



Siarandepok.com – DEPOK — Harapan warga Sawangan untuk menikmati akses jalan yang lebih representatif kini mulai menemui titik terang. Pemerintah Kota Depok resmi memulai proyek rekonstruksi Jalan Alternatif Sawangan (Jalan Pemuda–Jalan Enggram) sejak Rabu (17/06/2026). Langkah besar yang melibatkan anggaran sekitar Rp30 miliar ini diharapkan tidak hanya mengurai kemacetan, tetapi juga menghadirkan ruang publik yang aman dan manusiawi bagi pengguna jalan maupun pejalan kaki.
Direktur PT Lagoa Nusantara, Wismarck Tiller, menjelaskan bahwa proyek sepanjang 872 meter dengan lebar koridor 9,5 hingga 11,5 meter ini mencakup empat pekerjaan utama. Transformasi infrastruktur tersebut meliputi pembongkaran dan pembangunan kembali jembatan, pemasangan dinding penahan tanah (sheetpile), pelebaran jalan, hingga pembangunan trotoar baru.
Sentuhan awal perubahan ini akan menyasar kenyamanan pejalan kaki melalui pembongkaran jembatan tua serta pondasinya yang dijadwalkan mulai 29 Juni hingga 27 September 2026. Guna meminimalkan dampak kemacetan di area padat tersebut, pihak kontraktor bergerak cepat memproduksi struktur tulangan beton langsung di pabrik, sehingga pengerjaan fisik di lapangan bisa selesai tepat waktu dalam 90 hari.
Sementara itu, denyut pengerjaan di lapangan sebenarnya sudah mulai terasa sejak 20 Juni lalu melalui pembangunan sheetpile. Mengingat bentangan alat berat yang mencapai 8 meter, para pekerja kerap kali harus lembur siang dan malam demi melakukan pengurukan dan memperkokoh struktur tanah. Kerja keras ini menjadi fondasi penting sebelum proyek bergeser ke tahap pelebaran jalan utama yang memakan waktu 191 hari kerja.
Sebagai penutup dari rangkaian proyek ini, aspek estetika dan hak pejalan kaki akan diakomodasi melalui pembangunan trotoar yang ramah publik. Pengerjaan trotoar ini dijadwalkan berlangsung dari 6 Juli hingga 4 Desember 2026. Melalui penataan pedestrian yang rapi, kawasan Sawangan nantinya tidak hanya ramah bagi kendaraan bermotor, melainkan juga nyaman bagi warga yang ingin berjalan kaki.
Komitmen untuk menyelesaikan seluruh megaproyek ini ditargetkan tuntas sepenuhnya pada Desember 2026 mendatang. Dukungan dan kesabaran dari seluruh lapisan masyarakat selama masa transisi pembangunan 180 hari ini menjadi kunci penting, agar wajah baru Jalan Alternatif Sawangan dapat segera dinikmati demi mobilitas harian warga yang lebih baik.













