Suara Netizen, Suara Kebenaran & Kebatilan

- Reporter

Sabtu, 22 Oktober 2022 - 11:30 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Siarandepok.com – Setiap terjadi peristiwa atau berita yang menjadi buah bibir di masyarakat, akan selalu ada reaksi dari para netizen atau warganet, utk menanggapi, mengomentari, atau menyikapinya.

Ragam bentuk menanggapi dan mengomentarinya, ada yg positif dan ada pula yg negatif. Ada yang menasihatinya, ada pula yg marah, mengejek, dan memakinya. Ada yg mendukung, ada pula yg menentangnya.

Istilah warganet atau netizen berasal dari kata warga (citizen) dan Internet yang artinya “warga internet”. Kata tersebut menyebut seseorang yang aktif terlibat dalam dunia maya atau Internet pada umumnya.

Acapkali kita mendengar kabar tak sedap ttg suatu permasalahan, yang dianggap sebuah penyimpangan. Ketika kabar itu viral dan menjadi perbincangan hangat netizen, baru kemudian menjadi perhatian para pemangku jabatan. Masalah pun diselesaikan dg cepat dan tuntas.

Tapi ternyata, banyak pula netizen yg mendukung penyimpangan, kesesatan, dan ketidakpantasan. Netizen pun terbelah menjadi dua kubu yg berseberangan, antara kubu kebenaran dan kubu kebatilan.

Itulah sebabnya, tak bisa dikatakan suara netizen adalah suara kebenaran.Juga tak bisa dikatakan, suara netizen sbg suara yg patut disalahkan. Masing2 punya cara pandangnya sendiri2. Lalu kepada siapa suara yg bisa diterima dan dijadikan pegangan sebagai bahan pertimbangan?

Kalo menurut saya, ada saatnya kita menjadi pendengar, menyimak kedua pandangan yg berbeda. Tak perlu menimpali kemarahan dg amarah. Tak perlu membalas ejekan dg celaan. Juga tak perlu memberikan reaksi yg berlebihan. Karena ya begitulah dunia maya, diciptakan utk memancing kegaduhan dan kemarahan. Diciptakan utk memunculkan pro dan kontra. Diciptakan utk menimbulkan sensasi dan kehebohan.

Apa yg diucapkan, ditulis dan disikapi netizen ttg sesuatu adalah cermin dari tabiat dan perangai seseorang atau yg bersangkutan dlm menyikapi masalah. Ada yg bersikap tenang, netral, bijak, masa bodo, ada pula yg grasak grusuk, kasar, temperamental, dan suka mencari keributan.

Ketika ruang bicara tak tersalurkan dg baik, atau ketika ruang aspirasi dan ekspresi tak terwadahi dg benar, atau ketika tak punya sahabat karib atau keluarga terdekat utk mendengar curahan dan jeritan hatinya, maka media sosial mjd tumpahan dan pelampiasannya.

Antara eksistensi, ingin diperhatikan, ingin didengarkan, membuatnya harus mjd pusat perhatian. Agar suaranya tak bising di ruang hampa dan gelap.

Netizen memang bukan pendamping jalan hidupmu. Karena netizen punya masalahnya sendiri. Netizen juga tak selalu benar memberikan arahan. Tapi netizen yg cerdas berdigital akan berbagi pengalaman, memberikan dorongan dan gagasan utk kita mlk yg terbaik. Memberikan pilihan pilihan mana kebaikan dan mana keburukan. Juga bisa mencegah kita dari perilaku pongah, rasa angkuh dan sikap takabur. Juga bisa mengatasi dari rasa takut, sedih dan putus asa.

Tapi netizen yg bodoh dan tak berilmu, akan membuat kita mjd pribadi yg mudah marah, ngomel sendiri, puas kalo sdh nengejek, dan orgasme kalo melihat org lain menderita dan jatuh.

