Menikmati Manisnya Tape Ketan Kuningan Daun Jambu

- Reporter

Rabu, 2 Februari 2022 - 10:43 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Siarandepok.com– Indonesia memiliki banyak ragam kue khas berbungkus daun. Ada yang berbungkus daun pisang, berbungkus daun jagung, dan ada pula kue yang berbungkus daun Jambu.

Seperti hal nya kue  tape ketan di Kuningan Jawa Barat yang kemasannya dibungkus  daun jambu. Awalh tape ketan hanya ada buat perayaan hari raya  aja.

Tapi seiring berkembangnya zaman Hidangan tape ketan malah menjadi makanan khas dari Kuningan, dalam sehari beras ketan yang dipakai bisa sampai empat kuintal loh.

Makanya proses cuci beras ketannya menggunakan mesin dan dicuci sebanyak empat kali, terakhir dicuci pakai tangan ya. Nyucinya sambil di  kucek-kucek gitu.

Proses selanjutnya beras ditiriskan kemudian lanjut dikukus paki kayu bakar selama 30 menit, nah sambil nunggu bikin dulu deh  tuh warna alminya yang diambil dari ekstrak daun katuk.

Jenis daun yang satu ini banyak banget loh manfaatnya apalagi untuk ibu menyusui, terus ekstrak  yan ada langsung dicampur ke beras ketan.

Aduk yang rata ya, nah kemudian beras ketannya dikukus lagi  selama 30 menit, proses campur ragi ini  yang penting nih.

Kuncinya pastiin dulu beras ketannya Udah dingin supaya proses fermentasi bisa berhasil, cari nasi raginya kayak gini nih.

Ditaburin merata terus dibungkus yaitu pakai daun jambu, tenang saja  daun jambu ya sudah dicuci bersih dan dikukus dulu kok jadi amanbuat pengemasan dan dijamin gak bakalan tuh berjamur.

Ngak cuman itu, daun jambu juga  bisa melindungi jantung dari radikal bebas serta penurun tekanan darah dan penurunan kolesterol jahat.

Dan terakhir nih kalau tape ketan sudah dibungkus diamkan dulu selam 3 hari dan jangan dimasukkan ke kulkas, supaya fermentasinya berhasil.

Oh ya tape ketan ini bisa bertahan selama 15 hari loh, dan 2 bulan untuk tape ketan yang dimasukkan ke dalam kulkas.

Berita Terkait

Studi PKJS-UI: Konsumsi Rokok Rumah Tangga Berisiko Mencederai Manfaat Program Makan Bergizi Gratis
Dapat Sapi Kurban Presiden, KH Abubakar Madris Mengaku Sempat Tak Percaya
Yuk Mengaji Gratis! Yayasan Insan Gemar Mengaji Nusantara Siapkan Generasi Qur’ani dari Depok untuk Indonesia
Ini Makna Hari Kebangkitan Nasional Dimata Wali Kota Depok, Supian Suri
Kepala DP3AKB Provinsi Jawa Barat, Siska Gerfianti: Keluarga Kuat Kunci Jabar Istimewa
Tiga Jabatan Kepala Dinas di Depok Tak Lagi Dilelang, Pemkot Terapkan Sistem Manajemen Talenta
Komunitas GASS D1 Gelar Family Gathering Sekaligus Tasyakuran Berdirinya Yayasan Baru
Gelar MeiLawan 2026, ILUNI UI FIB Ajak Masyarakat Merawat Ingatan Tragedi Mei 1998

Berita Terkait

Senin, 15 Juni 2026 - 11:50 WIB

Akun BTN Jakim 2026 Banjir Kritikan Warganet, Desak Evaluasi soal Tim Medis saat Event Lari

Senin, 15 Juni 2026 - 11:47 WIB

Viral Ramai-ramai Curhatan Supplier, Mengaku Ogah jadi Pemasok MBG karena Permintaan Turunkan Harga dari SPPG

Minggu, 14 Juni 2026 - 19:00 WIB

Kontroversi Pengelolaan Dana BOS di Sulsel: 326 Kepsek Diduga Kompak Ingin Mundur, namun Ditahan DPRD

Minggu, 14 Juni 2026 - 18:58 WIB

DPR Mengapresiasi Langkah Baru Bank Indonesia Perkuat Rupiah

Sabtu, 13 Juni 2026 - 12:00 WIB

Kelas Persiapan Masuk Gontor Bersama Pesantren Leadership Daarut Tarqiyah Primago Depok Tahun 2026

Kamis, 11 Juni 2026 - 11:44 WIB

Program Assesment Primago 2026, Kunci Mengetahui Kemauan dan Kemampuan Sang Buah Hati Sebelum Masuk Pesantren

Rabu, 10 Juni 2026 - 09:14 WIB

Studi PKJS-UI: Konsumsi Rokok Rumah Tangga Berisiko Mencederai Manfaat Program Makan Bergizi Gratis

Rabu, 10 Juni 2026 - 08:54 WIB

Aqiqah di Pesantren Pilihan Terbaik Untuk Buah Hati: Pilihan Cerdas Orang tua Penuh Cinta dan Harapan

Berita Terbaru

Berita

DPR Mengapresiasi Langkah Baru Bank Indonesia Perkuat Rupiah

Minggu, 14 Jun 2026 - 18:58 WIB