Cegah Covid-19 Delta Plus AY.4.2, Indonesia Terapkan Skrining Berlapis

- Reporter

Kamis, 11 November 2021 - 22:10

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Siarandepok.com- Pemerintah Indonesia menyiapkan langkah antisipasi masuknya covid varian delta plus yang saat ini sudah mencapai negara tetangga Malaysia dan Singapura. Skrining kesehatan berlapis sebagai pelaku perjalanan internasional menjadi fokus pemerintah untuk mencegah varian delta plus masuk ke Indonesia.

Ribuan varian Delta AY.4.2 atau varian plus di Malaysia dan Singapura harus diwaspadai Indonesia. Varian Delta plus ini lah yang menjadi salah satu penyebab kenaikan kasus harian di sejumlah negara Eropa termasuk Inggris.

Untuk mengantisipasi masuknya varian ini pemerintah menerapkan skrining kesehatan berlapis dimulai dari pintu kedatangan pelaku perjalanan internasional.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Selain mengikuti tes covid 19 selaku perjalanan diwajibkan karantina kesehatan. Bagi penerima vaksin covid 19 lengkap diwajibkan karantina selama 3 hari.

Kenali Macam-macam Simbol di Kemasan Obat dan Artinya

Sedangkan penerima satu dosis vaksin karantina selama 5 hari dan nantinya para pelaku berjalan ini akan kembali tes usai karantina.

“Upaya yang pemerintah lakukan untuk mencegah importasi kasus ialah menerapkan skrining kesehatan berlapis. Mekanismenya telah diatur dalam surat edaran satgas nomor 20 tahun 2021 beserta addendum nya dengan rincian tahapan yang pertama pemeriksaan persyaratan dan skrining kesehatan dasar di pintu kedatangan. Kemudian yang kedua adalah melakukan entri tes atau tes ulang setelah kedatangan di pintu masuk. Dan yang ketiga adalah melakukan kewajiban karantina yang durasinya dibedakan antara yang sudah di vaksin lengkap selama 3 hari dan yang belum divaksin lengkap selama 5 hari.” ujar Wiku Adisasmito (juru bicara satgas penanganan covid 19), Kamis, 11 November 2021.

Berdasarkan laporan organisasi kesehatan dunia atau WHO varian delta plus atau AY.4.2 terdeteksi di 42 negara. 93% dari kasus delta plus terdeteksi di Inggris.

Menteri kesehatan Budi Gunadi Sadikin sudah memastikan bahwa varian delta plus ini belum terdeteksi di Indonesia.

Untuk mencegah penularan covid 19 selalu pakai masker dan segera vaksin. Terbukti menularkan resiko penularan hingga 80%. Vaksinasi meminimalisasi kematian hingga 73% untuk itu pakai masker dan cepat vaksin untuk menjaga kita tetap sehat.

<

Berita Terkait

Ada lagi….Tokoh pemuda Gandul elemen relawan Idris Mantap Dukung SS Jadi Walikota Depok
Duet Supian Suri dan Intan Fauzi Paket lengkap tuk Menangkan Hati Rakyat Kota Depok
Sosialisasi Peraturan Walikota (Perwal) Pokdarwis dan Pelatihan Promosi Pariwisata Kota Depok Tahun 2024.
Pilkada Depok Semakin Dinamis, Alumni Muda Gontor Dukung Supian Suri
Kereen…BKR Mandala Subang Jadi Percontohan Tingkat Nasional
Bukan hanya Ganda Putra, Ganda Putri Indonesia ini pun Rontok gagal melaju ke Perempat Final Indonesia Open 2024
Rekor! Kampus Kebanggaan Warga Depok Raih Peringkat Terbaik 15 Terakhir
SMA Kharismawita Depok Adakan Trip To Dieng 2024 Bersama Dirgantara AIA Tour Travel

Berita Terkait

Rabu, 12 Juni 2024 - 13:38

Ada lagi….Tokoh pemuda Gandul elemen relawan Idris Mantap Dukung SS Jadi Walikota Depok

Rabu, 12 Juni 2024 - 13:35

Duet Supian Suri dan Intan Fauzi Paket lengkap tuk Menangkan Hati Rakyat Kota Depok

Rabu, 12 Juni 2024 - 13:33

Sosialisasi Peraturan Walikota (Perwal) Pokdarwis dan Pelatihan Promosi Pariwisata Kota Depok Tahun 2024.

Senin, 10 Juni 2024 - 19:29

Pilkada Depok Semakin Dinamis, Alumni Muda Gontor Dukung Supian Suri

Sabtu, 8 Juni 2024 - 08:53

Kereen…BKR Mandala Subang Jadi Percontohan Tingkat Nasional

Kamis, 6 Juni 2024 - 13:15

Rekor! Kampus Kebanggaan Warga Depok Raih Peringkat Terbaik 15 Terakhir

Kamis, 6 Juni 2024 - 11:07

SMA Kharismawita Depok Adakan Trip To Dieng 2024 Bersama Dirgantara AIA Tour Travel

Kamis, 6 Juni 2024 - 11:04

Ketua DPR RI Puan Maharani Harapkan Pemerintah Transparan Terkait Mundurnya Pimpinan Otorita IKN

Berita Terbaru