Dihadapan Warga Depok, Wenny Haryanto Ajak Optimalkan Bonus Demografi Dengan Pencegahan Stunting Sejak Dini

- Reporter

Selasa, 16 Januari 2024 - 08:51 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Siarandepok com-Mengawali tahun 2024 Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) bersama mitra kerja dalam hal ini DPR RI Komisi IX kembali melakukan Kampanye Percepatan Penurunan Stunting yang berlangsung di Depok town center lantai 2 Maharaja,Kecamatan Pancoran Mas, Kota Depok, Senin 15 Januari 2024.

Dalam kesempatan ini hadir di antaranya Anggota Komisi IX DPR RI, Wenny Haryanto, lalu ada Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Kota Depok Nessi Handari, serta Penata Kependudukan dan KB ahli muda BKKBN Jawa Barat, Della Aryati S.Pd, M.A.P, para kader PKK, serta perwakilan masyarakat dari Kecamatan Pancoran Mas dan Kecamatan Cipayung.

Wenny Haryanto mengungkapkan Dalam rangka mengoptimalkan bonus demografi maka hal yang dapat dilakukan adalah melalui pencegahan stunting sejak dini diantaranya dengan pembinaan yang rutin kepada remaja serta memperhatikan kesehatan sejak menjadi calon pengantin.

Wenny Haryanto dalam kesempatan tanya jawab dengan peserta menekankan pentingnya pemahaman optimalisasi bonus demografi melalui pencegahan stunting yang dapat dilakukan dengan memperhatikan pola makan sang ibu sejak calon pengantin sampai hamil dan melahirkan anak.

“Definisi dari bonus demografi adalah suatu kondisi di mana mayoritas penduduknya berada dalam usia produktif mulai umur 15 tahun sampai 64 tahun,” Ujar Weni Haryanto saat mengoreksi jawaban peserta yang masih belum paham pengertian dari bonus demografi.

Sementara itu Kepala DP3AP2KB Kota Depok Nessi Handari dalam kaitannya sebagai upaya mencegah stunting sejak dini dirinya menekankan penting bagi remaja putri mengkonsumsi makanan bergizi terutama saat menstruasi, hal ini untuk menghindari anemia atau kekurangan darah yang jika dibiarkan terus-menerus maka akan berakumulasi sampai ketika hendak menikah bahkan waktunya melahirkan nanti.

“Oleh karena itu kami menyarankan bagi calon pengantin untuk mengkonsumsi tablet penambah darah”, ujar Nessi Handari

Nessi pun menambahkan bagi para remaja putra dan putri menjelang usia pernikahan hendaknya menjauhi perilaku pola hidup yang tidak sehat agar ketika menikah nanti Pasangan calon pengantin baik putra maupun putri dalam keadaan yang sehat dan memiliki stamina yang kuat serta fisik yang berkualitas.

“Bagi ibu hamil hendaknya rutin memeriksa kesehatan diri dan calon bayi yang ada dalam perutnya ke posyandu agar ketika melahirkan nanti bayi dalam keadaan sehat dan tidak terkena stunting,” ujar Nessi handari.

Tak mau ketinggalan pula Penata Kependudukan dan KB Ahli Muda BKKBN Jawa Barat, Della Aryati menginformasikan bahwa dari 49,3 juta penduduk Jawa Barat 27% nya atau kurang lebih 13 juta penduduknya adalah remaja ( usia 10 sampai 24 tahun dan belum menikah).

Salah satu intervensi BKKBN dalam mencegah stunting adalah dengan memperhatikan kesehatan remaja melalui pusat Informasi dan konseling Remaja (PIK-R).

“PIK-R adalah suatu wadah kegiatan program generasi berencana yang dikelola dari oleh dan untuk remaja guna memberikan pelayanan informasi dan konseling tentang perencanaan kehidupan berkeluarga bagi remaja serta kegiatan-kegiatan penunjang lainnya,”ujar Della Aryati.

Della Aryati menambahkan Fase kehidupan yang dijalani remaja yaitu yang pertama mereka harus sehat yang kedua mereka harus belajar dan yang ketiga mereka harus bekerja dan terakhir harus bermasyarakat setelah itu mereka akan berkeluarga.

Kegiatan Kampanye Percepatan Penurunan Stunting diselingi pemberian doorprize bagi peserta yang mampu menjawab pertanyaan dari Wenny Haryanto serta pemateri lainnya.***

Berita Terkait

Dapat Sapi Kurban Presiden, KH Abubakar Madris Mengaku Sempat Tak Percaya
Yuk Mengaji Gratis! Yayasan Insan Gemar Mengaji Nusantara Siapkan Generasi Qur’ani dari Depok untuk Indonesia
Ini Makna Hari Kebangkitan Nasional Dimata Wali Kota Depok, Supian Suri
Kepala DP3AKB Provinsi Jawa Barat, Siska Gerfianti: Keluarga Kuat Kunci Jabar Istimewa
Tiga Jabatan Kepala Dinas di Depok Tak Lagi Dilelang, Pemkot Terapkan Sistem Manajemen Talenta
Komunitas GASS D1 Gelar Family Gathering Sekaligus Tasyakuran Berdirinya Yayasan Baru
Gelar MeiLawan 2026, ILUNI UI FIB Ajak Masyarakat Merawat Ingatan Tragedi Mei 1998
Mendapat Tempat Di Hati Warga, Pengunjung Lebaran Depok 2026 Membludak Hingga 70 Ribu Orang

Berita Terkait

Minggu, 7 Juni 2026 - 23:22 WIB

23 Tahun Kiprah Pondok Pesantren Darul Mu’minin As’adiyah Doping, Wajo: “Merawat Tradisi, Membangun Peradaban”

Minggu, 7 Juni 2026 - 22:48 WIB

SPMB PAUD & Homeschooling Primago Tahun Ajaran 2026-2027

Minggu, 7 Juni 2026 - 22:17 WIB

Liburan Berkesan, Akhlak Terbentuk, Waktu Produktif dan Bermanfaat dengan Quranic Camp Bimbel Primago 2026

Minggu, 7 Juni 2026 - 14:31 WIB

Kajian Subuh Pagi (KSP) “Vibe Positif, Prestasi Melejit: Rahasia 24 Jam Membangun Karakter Pemimpin di Pesantren Leadership Daarut Tarqiyah Primago” Bersama Dr Awaluddin Faj, M.Pd

Jumat, 5 Juni 2026 - 22:15 WIB

Big Field Trip MI Mumtaza Islamic School 2026

Selasa, 2 Juni 2026 - 17:36 WIB

Program Kelas Persiapan Masuk Gontor Terbaik di Jabodetabek Bersama Pesantren Leadership Daarut Tarqiyah Primago Depok

Selasa, 2 Juni 2026 - 17:20 WIB

Gak Cuma Jago Ngaji, Santri Pesantren Leadership Daarut Tarqiyah Primago Borong 11 Medali di IPB Championship 2026!

Selasa, 2 Juni 2026 - 17:02 WIB

Pesantren Leadership Daarut Tarqiyah Primago Depok, Distribusikan 7 Hewan Qurban Tahun 2026, Ajarkan Makna Pengorbanan dan Ilmu Praktis kepada Santri.

Berita Terbaru

Berita

SPMB PAUD & Homeschooling Primago Tahun Ajaran 2026-2027

Minggu, 7 Jun 2026 - 22:48 WIB

Berita

Big Field Trip MI Mumtaza Islamic School 2026

Jumat, 5 Jun 2026 - 22:15 WIB