

Pemerintah Kota Depok bergerak cepat pascainsiden kebakaran yang sempat melanda Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Cipayung beberapa waktu lalu. Untuk memastikan kejadian serupa tidak terulang, pemerintah setempat langsung menyusun strategi mitigasi yang lebih matang. Langkah preventif ini dirumuskan setelah jajaran pemkot menggelar evaluasi mendalam bersama Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) RI.
Fokus utama dari hasil evaluasi tersebut adalah memperketat pengawasan di area TPA. Mengingat cuaca panas akibat musim kemarau dan ancaman fenomena El Nino yang meningkatkan risiko kebakaran, patroli manual yang biasa dilakukan oleh petugas DLHK kini akan diperkuat. Pemerintah berencana memanfaatkan kemajuan teknologi dengan menerjunkan pesawat nirawak (drone) untuk memantau situasi dari udara secara berkala.
Salah satu inovasi penting yang direkomendasikan oleh KLHK dalam kerja sama ini adalah penggunaan drone termal. Alat canggih ini memiliki kemampuan khusus untuk mendeteksi hawa panas yang tersembunyi di bawah tumpukan sampah. Dengan teknologi ini, petugas dapat mengetahui potensi bahaya sebelum api benar-benar muncul dan membesar di permukaan.
Meskipun hasil pantauan terkini menunjukkan bahwa tidak ada lagi titik api yang terlihat di area luar TPA Cipayung, Pemkot Depok enggan kecolongan. Petugas di lapangan tetap diinstruksikan untuk melakukan pembasahan area secara rutin. Langkah antisipasi ini dinilai sangat krusial mengingat suhu tinggi di dalam gunungan sampah bisa memicu percikan api kapan saja.
Selain mengandalkan teknologi pengawasan, kesiapan sarana pemadaman darurat di lokasi juga turut ditingkatkan. Pemkot Depok berencana menyediakan embung portabel sebagai cadangan air darurat, melakukan optimalisasi jaringan hidran, serta menambah fasilitas pendukung lainnya. Penambahan infrastruktur ini bertujuan agar respons pemadaman bisa berjalan jauh lebih cepat jika sewaktu-waktu terjadi kondisi darurat.
Kebakaran di TPA Cipayung sendiri sempat terjadi pada Kamis malam (16/07) sekitar pukul 19.00 WIB, namun berhasil dikendalikan dalam waktu 1,5 jam berkat kesigapan armada pemadam kebakaran dan bantuan alat berat. Untungnya, peristiwa tersebut tidak memakan korban jiwa maupun kerugian materi yang berarti. Saat ini, pihak Kepolisian Resor Metro Depok masih menyelidiki lebih lanjut untuk mengetahui penyebab pasti di balik munculnya api.
Sumber Berita: Portal Berita Resmi Pemerintah Kota Depok














