Ekspor Naik 12 Persen, Industri Mainan Jadi Andalan

- Reporter

Selasa, 2 Oktober 2018 - 22:36 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Industri mainan menjadi salah satu sektor manufaktur andalan di Indonesia karena berorientasi ekspor. Untuk itu, kinerja sektor ini tengah dipacu guna memperbaiki struktur ekonomi nasional yang sedang mengalami defisit neraca perdagangan.

“Pemerintah saat ini sangat mendorong industri yang produknya berorientasi ekspor. Apalagi dalam kondisi perekonomian dunia yang juga sedang melambat, kita jangan hanya fokus pada pasar domestik,” kata Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto usai meresmikan Peluncuran Batik Barbie yang diproduksi oleh PT. Mattel Indonesia, di Jakarta, Selasa (2/10)

Kementerian Perindustrian mencatat, industri mainan mampu memberikan kontribusi yang signifikan terhadap perekonomian nasional. Hal ini ditunjukkan melalui sumbangan dari nilai ekspor pada tahun 2017 yang mencapai USD302,42 juta atau naik 11,84 persen dibanding capaian tahun 2016 sebesar USD270,36 juta.

“Pemerintah telah membuat beberapa kebijakan yang dapat mendorong ekspor, di antaranya adalah pemberian insentif fiskal untuk industri melalui program Kemudahan Impor Tujuan Ekspor (KITE),” tutur Menperin.

Selain itu, peran penting industri mainan di dalam perekonomian, tercatat dari nilai produksi yang mencapai Rp10,7 triliun dengan kapasitas sebesar 4.575 ton pada tahun 2017. Kemudian, di tahun lalu juga, nilai investasi industri mainan bisa menembus hingga Rp410 miliar dan sampai saat ini jumlah tenaga kerja yang mampu diserap sebanyak 23.116 orang.

“Jadi, sektor ini pun tergolong padat karya, dengan memberikan multiplier effect bagi ekonomi kita dan kesejhateraan masyarakat,” tegas Airlangga. Oleh karenanya, Kemenperin memberikan apresiasi kepada PT Mattel Indonesia dalam pengembangan industri mainan di dalam negeri yang telah beroperasi sejak tahun 1992. Ini sekaligus menunjukkan kepercayaan Mattel terhadap iklim investasi di Indonesia.

“Melalui PT Mattel Indonesia, kita punya produsen mainan yang telah menguasai pasar global. Untuk boneka merek Barbie, enam dari 10 yang beredar di dunia itu dihasilkan dari perusahaan tersebut. Sedangkan, mobil mainan Hot Wheels, dua dari 10 produk yang ada di dunia merupakan buatan anak bangsa kita,” paparnya.

Apresiasi lainnya diberikan kepada PT Mattel Indonesia karena perusahaan ini menyerap tenaga kerja sebanyak 10 ribu orang dengan nilai ekspor dalam kurun lima tahun terakhir rata-rata di atas USD150 juta per tahun. “Tentunya kinerja ini sudah sejalan dengan kebijakan Bapak Presiden Joko Widodo dalam memacu industri nasional yang padat karya berorientasi ekspor,” jelas Airlangga.

Bahkan, PT. Mattel Indonesia ikut terlibat di dalam program pendidikan vokasi yang link and match antara SMK dengan industri, yang diinisiasi oleh Kemenperin. “Program ini sebagai upaya pemerintah menciptakan tenaga kerja yang kompeten sesuai kebutuhan industri saat ini, seperti di sektor industri mainan yang tentu memiliki keunikan sehingga membutuhkan keahlian khusus,” imbuhnya.

Seiring implementasi industri 4.0 di Tanah Air, PT. Mattel Indonesia sudah menerapkan teknologi full robotic dalam proses produksinya, sehingga hasilnya lebih efisien, optimal, dan berkualitas. “Yang juga patut dibanggakan adalah mesin produksi mereka yang menggunakan teknologi digital tersebut dibuat oleh insinyur-insinyur kita,” ungkap Airlangga.

Oleh karena itu, Menperin menyambut baik inisiatif dan kesediaan PT. Mattel Indonesia untuk menjadi lighthouse project bagi produsen mainan di dalam negeri. “Kami optimis, dengan implementasi Industri 4.0 seperti yang dilakukan PT. Mattel Indonesia, maka Indonesia dapat mencapai top 10 ekonomi global pada tahun 2030 melalui peningkatan ekspor netto hingga 10 persen dari PDB serta peningkatan produktivitas melalui adopsi teknologi dan inovasi,” ujarnya.

Bagian dari kehidupan

Pada kesempatan yang sama, Menteri Airlangga menyampaikan, pihaknya terus aktif mempromosikan batik agar menjadi bagian kebutuhan masyarakat untuk berbagai aspek kehidupan. Jadi, tidak hanya digunakan sebagai pakaian resmi, batik juga dapat dimanfaatkan untuk mendukung kegiatan ekonomi.

“Seperti salah satu contohnya yang dikembangkan oleh PT. Mattel Indonesia dengan memproduksi Barbie yang mengenakan batik,” ungkapnya. Upaya ini diyakini dapat memberikan inspirasi dan edukasi kepada para konsumennya, terutama anak perempuan yang berusaia 3-7 tahun untuk mulai mengenal batik sebagai warisan kebudayaan Indonesia.

