Diskusi Warganetizen Yogyakarta ; Ajak Masyarakat Ciptakan Pemilu 2019 Damai dan Bermartabat

- Reporter

Jumat, 22 Februari 2019 - 14:20 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Siarandepok.com – Kalangan Netizen, Blogger, Youtuber dan Seniman digital Yogjakarta bersama Forum Pemuda Kreatif menggelar Deklarasi Gerakan melawan hoax di Loco Coffe Shop Jalan Malioboro, Yogyakarta. Kamis siang (21/02/2019). Deklarasi warganet Yogjakarta ini dilakukan agar menciptakan suasana aman, nyaman, dan kondusif di wilayah Yogyakarta pada Pemilu 2019. Gerakan melawan hoax dilakukan dengan cara mengedukasi Warganetizen Yogyakarta melalui kampanye kreatif di dunia maya.

Ketua Pelaksana Kegiatan, Hafyz Marshal mengatakan bahwa terlaksananya kegiatan ini untuk mengedukasi seluruh masyarakat Yogyakarta melawan hoax dan isu SARA yang marak saat ini. Gerakan ini sebagai kontribusi kreatif warganet Yogjakarta untuk ikut aktif mensukseskan Pileg dan Pilpres 2019.

“Warganetizen Yogyakarta bersama Forum Pemuda Kreatif mencoba ikut ambil bagian sebagai garda terdepan melawan hoax dan menangkal isu SARA demi terciptanya pemilu 2019 yang damai, hal tersebut menjadi penting guna menjamin keberlanjutan pembangunan nasional manusia Indonesia seutuhnya yang saat ini gencar dilakukan” ujarnya saat didepan peserta kegiatan diskusi dan deklarasi, Kamis siang (21/02).

Menurutnya, acara ini diharapkan agar masyarakat luas memiliki pengetahuan untuk selektif memilih berbagai informasi yang tersebar di media sosial, sedangkan bagi kalangan warganet diharapkan dapat melawan hoax dengan aktif memproduksi konten konten positip yang membangkitkan optimisme bangsa menatap masa depan dengan ikut mensukseskan penyelenggaraan Pemilu 2019.

Pada kesempatan selanjutnya, aktivis media sosial Prihadi Beny Waluyo mengatakan bahwa pesta demokrasi jangan menjadi momok bagi masyarakat dan juga jangan dijadikan momen pihak-pihak tertentu untuk menyebarkan konten negatif mulai dari isu SARA hingga isu hoax terutama di kalangan penggiat media sosial.

“Warganetizen khususnya kalangan blogger , youtuber dan content creator lainnya harusnya dapat memanfaatkan pesta demokrasi dengan gembira dan optimis melalui konten konten tulisan, grafis dan vlog serta bentuk kreatif lainnya yang mendidik dan menghibur guna menciptakan proses demokrasi yang berkualitas, bukannya justru mencari kesalahan apalagi memecah belah dengan konten konten berbau SARA. Jangan sampai isu agama dan informasi hoax menjadi alat kepentingan jangka pendek yaitu hanya untuk menang di pesta demokrasi dengqn cara tidak bermartabat” ujar Beny.

Senada dengan Beny, Ramaditya Domas Hariputro Jurnalis yang hadir sebagai pemateri selanjutnya berujar bahwa kampanye kreatif melawan hoax juga harus dilakukan oleh masyarakat netizen guna membendung gerakan-gerakan yang mengeksploitasi kabar berita hoax didunia maya pada kontestasi politik saat ini sehingga beresiko menggangu pelaksanaan Pemilu 2019 .

“Pemahaman terhadap fungsi media sosial merupakan salah satu konsep untuk membangun pengetahuan masyarakat terhadap tekanan isu-isu terkini yang berpeluang dipolitisasi menjadi hoax, apalagi menjelang pemilu 2019 yang semakin dekat ini” ungkap Ramaditya.

Acara Diskusi Warganet Yogjakarta bertema “Peran Warganet dan Media dalam Melawan Hoax dan Politisasi SARA Demi Pemilu yang Damai, Berkualitas, dan Bermartabat” yang dilanjutkan dengan deklarasi gerakan warganet Yogjakarta melawan hoax juga menghadirkan sejumlah tokoh masyarakat, akademisi dan kalangan penggiat media sosial serta jurnalis media lokal maupun nasional. Gerakan melawan hoax untuk mensuksedkan Pemilu 2019 tersebut juga diharapkan dapat dilaksanakan di berbagai wilayah lainnya melslui berbagai cara kratif oleh kalangan warganet.

 

Berita Terkait

Lima RW di Rangkapan Jaya Baru Gunakan Dana RW untuk Pengadaan Ambulans
Tol Sawangan-Bojonggede-Salabenda Bakal Dibangun, Terhubung hingga BORR
Minat Lansia Ikuti Sekolah Lansia di Duser Terus Meningkat, Kini Capai 167 Peserta
CPH Laporkan Dugaan Korupsi DPRD Maluku Utara, Minta KPK Gunakan Kewenangan Supervisi
Pemkot Depok Imbau Peringatan HUT ke-81 RI Digelar Sederhana dan Bebas Kepentingan Politik
Wali Kota Depok: Job Fair 2026 Jadi Ruang Belajar dan Peluang Raih Pekerjaan
Job Fair Depok 2026 Masih Dipadati Pencari Kerja, Ribuan Pelamar Berburu Lowongan
DLHK Depok Pastikan Pengangkutan Sampah ke TPA Cipayung Tetap Normal

Berita Terkait

Senin, 10 Agustus 2026 - 16:41 WIB

Penataan Pasar Cisalak: Satpol PP Depok Tertibkan 350 Lapak Liar di Fasilitas Umum

Senin, 10 Agustus 2026 - 16:33 WIB

Wali Kota Supian Suri Lepas 136 Anggota Pramuka Depok Menuju Jamnas XII 2026

Senin, 10 Agustus 2026 - 16:25 WIB

Laga Trofeo Brotherhood Pertemukan The Legend Pemain Timnas di Kukusan

Senin, 10 Agustus 2026 - 13:44 WIB

Irekaps FC Sabet Juara Soeratin U-15 Piala Wali Kota Depok 2026

Senin, 10 Agustus 2026 - 10:44 WIB

Pohon-Pohon di Depok Dibungkus Kain Merah Putih Jelang HUT ke-81 RI, Ada Pesan Khusus Lingkungan

Minggu, 9 Agustus 2026 - 17:20 WIB

Tak Hanya Juara, Pemkot Depok Gandeng 20 Finalis Abang Mpok 2026 Jadi Duta Pembangunan

Minggu, 9 Agustus 2026 - 17:15 WIB

Karnaval Kemerdekaan, Sasana Bulan Kampanyekan Go Green

Minggu, 9 Agustus 2026 - 13:57 WIB

Semarakkan HUT ke-81 RI, Wali Kota Depok Bagikan Belasan Ribu Bendera Merah Putih di CFD Margonda

Berita Terbaru