Kecerdasan Gajah yang Ada Dalam Pepatah

- Reporter

Kamis, 10 Februari 2022 - 09:25 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SiaranDepok.com – Gajah tidak akan pernah lupa, itulah pepatah yang pernah kita dengar, hewan ini bukan sebatas raksasa berjalan. Ingatan gajah adalah salah satu aspek kecerdasan luar biasa yang dimiliki hewan ini, dan gajah juga dikenal sebagai makhluk paling sosial, baik hati, dan kreatif. Pepatah yang kebanyakan kita dengar tentang gajah tidak semuanya benar, pepatah tentang ingatan gajah secara ilmiah lah yang akurat.

Hewan ini mampu mengenali rekan rekannya sebanyak 30 rekan berdasarkan penglihatan atau bau. Hal ini yang sangat membantu ia saat migrasi atau bertemu gajah lain yang berpotensi musuhan.

Mengingat dan membedakan isyarat tertentu yang menandakan bahaya dan mengingat lokasi penting jauh setelah kunjungan terakhir mereka itu juga salah satu kecerdasan mereka. Tetapi, ingatan yang tidak ada hubungannya dengan bertahan hidup yang paling menarik.

Baca Juga : PT Edisi Siaran Media Tekankan Pentingnya Pemilihan Profesi Bagi Milenial di Era Digital – Siaran Depok

Gajah mengingat tidak hanya rekan dalam kawanan Tetapi juga makhluk lain yang telah menimbulkan kesan mendalam bagi mereka. Contohnya, dua gajah sirkus yang melakukan pertunjukan bersama dalam waktu singkat bersuka cita saat tidak sengaja bertemu 23 tahun kemudian.

Pengenalan ini tidak terbatas pada spesies gajah saja. Gajah pun mengenali manusia yang dikenalnya setelah terpisah puluhan tahun. Semua ini menunjukkan bahwa ingatan gajah melampaui respons atas stimulus.

Dengan melihat isi kepala mereka, kita bisa mengetahui sebabnya. Gajah memiliki otak terbesar di antara mamalia darat mana pun, begitu pula “kecerdasan ensefalisasi” yang mengagumkan. Inilah ukuran otak sesuai dengan perkiraan kita untuk ukuran tubuh hewan, dan EQ gajah hampir setinggi simpanse. Terlepas dari hubungan jauh, evolusi konvergen secara mengejutkan mirip dengan otak manusia dengan neuron dan sinapsis serupa serta hipokampus dan korteks serebri yang sangat berkembang.

Inilah hipokampus, yang sangat terkait dengan emosi, yang membantu ingatan dengan memasukkan pengalaman penting ke dalam ingatan jangka panjang. Kemampuan untuk membedakan hal penting ini membuat ingatan gajah menjadi kompleks dan mampu beradaptasi yang melampaui ingatan menghapal. Inilah yang memungkinkan gajah yang selamat dari kekeringan di masa muda akan mengenali tanda bahaya saat dewasa, dan klan dengan pemimpin gajah betina tua punya harapan hidup lebih tinggi.

Sayangnya, kemampuan ini juga menjadikan gajah salah satu dari sedikit hewan non-manusia yang menderita gangguan stres pasca-trauma (PTSD). Di samping itu, korteks serebri mengaktifkan pemecahan masalah, yang ditunjukkan gajah melalui banyak cara yang kreatif. Gajah juga memecahkan masalah secara koorperatif, bahkan terkadang mengecoh peneliti dan memanipulasi pasangan mereka.

Gajah telah memahami aritmatika dasar, dapat menghitung jumlah relatif buah dalam dua keranjang setelah banyak perubahan. Kombinasi yang jarang antara ingatan dan pemecahan masalah dapat menjelaskan beberapa perilaku gajah yang paling cerdas, tetapi tidak menjelaskan beberapa hal yang baru saja mulai kita pelajari mengenai kehidupan mental mereka.

Gajah berkomunikasi menggunakan banyak hal mulai dari isyarat tubuh dan vokalisasi, hingga gema infra merah yang dapat terdengar beberapa kilometer jauhnya. Pemahaman sintaks menegaskan bahwa gajah punya bahasa dan tata bahasa sendiri. Kesadaran bahasa ini mungkin melampaui batas komunikasi sederhana.

