oleh

Konsentrasi Komunitas Ciliwung di Beberapa Titik Sepanjang Sungai Ciliwung

siarandepok.com – Sekretaris badan pengurus dan pengawas dari Komunitas Ciliwung, Syahrul memberikan sambutannya dalam acara peringatan Hari Air Sedunia, Senin (22/3). Komunitas Ciliwung sudah ada sejak 10 tahun yang lalu.

Dalam sambutannya, Syahrul mengatakan komunitas mendapatkan tiga perahu. Kegiatan yang dijalankan oleh komunitas yang dihadiri berbagai tamu serta mahasiswa. Namun, selama pandemi tidak seramai sebelumnya.

Lokasi Komunitas Ciliwung memiliki beberapa fasilitas dan kegiatan yang bisa dilakukan, seperti toilet, naik perahu dan berjalan kaki bersama anak-anak sekolah.

Perahu-perahu yang ada di Komunitas Ciliwung merupakan pemberian dari Pak Zam. Menurut beliau, komunitas harus memiliki perahu untuk memantau sungai.

“Kalian gabisa meluasi sungai dari darat, kalian harus punya perahu,” ucap Pak Zam dalam sambutannya.

Komunitas Ciliwung tidak sekedar memantau, tetapi juga melakukan pendataan serta turun langsung di beberapa titik sepanjang sungai.  Titik yang akan dikonsentrasikan diantaranya titik limbah, banjir, dan longsor.

Dari kampung hutan sampai sekolah sungai di Kelapa Dua, perbatasan Jaksel ditemukan 40 titik limbah dari rumah tangga dan industri, 20 titik sampah rumah tangga, 19 titik potensi longsor, dan sejumlah titik objek edukasi, seperti pustaka air serta potensi objek wisata.

Membuat tempat penampungan sampah sementara akan dilakukan untuk menjadi solusi agar masyarakat tidak membuang sampah ke sungai.

 

(SF)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terbaru