
Siarandepok.com – DEPOK – Anggota DPRD Kota Depok, Babai Suhaemi, menyoroti persoalan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Cipayung yang hingga kini belum sepenuhnya terselesaikan.
Babai menilai, persoalan yang telah berlangsung selama bertahun-tahun tersebut mulai mendapat penanganan serius pada era kepemimpinan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Depok, Supian Suri-Chandra Rahmansyah.
Menurutnya, keberadaan TPA Cipayung tidak hanya berkaitan dengan persoalan pengelolaan sampah, tetapi juga telah berdampak langsung terhadap masyarakat yang tinggal di sekitarnya.
“Tanah masyarakat yang berada di lingkungan TPA Cipayung mereka terkena imbas, hektaran tanah masyarakat yang harus diselesaikan,” kata Babai, Kamis (3/9/2026).
Ia menyebut, sekitar tiga hektare lahan masyarakat di RW 06, Kelurahan Cipayung, tidak dapat dimanfaatkan akibat terdampak air lindi dan longsoran sampah ke Kali Pesanggrahan.
Selain itu, kawasan Bulak Barat juga disebut telah mengalami persoalan banjir selama lebih dari empat tahun akibat saluran Kali Pesanggrahan yang terhambat sampah.
Babai menilai sejumlah terobosan yang dilakukan Pemkot Depok di bawah kepemimpinan Supian Suri-Chandra merupakan langkah nyata untuk menyelesaikan persoalan tersebut.
“Itu beliau sudah meminta kepada pihak pusat agar dibuka di Cipayung Jaya, itu kan luar biasa,” ujarnya.
Ia meyakini langkah tersebut mendapat dukungan masyarakat karena warga membutuhkan percepatan pembangunan dan penyelesaian persoalan lingkungan yang telah berlangsung lama.
“Masyarakat butuh percepatan pembangunan,” ungkapnya.
Pemkot Kaji Penanganan Jalan Bulak Barat-Pasir Putih
Sementara itu, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Depok, Yodi Joko Bintoro, mengatakan Pemkot Depok tengah melakukan kajian agar akses Jalan Bulak Barat, Kecamatan Cipayung, menuju Pasir Putih, Kecamatan Sawangan, tidak kembali terputus akibat banjir luapan Kali Pesanggrahan.
Menurut Yodi, kajian dilakukan sebagai bagian dari upaya mencari solusi jangka panjang terhadap persoalan banjir yang kerap mengganggu akses penghubung kedua wilayah tersebut.
Saat ini, proses normalisasi aliran Kali Pesanggrahan masih terus dilakukan untuk meningkatkan kapasitas tampung sungai, terutama dalam menghadapi debit air saat musim hujan.
“Target kita dasarnya empat meter, terus kemudian ke atasnya sekitar 10 meter untuk memperluas daya tampung, dengan kemiringan 45 derajat,” jelasnya.
Yodi menambahkan, evaluasi terhadap keberadaan jalan tersebut dilakukan atas arahan Wali Kota Depok. Salah satu langkah awal yang dilakukan adalah menata kembali trase Kali Pesanggrahan.
“Atas perintah pimpinan Pak Wali Kota, kemarin kita mengevaluasi keberadaan jalan ini. Yang utamanya ya, kita trase Kali Pesanggrahan dulu,” katanya.
Ia juga mengapresiasi antusiasme masyarakat yang turut memperhatikan kondisi dan perkembangan penanganan kawasan tersebut.
Pemkot Depok berharap normalisasi Kali Pesanggrahan dan kajian terhadap akses jalan dapat menjadi bagian dari solusi untuk mengurangi risiko banjir sekaligus menjaga konektivitas antara Cipayung dan Sawangan.