Gajah menghasilkan seni dengan secara teliti memilih dan menggabungkan warna dan elemen berbeda. Gajah juga dapat mengenali 12 nada musik berbeda dan membuat ulang melodi. Dan betul, ada band gajah. Tetapi, mungkin yang paling menakjubkan mengenai gajah adalah kapasitas yang lebih penting daripada kepintaran: yaitu rasa empati, altruisme, dan keadilan. Gajah adalah satu-satunya hewan non-manusia yang berduka atas kematian, melakukan ritual pemakaman dan kembali untuk singgah ke kuburan.

Gajah juga telah menunjukkan perhatian pada spesies lain. Satu gajah pekerja menolak menancapkan batang kayu ke lubang tempat seekor anjing sedang tidur, dan jika gajah menemukan manusia yang terluka, mereka terkadang menjaga dan dengan lemah lembut membuatnya nyaman menggunakan belalai.

Di sisi lain, serangan gajah atas desa manusia biasanya terjadi tepat setelah perburuan liar dan penyisihan besar-besaran, yang menegaskan balas dendam disengaja. Jika kita mempertimbangkan semua bukti ini, beserta fakta bahwa gajah adalah salah satu dari sedikit spesies yang dapat mengenali diri mereka sendiri di cermin, akan sulit menyangkal bahwa gajah adalah makhluk yang sadar, cerdas, dan memiliki emosi.

Sayangnya, perlakuan manusia pada gajah tidak mencerminkan hal ini, karena gajah terus menderita akibat perusakan habitat di Asia, perburuan gading di Afrika, dan salah perawatan dalam kurungan di seluruh dunia. Dengan memahami gajah saat ini dan apa yang terus mereka ajarkan kepada kita tentang kecerdasan hewan, maka akan semakin penting untuk menjamin.

Berita Terkait

Dinsos Depok Perkuat Peran PSKS sebagai Ujung Tombak Pelayanan Sosial
PKBM Primago Indonesia Kota Depok Hadirkan Sekolah Fleksibel Wujudkan Masa Depan Gemilang
Atasi Pendangkalan dan Pencemaran Situ Bahar, DLHK Depok Siapkan Langkah Penanganan
Cing Ikah Ajak Semua Pihak Wujudkan Zero Anak Tidak Sekolah di Depok
Masuk Desil 6, Keluarga Buruh Jakarta Berharap Anaknya Tetap Bisa Terima KJMU
Supian Suri Dorong Kadin Depok Terus Bersinergi Perkuat Ekonomi Daerah
Demokrat Depok Gelar Lomba Rakyat, Lanjutkan Bakti Sosial dan Donor Darah
Pemetaan Potensi SDM (Talent Mapping): Strategi Tepat Sasaran Membangun SDM Unggul di Pondok Pesantren Darul Muttaqien Bogor

Berita Terkait

Rabu, 26 Agustus 2026 - 20:42 WIB

Butuh Layanan Cepat? Layanan Adminduk De’ Geplak Hadir di D’Mall Akhir Pekan Ini

Rabu, 26 Agustus 2026 - 20:38 WIB

Tebar Jala Calon Pekerja, Pemkot Depok Gelar Walk in Interview Bersama BTPN Syariah

Rabu, 26 Agustus 2026 - 20:34 WIB

Mau Berjualan di Pasar Cisalak? Ada Diskon Retribusi Bagi Pedagang

Rabu, 26 Agustus 2026 - 19:05 WIB

Wakili Kota Depok, Kampung Pancasila Depok Jaya Dinilai Tim Tingkat Nasional

Rabu, 26 Agustus 2026 - 18:55 WIB

Viral Mobil Pikap Buang Limbah Aki di Mampang, DLHK Depok Pastikan Usut Tuntas Pelaku

Rabu, 26 Agustus 2026 - 16:20 WIB

PKBM Primago Indonesia Kota Depok Hadirkan Sekolah Fleksibel Wujudkan Masa Depan Gemilang

Selasa, 25 Agustus 2026 - 16:29 WIB

Banggar DPRD Depok Restui KUA-PPAS 2027, Dorong Infrastruktur dan Transportasi Publik

Selasa, 25 Agustus 2026 - 16:22 WIB

Sepakati KUA-PPAS 2027, Pemkot dan DPRD Depok Prioritaskan Penanganan Kemacetan

Berita Terbaru