Maka jadilah diri sendiri. Menjadi netizen yg menginspirasi orang lain dalam hal kebaikan, saling tolong menolong, saling memberikan semangat dan kebahagiaan. Itulah Netizen yg ideal dan mjd teladan.

Sumber:ades satria

Berita Terkait

Pemetaan Potensi SDM (Talent Mapping): Strategi Tepat Sasaran Membangun SDM Unggul di Pondok Pesantren Darul Muttaqien Bogor
2 Praktisi Talent Mapping Minat Bakat di Indonesia
Ketika Pelayanan Publik Dimulai dari Hati: Ini Pesan Rohmat Rospari untuk ASN Depok
Dari Sapaan hingga Solusi, Rohmat Rospari Bicara tentang Wajah ASN yang Melayani
Meneladani Rasulullah dalam Melayani Depok: Dari Iman, Sistem, hingga Ihsan
PUPR Depok Tekan Potensi Banjir: 10.564 Kubik Sampah Dikeruk dari Kali Pesanggrahan, Ada Kasur hingga Pakaian Dalam
Langkah Tegas DPUPR Kota Depok: Perketat Pengawasan Proyek Strategis Demi Mutu Infrastruktur
Langkah Nyata Pemkot Depok Ciptakan Lingkungan Belajar yang Aman dan Nyaman Bagi Siswa
Tag :

Berita Terkait

Jumat, 16 Oktober 2026 - 18:20 WIB

Babat Bangunan Liar di Tugu, Satpol PP Depok Pulihkan Fungsi Drainase

Jumat, 16 Oktober 2026 - 14:48 WIB

Serua Peduli: Sedekah Telur, Cegah Stunting!

Jumat, 16 Oktober 2026 - 14:46 WIB

Dinkes Depok Gercep Usut Kasus Susu MBG

Jumat, 16 Oktober 2026 - 14:44 WIB

Ngedeprok Lebih Asik, Wajah Baru Depok Open Space 3 Resmi Dibuka

Jumat, 16 Oktober 2026 - 14:41 WIB

Bagi-Bagi 85 Teko, Trik Kelurahan Serua Bikin RT-RW Makin Guyub!

Jumat, 16 Oktober 2026 - 09:46 WIB

Capai 93%, Perbaikan Tiga Jalan Utama di Sawangan Rampung Akhir Tahun

Jumat, 16 Oktober 2026 - 09:44 WIB

Damkar Depok Evakuasi Kucing Terjebak Motor dan Dua Biawak dalam Sehari

Kamis, 15 Oktober 2026 - 20:31 WIB

Ciptakan Momen Seru Keluarga di Family Fun Run 2.5K Depok!

Berita Terbaru

Lurah Serua, Ikhwan membagikan paket makanan bergizi kepada warga dalam program Setel Kuping. (Foto: Dokumentasi Narasumber)

Berita Depok

Serua Peduli: Sedekah Telur, Cegah Stunting!

Jumat, 16 Okt 2026 - 14:48 WIB

Ilustrasi proses pengolahan MBG di salah satu SPPG yang terletak di Kota Depok. (Foto: Diskominfo Depok).

Berita Depok

Dinkes Depok Gercep Usut Kasus Susu MBG

Jumat, 16 Okt 2026 - 14:46 WIB

Kawasan DOS 3 yang digunakan masyarakat untuk beraktivitas. (Sumber foto: Diskominfo Depok)

Berita Depok

Ngedeprok Lebih Asik, Wajah Baru Depok Open Space 3 Resmi Dibuka

Jumat, 16 Okt 2026 - 14:44 WIB

Lurah Serua, Ikhwan, foto bersama para ketua RT dan RW setelah penyerahan teko di Aula Kelurahan Serua. (Foto: Dok. Narasumber)

Berita Depok

Bagi-Bagi 85 Teko, Trik Kelurahan Serua Bikin RT-RW Makin Guyub!

Jumat, 16 Okt 2026 - 14:41 WIB