Presiden Joko Widodo Meninjau Food Estate di Sumba

- Reporter

Selasa, 23 Februari 2021 - 13:32 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

siarandepok.com – Pegerjaan food estate dilakukan di Sumba Tengah, Provinsi NTT. Presiden Joko Widodo mengatakan saat ini ada sekitar 5000 hektar di mana yang 3.000 hektar  ditanam padi dan 2.000 hektarnya ditanam jagung.

Jokowi juga menambahkan kedepannya akan diperluas lagi hingga 10.000 hektar yang nantinya dibagi 5.600 hektar untuk padi dan 4.400 hektar untuk jagung.

Alasan mengapa food estate ini dikerjakan di Sumba dikarenakan dari data yang ada bahwa 34% kemiskinan ada di Sumba. Pengerjaan ini diharapkan bisa meningkatkan panen di Sumba Tengah ini.

“Kenapa dikerjakan di NTT khususnya di Kabupaten Sumba Tengah karena memang kita harus ngomong apa adanya, pak bupati, pak gubernur, data yang saya miliki 34% kemiskinan ada di sini dan panen yang ada di Sumba Tengah masih setahun baru sekali, yaitu padi,” kata Jokowi saat meninjau lumbung pangan di Desa Makata Keri, Kecamatan Katiku Tana, Kabupaten Sumba Tengah seperti ditayangkan akun YouTube Sekretariat Presiden, Selasa (23/2/2021).

Masalah yang menjadi kunci utama untuk membangun food estate ini adalah di mana Sumba Tengah ini sangat minim air. Oleh karena itu, Presiden Joko Widodo memperintahkan menteri PU untuk mengatasi persolan air.

“Memang kuncinya ada di air oleh sebab itu di sini tadi kita lihat sudah dibangun di 2015, 2018 sumur bor yang masuk ke sawah juga ada embung, beberapa embung di sini embung besar juga sudah dibangun tapi masih jauh dari cukup masih kurang. Tadi pak bupati minta tambahan lagi pak gubernur juga minta dibuatkan 1 bendungan di kabupaten sumba tengah dan sekitarnya,” ujar Jokowi.

Food estate yang ada di NTT ini akan bisa membangun sebuah ketahanan pangan yang baik untuk negara kita dan nanti akan kita fotokopi untuk juga di provinsi-provinsi lain yang memiliki kesiapan.

 

Penulis: RR

Editor: SFP

Berita Terkait

Pesantren Leadership Daarut Tarqiyah Primago Mengikuti Festival Hari Bumi 2026 Bersama 55 Santri dan Guru
Uji Keyakinan, Kuil di India Wajibkan Pengunjung Minum Campuran Urin Sapi
Iran Menggila! Tembaki dan Sita Kapal yang Coba Keluar Selat Hormuz
Puan Ketok Palu, RUU PPRT Sah Jadi Undang-Undang
Kadis KPKP DKI Akui Sulit Musnahkan Ikan Sapu-Sapu Satu Per Satu
Baru Sepekan Menjabat, Ketua Ombudsman Hery Susanto Jadi Tersangka Korupsi Nikel!
Mental Juara! Persib Bandung Paksa Dewa United Berbagi Poin di Banten
KPK Temukan 8 Masalah Krusial Program Makan Bergizi Gratis, Desak Audit Investigatif BPK!
Tag :

Berita Terkait

Rabu, 29 April 2026 - 15:15 WIB

Buku Panduan Cara Unik Promosi Sekolah Karya Dr Awaluddin Faj, M.Pd

Rabu, 29 April 2026 - 15:12 WIB

Best Seller Buku Panduan Masuk Pondok Modern Darussalam Gontor

Rabu, 29 April 2026 - 09:45 WIB

Kecamatan Pancoran Mas bersama FKUB dan Kemenag Kota Depok Gelar Harmonisasi Tokoh Agama dan Tokoh Masyarakat 

Rabu, 29 April 2026 - 09:43 WIB

Warga Sampaikan Keluhan Air, Lurah Pondok Cina Jembatani dengan PT Tirta Asasta Depok (Perseroda)

Rabu, 29 April 2026 - 09:41 WIB

Wawalkot Depok Hadiri Pelantikan PGPI, Dorong Penguatan Pelayanan Umat

Rabu, 29 April 2026 - 09:19 WIB

Pesantren Leadership Daarut Tarqiyah Primago Depok Bangun Ekosistem Transaksi Cashless dan Digitalisasi Program Pesantren

Selasa, 28 April 2026 - 15:23 WIB

SMK Keluarga Widuri Gelar Tour Wisata Edukasi Bromo, Malang Jogja Tahun 2026 Bersama Dirgantara IAI Tour Travel Depok

Selasa, 28 April 2026 - 15:20 WIB

Jabar Perkuat Kolaborasi Lintas Lembaga untuk Perlindungan Perempuan dan Anak

Berita Terbaru

Berita Pilihan

Buku Panduan Cara Unik Promosi Sekolah Karya Dr Awaluddin Faj, M.Pd

Rabu, 29 Apr 2026 - 15:15 WIB

Berita Pilihan

Best Seller Buku Panduan Masuk Pondok Modern Darussalam Gontor

Rabu, 29 Apr 2026 - 15:12 WIB