Bertepatan dengan perayaan Hari Batik Nasional, Barbie meluncurkan koleksi terbaru hasil kolaborasi dengan Iwan Tirta Private Collection, yakni koleksi Barbie Batik Kirana. Kolaborasi ini merupakan kali pertamanya bagi Barbie berkolaborasi dengan desainer lokal menggunakan kain identitas negeri.

Menurut Menperin, potensi batik dapat meningkatkan nilai tambah terhadap produk industri nasional. “Apalagi, kita punya kekayaan pada motif dan seni batik yang unik dan menarik dari seuruh pelosok daerah di Indonesia,” ujarnya.

Untuk itu, Kemenperin terus berupaya melestarikan batik sebagai warisan bangsa yang telah diakui oleh UNESCO sejak 2 Oktober 2009 sebagai Masterpieces of the Oral and Intangible Heritage of Humanity.  “Industri batik nasional memiliki daya saing yang kompetitif di pasar internasional. Indonesia juga menjadi market leader yang menguasai pasar batik dunia sehingga berkontribusi signifikan terhadap perekonomian,” tuturnya.

Kemenperin mencatat, keunggulan industri batik nasional terlihat dari capaian nilai ekspor sebesar USD58,46 juta pada tahun 2017 dengan tujuan pasar utama ke Jepang, Amerika Serikat, dan Eropa. Bahkan, potensi perdagangan produk pakaian jadi di dunia yang mencapai USD442 miliar, menjadi peluang besar bagi industri batik dalam negeri untuk semakin meningkatkan pangsa pasarnya mengingat batik sebagai salah satu bahan baku produk pakaian jadi.

Selanjutnya, selain mampu menyumbang devisa negara dari ekspor, industri batik berperan penting pula dalam membuka lapangan kerja. Sektor yang didominasi oleh para pelaku industri kecil dan menengah (IKM) ini mampu menyerap tenaga kerja sebanyak 600 ribu orang dari 56 ribu unit usaha yang tersebar di seluruh Indonesia, berdasarkan data Dharma Pusaka.

Airlangga Hartarto menambahkan, pihaknya semakin gencar mendorong para pengrajin dan peneliti industri batik nasional agar terus berinovasi mendapatkan berbagai varian warna alam. Upaya ini untuk mengeksplorasi potensi batik Indonesia sehingga memperkaya ragam kain wastra Nusantara dengan warna alam.

“Di samping itu, kami memiliki program e-Smart IKM yang bertujuan mendorong pelaku usaha untuk masuk dalam pemasaran online,” ungkapnya. Hal ini sebagai salah satu langkah strategis untuk menuju implementasi revolusi industri 4.0.

Berita Terkait

Cinta Nabi dan Tanah Air, Pengajian ini Nyanyikan Lagu Indonesia Raya Usai Pembacaan Asrokol Maulid Nabi Muhammad SAW
DKM Baitul Kamal Bentuk Remaja Masjid, Libatkan Remaja dari Berbagai Kecamatan di Depok
Cing Ikah: Al-Qur’an Harus Menjadi Kompas Keluarga Hadapi Tantangan Era Digital
Langkah Nyata Pemkot Depok Dorong Kota Ramah Anak dan Inklusif
Kawal Tata Kelola dan Keberlanjutan Korporasi, Presiden Komisaris PT Mustika Ratu Tbk Perkuat Langkah Menuju Pasar Global
Sambut Final Piala Dunia 2026, Pemkot Depok Ajak Warga Nobar Seru di Alun-Alun GDC
Langkah Nyata Pemkot Depok Ciptakan Lingkungan Belajar yang Aman dan Nyaman Bagi Siswa
Optimisme Supian Suri: Koperasi Depok Siap Melompat Lebih Jauh di Era Digital

Berita Terkait

Senin, 17 Agustus 2026 - 00:20 WIB

Proses PBG Dinilai Lama, Pengembang di Depok Minta Kepastian Perizinan

Minggu, 16 Agustus 2026 - 21:36 WIB

Ketika Pelayanan Publik Dimulai dari Hati: Ini Pesan Rohmat Rospari untuk ASN Depok

Minggu, 16 Agustus 2026 - 21:35 WIB

Dari Sapaan hingga Solusi, Rohmat Rospari Bicara tentang Wajah ASN yang Melayani

Minggu, 16 Agustus 2026 - 21:17 WIB

Meneladani Rasulullah dalam Melayani Depok: Dari Iman, Sistem, hingga Ihsan

Minggu, 16 Agustus 2026 - 21:08 WIB

Bendera Merah Putih Raksasa di Margonda Curi Perhatian Warga Depok

Minggu, 16 Agustus 2026 - 21:03 WIB

63 Lurah di Depok Jadi Inspektur Upacara HUT ke-81 RI di Wilayah Masing-Masing

Minggu, 16 Agustus 2026 - 20:43 WIB

Kodim 0508 Depok Bersihkan Kali Jantung dan Tanam Pohon, Antisipasi Banjir

Minggu, 16 Agustus 2026 - 15:43 WIB

Kain Merah Putih Raksasa Membentang di Depok, Evenciio Catat Rekor Dunia

Berita Terbaru