BMKG Hadiri Sosialisasi Bencana Gempa di UI

- Reporter

Kamis, 2 Agustus 2018 - 00:41

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Siarandepok.com – Kota Depok memang tidak termasuk dalam daerah yang dikelilingi gunung berapi, namun Kota Depok termasuk kota yang dapat terdampak oleh gempa bumi

“Jika kalian berdiri di atas Bandung, maka kalian berdiri di pusat gempa karena terdapa tsesar Lembang yang membentang panjang,” di lansir di Radar depok, saat menjadi pembicara dalam kegiatan yang diselenggarakan oleh Fakultas Matematikadan IPA (FMIPA) Universitas Indonesia (UI). Musa sebagai Pengamat Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisikia (BMKG) itu menjelaskan tentang potensi bencana di Kota Bandung.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Musa juga menjelaskan daerah Lembang berpotensi memicu gempa berkekuatan M=6.8. Menurut kajian sesar daerah Kota Bandung memiliki struktur sesar Lembang dengan panjang jalur sesar 30cm.

“Hasil kajian menunjukkan bahwa laju pergeseran Sesar Lembang mencapai 5,0 mm/tahun, sementara itu hasil monitoring BMKG juga menunjukkan adanya beberapa aktivitas seismic dengan kekuatan kecil,” jelasnya.

Tidak hanya itu, FMIPA UI juga mengundang Muhammad Harvan, pengamat dari BMKG. Dia menjelaskan tentang hal-hal yang harus dilakukan ketika menghadapi gempa bumi dan tsunami.

Haryan juga menjelaskan jika seseorang berada di lantai atas saat terjadinya gempa disarankan untuk bersembunyi di bawah meja atau mendekatkan diri dengan tiang di pojok ruangan karena tiang merupakan pondasi utama rumah atau gedung. Dia juga menyampaikan bahwa guncangan gempa juga dapat menyebabkan bencana lain seperti kebakaran.

Reza Syahputra, Staf pengajar Prodi Geologi FMIPA UI berencana untuk melaksanakan kegiatan simulasi mitigasi bencana sebagai kelanjutan dari kegiatan sosialisasi ini, yang bertujuan untuk membuat masyarakat lebih siap ketika bencana terjadi dan juga untuk meminimalisir adanya korban.

“Kagiatan ini penting untuk memahami potensi dan bahayanya. Jadi, masyarakat harus tahu melakukan apa jika terjadi gempa,” ucap Reza.

 

Penulis : Zakiyah R

 

<

Berita Terkait

Calon Walikota Depok Supian Suri Sedang Trending, Difollow Bareng-Bareng
DPRD Gelar Rapat Paripurna Tuk Setujui Raperda Laporan Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Tahun Anggaran 2023
26 Tahun Rumah Zakat, Bahagiakan 18,2 Juta Penerima Manfaat
Bey Machmudin Tutup KKJ – PKJB 2024,. Tiga Hari Penyelenggaraan Selalu Ramai Pengunjung
Momentum Hari Keluarga Nasional: Menko PMK Optimistis Angka Stunting Di Bawah 20 Persen, Perkawinan Anak Menurun, Perceraian Meningkat
Pemdaprov Jabar Dorong Tata Kelola Sampah “Zero Food Waste” di Rumah Tangga
Harapan dan Dukungan dari Menko Luhut Binsar Pandjaitan terhadap TPPAS Regional Legoknangka
Penangkapan Ular Cobra Masuk Rumah Warga Di Lingkungan RT 03/04 Sukatani Tapos Depok

Berita Terkait

Selasa, 23 Juli 2024 - 16:54

Seminar Online Primago 2024 “Kata Siapa Alumni Pesantren Tidak Bisa Menjadi Dokter?

Selasa, 23 Juli 2024 - 14:41

Kerja Keras Sang Ayah Banting tulang Demi Anak Bisa Kuliah

Senin, 22 Juli 2024 - 20:53

Seminar Online Primago 2024 “Anak Masuk Pesantren, Perlukah Orang Tua Belajar Bahasa Arab”

Senin, 22 Juli 2024 - 20:50

Amazing….Pemkab Bandung Borong 13 Penghargaan di peringatan HARGANAS Ke-31 Jawa Barat

Senin, 22 Juli 2024 - 20:44

Fun Walk With Family tutup Rangkaian Harganas ke-31 Tingkat Jawa Barat

Sabtu, 20 Juli 2024 - 20:01

Smpit Pesantren Nururrahman Adakan Workshop Penyusunan Perangkat Bahan Ajar Bersama Dr Awalludin & Irma Nurul Fatimah S.T

Sabtu, 20 Juli 2024 - 19:46

Awalnya Tak Mau Nyalon Bupati Nganjuk di Pilkada 2024, Gus Ibin Akhirnya dapat Restu Sang Bunda Maju

Sabtu, 20 Juli 2024 - 15:44

Inspirasi Berpolitik dari Sang Guru

Berita Terbaru