah partikelir Depok menjadi bagian dari Indonesia.

“Di sini ditandatangani berita acara kemudian dibuatlah akta pengalihan tanah partikelir Depok menjadi bagian tidak terpisahkan dari Indonesia,” tegas Boy.

Keberadaan sembilan Presiden Depok kini menjadi bagian penting dari sejarah perjalanan Kota Depok. Tradisi pemerintahan tersebut mencerminkan adanya sistem kepemimpinan dan organisasi masyarakat yang telah berkembang di Depok sejak masa lalu.

Ketua Yayasan Lembaga Cornelis Chastelein (YLCC), Revelino Isakh, mengatakan keberadaan para Presiden Depok menjadi bagian dari sejarah yang tidak dapat dipisahkan dari perkembangan wilayah tersebut.

“Sebuah sejarah yang tak terbantahkan bahwa Depok di masa itu punya pemimpin yang bernama presiden, sebagai pemimpin organisasi,” ujar Revelino.

Historische Studio Lestarikan Sejarah Kaum Depok

Untuk mengenang sekaligus melestarikan perjalanan sejarah Kaum Depok dari masa ke masa, YLCC mendirikan mini museum bernama Historische Studio.

Museum tersebut berada di area sekolah SMP Kasih yang pada era Hindia Belanda pernah menjadi salah satu pusat pendidikan di Depok.

Historische Studio menyimpan berbagai koleksi yang berkaitan dengan perjalanan Cornelis Chastelein dan 12 Marga Kaum Depok. Selain itu, terdapat pula berbagai benda antik yang usianya telah mencapai lebih dari tiga abad dan masih tersimpan hingga kini.

Revelino mengatakan keberadaan Historische Studio diharapkan dapat menjadi ruang edukasi sekaligus tempat masyarakat mengenal lebih dekat sejarah perjalanan Kaum Depok.

“Mungkin ini pertama kali di kota ini, mini museum tentang cerita 312 tahun perjalanan Kaum Depok itu, menjadi salah satu kebanggaan kami semua. Hal terkait itu ada di Historische Studio. Dan saya ke depannya akan komitmen bahwa sejarah yang sudah panjang ini terus lestari,” pungkasnya.

Berita Terkait

Pemkot Depok Serahkan Uang Ganti Rugi Sebesar Rp58 Miliar untuk 93 Bidang Tanah untuk Pelebaran Jalan Parung Bingung
Bawa Inovasi Sakeling dan Prosesa, PIK-R Sacerba Sawangan Tembus Tiga Besar Nasional
Seminggu Usai Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau, DLHK Pastikan Udara Depok Aman
Warga Depok Bisa Uji Emisi Gratis Cukup Bawa Fotokopi STNK, Ini Dua Lokasinya
Komisi VIII DPR RI Evaluasi Kesiapan Haji di Depok, Minta Mitigasi Darurat Dimaksimalkan
Wujudkan Hunian Layak, Pemkot Depok dan Bank BJB Bedah Rumah Warga Cimanggis
Mengenal Toca dan Toci, Maskot Porprov XV Jabar dari Kesenian Khas Depok
Didampingi Wali Kota Depok, Pekerja Hotel Bumi Wiyata Adukan Nasib ke Kang Dedi Mulyadi

Berita Terkait

Selasa, 15 September 2026 - 18:16 WIB

Pemkot Depok Serahkan Uang Ganti Rugi Sebesar Rp58 Miliar untuk 93 Bidang Tanah untuk Pelebaran Jalan Parung Bingung

Selasa, 15 September 2026 - 18:11 WIB

Bawa Inovasi Sakeling dan Prosesa, PIK-R Sacerba Sawangan Tembus Tiga Besar Nasional

Selasa, 15 September 2026 - 16:50 WIB

Seminggu Usai Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau, DLHK Pastikan Udara Depok Aman

Selasa, 15 September 2026 - 13:57 WIB

Warga Depok Bisa Uji Emisi Gratis Cukup Bawa Fotokopi STNK, Ini Dua Lokasinya

Selasa, 15 September 2026 - 12:54 WIB

Komisi VIII DPR RI Evaluasi Kesiapan Haji di Depok, Minta Mitigasi Darurat Dimaksimalkan

Senin, 14 September 2026 - 19:17 WIB

Mengenal Toca dan Toci, Maskot Porprov XV Jabar dari Kesenian Khas Depok

Senin, 14 September 2026 - 19:14 WIB

Didampingi Wali Kota Depok, Pekerja Hotel Bumi Wiyata Adukan Nasib ke Kang Dedi Mulyadi

Senin, 14 September 2026 - 19:10 WIB

Satpol PP Depok Sita Ribuan Botol Miras Usai Instruksi Pengawasan Wali Kota

Berita Terbaru