Menghilangkan Kebencian Dari Hati Adalah Satu-Satunya Cara Untuk Memublikasikan Persaudaraan Islam

- Reporter

Senin, 17 Oktober 2022 - 10:23 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SiaranDepok.com – Para peserta Konferensi Persatuan Islam Internasional ke-36 menegaskan dalam pernyataan akhir: “Sangat penting untuk memublikasikan konsep persaudaraan Islam di antara umat Islam di negara-negara Islam dan non-Islam, dan generasi mendatang harus dididik berdasarkan konsep ini. Dan satu-satunya cara untuk mewujudkan kewajiban Islami dan manusiawi ini adalah dengan menghilangkan dendam dari hati.”

Dengan nama Allah yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang

«إِنَّ هَذِهِ أُمَّتُكُمْ أُمَّةً وَاحِدَةً وَأَنَا رَبُّكُمْ فَاعْبُدُونِ»

“Sesungguhnya (agama Tauhid) ini adalah agama kamu semua; agama yang satu dan Aku adalah Tuhanmu, maka sembahlah Aku.” (QS. Al-Anbiya: 92).

Atas Rahmat Allah swt, Konferensi Persatuan Islam ke-36 dengan judul “Persatuan Islam, perdamaian dan menghindari perpecahan dan konflik antar umat Islam; Solusi implementasi dan langkah-langkah operasional” dengan kehadiran besar para ulama dan pemuka dunia Islam, diawali dengan pidato Presiden Yang Terhormat Republik Islam Iran Ayatullah Seyed Ebrahim Raisi dan tokoh-tokoh terkemuka dunia Islam secara langsung di pusat konferensi internasional Republik Islam Iran, dan bersamaan dengan pidato sekitar dua ratus tokoh ilmiah dan budaya lokal dan luar negeri dalam bentuk webinar.

Konferensi ini digelar dalam kondisi di mana negara-negara di dunia, terutama negara-negara Islam, membutuhkan perdamaian dan keadilan lebih dari sebelumnya. Tujuan pengutusan Nabi Muhammad saw adalah untuk menghidupkan kembali akhlak luhur Islam di masyarakat dan untuk mengajarkan keadilan dan perdamaian kepada dunia, dan dia sendiri adalah tauladan perdamaian dan persaudaraan serta mendorong umat Islam untuk persaudaraan, persahabatan dan menghindari masalah dalam segala situasi. Tidak diragukan lagi, merujuk pada biografi Nabi Muhammad saw dapat memimpin jalan dalam mewujudkan keadilan dan perdamaian dan menghindari perpecahan di dunia Islam.

Arogansi global yang dipimpin oleh AS dan Barat yang ganas telah mengejar dua proyek dasar dalam beberapa abad terakhir: pertama, untuk membagi dunia Islam dan untuk mengobrak-abrik dan menjarah dana serta asetnya, dan kedua, untuk memublikasikan budaya sekuler dan liberal di antara umat Islam, khususnya anak-anak muda. Kedua proyek ini adalah sumber dari banyak konflik, pembunuhan dan penjarahan di negara-negara Islam.

Majma Jahani Taqrib Mazahib Islami menyelenggarakan Konferensi Persatuan Islam ke-36 dengan judul “Persatuan Islam, Perdamaian dan Menjauhi Perpecahan dan Konflik di Dunia Islam” dengan penekanan pada solusi implementasi dan langkah-langkah operasional.

Dalam artikel-artikel, pidato-pidato, diskusi-diskusi dan pertukaran pendapat para tamu Konferensi Persatuan ini, telah mengkaji topik-topik berikut ini:

1.Kebebasan intelektual dan beragama serta penerimaan ijtihad mazhabi

2. Melawan gerakan takfiri dan ekstremisme

3. Empati Islam dan menghindari konflik dan perseteruan

4. Saling menghormati antar pemeluk agama Islam dan menjaga adab perbedaan serta menghindari penghinaan kesucian.

Sangat penting untuk memublikasikan konsep persaudaraan Islam di antara umat Islam di negara-negara Islam dan non-Islam, dan generasi mendatang harus dididik berdasarkan konsep ini. Dan satu-satunya cara untuk mewujudkan kewajiban Islam dan manusia ini adalah dengan menghilangkan dendam dari hati. Karena persaudaraan tidak bisa disatukan dengan dendam sektarian, rasisme dan keegoisan. Allah telah menyebutkan masalah ini dalam Alquran dan berfirman:

‌وَنَزَعنَا مَا فِي صُدُورِهِم مِّنْ غِلٍّ إِخْوَانًا

“Dan Kami lenyapkan segala rasa dendam yang berada dalam hati mereka, sedang mereka merasa bersaudara duduk berhadap-hadapan di atas dipan-dipan.” (QS. Al-Hijr: 47).

Berita Terkait

Pemetaan Potensi SDM (Talent Mapping): Strategi Tepat Sasaran Membangun SDM Unggul di Pondok Pesantren Darul Muttaqien Bogor
2 Praktisi Talent Mapping Minat Bakat di Indonesia
KIAS Travel Ajak PPIU Naik Kelas Lewat Skema Umrah Escrow
Ketika Pelayanan Publik Dimulai dari Hati: Ini Pesan Rohmat Rospari untuk ASN Depok
Dari Sapaan hingga Solusi, Rohmat Rospari Bicara tentang Wajah ASN yang Melayani
Meneladani Rasulullah dalam Melayani Depok: Dari Iman, Sistem, hingga Ihsan
PUPR Depok Tekan Potensi Banjir: 10.564 Kubik Sampah Dikeruk dari Kali Pesanggrahan, Ada Kasur hingga Pakaian Dalam
Persatuan Unit-Unit Sukamaju Gelar Donor Darah, Gebyar UMKM, dan Cek Kesehatan Gratis, Wujud Nyata Kolaborasi untuk Masyarakat

Berita Terkait

Selasa, 15 September 2026 - 20:37 WIB

DLHK Pastikan Kualitas Udara Depok Aman Sepekan Pascapaparan Abu Vulkanik

Selasa, 15 September 2026 - 20:35 WIB

Penduduk Depok Tembus 2,05 Juta Jiwa, Perekaman KTP-el Capai 99,60 Persen

Selasa, 15 September 2026 - 20:32 WIB

Chandra Rahmansyah Hadiri Hari Tenun Nasional 2026 di UI, Dorong Pelestarian Budaya

Selasa, 15 September 2026 - 20:30 WIB

Satpol PP Depok Amankan 1.972 Botol Miras Ilegal

Selasa, 15 September 2026 - 19:39 WIB

Pemkot Depok Gerak Cepat Tangani Ibu Rita, Ojol Janda Lima Anak yang Motornya Rusak Akibat Kecelakaan

Selasa, 15 September 2026 - 18:16 WIB

Pemkot Depok Serahkan Uang Ganti Rugi Sebesar Rp58 Miliar untuk 93 Bidang Tanah untuk Pelebaran Jalan Parung Bingung

Selasa, 15 September 2026 - 18:11 WIB

Bawa Inovasi Sakeling dan Prosesa, PIK-R Sacerba Sawangan Tembus Tiga Besar Nasional

Selasa, 15 September 2026 - 16:50 WIB

Seminggu Usai Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau, DLHK Pastikan Udara Depok Aman

Berita Terbaru

Berita

Satpol PP Depok Amankan 1.972 Botol Miras Ilegal

Selasa, 15 Sep 2026 - 20:30 WIB